-

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer FaraniD
FaraniD at - (3 years 48 weeks ago)
90

Hai Zarra14! Saya member baru, salam kenal.

Ceritanya dikemas dengan apik, walaupun menurut saya horornya kurang mencekam. Masalah gelangnya, apakah Tiara seceroboh itu, hingga tidak sadar kalau gelangnya hilang? Fabian juga, sudah sebulan berlalu dan dia baru sadar kalo Tiara nggak pake gelang?
-
Juga, kenapa Tiara nggak nyari dari berminggu-minggu yang lalu, dan baru inget sekarang? Itu terkesan, seperti kurang masuk akal gitu hehe.
-
Gitu aja, maaf kalau tidak berkenan.
Salam kenal, sekali lagi.

Writer Zarra14
Zarra14 at - (3 years 48 weeks ago)

Halo Farani.

Makasih udah mau mampir di cerita yang, setelah dibaca-baca lagi, memang banyak cacatnya ini :'D

Pertama kali buat cerita horror dan kurang dirancang dengan baik.

Berkenan kok :D jangan kapok mampir :D

Writer Shinichi
Shinichi at - (4 years 6 days ago)
50

Oke, ini horor kedua yang saya baca di hari yang sama, setelah Kamar Lantai Atas. di cerpen itu saya udah koment panjang lebar terkait isinya, memang bukan soal cerita horor secara umum yang saya ketahui.
.
Btw, paragraf pertama itu rasa-rasanya berfokus pada "kesalahan" atau apa yang dialami tokoh Fabian menyoal tragedi kematian Maria. kalimat-kalimat pembentuknya adalah kalimat kelima dan keenam (terakhir). namun sejak dimulai pada kalimat keempat, kalimat kelima itu serasa "jauh". padahal itu memang masih nyambung. tapi rasanya jauh. coba deh dibaca pelan-pelan. itu justru sangat dekat bila ada partikel "pun" pada kalimat kelima. kenapa? itu untuk menuntaskan "greget" di kalimat pamungkas yang pakai kata "bahkan". kalimat itulah juga yang menegaskan bahwa Fabian mengalami keadaan yang "mengenaskan" secara mental. ini cara mengemas kalimat, secara umum. jadi enggak ada hubungannya dengan horor pun isi cerita. contoh dekatnya: Ana pergi. Sinta pun menghilang. Jojo bahkan tak bisa ditelpon! Yang begini lho maksud saya soal "greget".
.
oke. saya agak serem membayangkan seorang tokoh yang "katanya" terguncang atas kematian seseorang, plus merasa bersalah karenanya, eh malah menyematkan kata "tewas" untuknya. entahlah apa alasan penulis menggunakan kata "yang tidak pantas" itu (dalam kaitan keadaan mental yang dialami si pengucapnya). dan terdiam dalam sendu? ahahahahaha. apaan cobak? enggak membangun suasana betul deh itu. sorry niy kebawa komentar di tulisan lainnya.
.
tokoh aku ini juga, gimana ya? :)
kalau saya, semisal menghadapi Fabian dan ceritanya soal hantu dan mimpi itu dan dugaan balas dendam, secara logis akan menanggapi bahwa Fabian masih merasa bersalah. jelas karena itulah yang dimulai sejak awal cerita: rasa bersalah. maka, hal yang akan lebih dulu saya katakan (jika sebagai aku) adalah bahwa Fabian hanya "masih merasa bersalah". bukan soal Fabian dan lain-lainnya sudah saatnya "merelakan kepergian Maria". beda itu efeknya, meski masih berkaitan. jelas dong karena rasa bersalah itulah maka Fabian menduga Maria akan membalas dendam. coba, apa mungkin karena Fabian belum merelakan Maria mati, makanya arwah Maria diduga Fabian hendak membalas dendam? gimana tuh?
.
dan ini, agaknya simpang-siur niy. soal hantu dan arwah. tampaknya penulis enggak percaya yang satu, namun yakin satunya ada. hal itu terwujud pada tokoh Fabian, yang enggak percaya soal hantunya Maria, tapi mau mencoba mendatangi TKP dan meletakkan bunga-bunga di sana "guna" ketenangan arwah Maria. beda dengan tokoh aku yang merasa itu ide konyol. dan ceritanya ketebak pas ketika tokoh aku mengatakan "situasinya aman". ahahahahahahaha. itulah horor, pembaca memang akan menebak dan semunya akan harus terjawab. dan pilihan narasimu (jika memang ingin menuntaskannya di akhir, keliru dengan "aman" tadi). enggak usah dibilang begitu kan bisa. situasinya sepi, misalnya bisa jadi pilihan. atau membahas hal lain. ehehehe. saya malah langsung baca endingnya untuk memastikan tebakan saya. untung nggak panjang. dan saya meneruskan membaca komentar-komentar yang masuk. serius, cuma komentar Rian yang bagus. senada dengan beliau, cerita ini memang terlalu "tampak" disetting. ya memang begitu siy. tapi "kehidupan" di dalamnya seolah-olah enggak terperhatikan. itulah dampaknya.
.
saran terakhir saya, ada baiknya penulis lebih teliti menggunakan kata-kata sesuai genre atau efek yang diharapkannya muncul di hadirat pembaca. contohnya tadi kata "tewas". memang satu kata, tapi itu efeknya bisa membikin kacau. kalau saya ya, sudah merasa konyol keseluruhan cerita kalau nemu kata yang "enggak cocok". kata berikutnya "sendu" di tempat yang keliru. saya kebayang puisi lho. atau prosa liris yang cenderung puitis-puitis egosentris. ahahahahaha. itu juga: egosentris. lalu ada lagi, "dihiasi" pada kalimat Wajah, tangan, dan kakinya berwarna putih pucat, dihiasi oleh urat-urat biru tak berdenyut. dihiasi itu enggak banget, Kakak, dimasukin dalam efek "menyeramkan". semburat kemurkaan? ada-ada aja deh dirimu ini. jangan lupa itu situasinya tokoh aku yang bercerita. dan ia sedang berada dalam situasi genting. masa iya dia bilang "semburat kemurkaan" di saat-saat begitu? lalu soal seringai: oke saya enggak bisa membayangkan tokoh aku itu masih sempat membandingkan seringai "hantunya Maria" dengan seringai dirinya saat mendorong Maria sebelumnya. kalimat pamungkas itu enggak oke menurut pembaca seperti saya.
.
satu dan yang enggak boleh terlupa. di cerita ini terdapat kalimat berikut:

Wajah, tangan dan kakinya berwarna putih pucat, dihiasi oleh urat-urat biru tak berdenyut.

Apa yang menjadi maksud dari kalimat di atas?
Apakah penulis sedang menyatakan:
a. 1) wajah dan 2) tangan dan kaki? atau
b. 1) wajah, 2) tangan, 3) kaki?
Jika maksud penulis adalah poin b, maka penulis butuh tanda koma sebelum "dan". bentuk benarnya adalah:
Wajah, tangan, dan kaki...

Saya kasiy contoh soal saja jika sebelum "dan" itu tetap ditulis tanpa koma. Perhatikan baik-baik:

Turnamen bulutangkis tahun ini akan mempertemukan pasangan Juno dan Hendra, Ari dan Fabian, Ligo dan Lata dan Maria dan Sinta.

Bisa paham tanpa tanda koma begitu? :)

Kip nulis dan kalakupand. Ahak hak hak.

Writer Zarra14
Zarra14 at - (4 years 6 days ago)

Makasih bang Chris sudah menjelaskan kekurangan-kekurangannya dengan seksama XD

Saya gak pernah buat cerita horor sebelumnya, makanya saya kurang mengerti bagaimana membangun suasana tegang yang sesuai, plus bila ada pemilihan kata dan narasi yang gak sreg, itu murni karena saya kurang referensi dan pengalaman .__. akhirnya ada masukan jujur dan kritis kayak gini, makasih ya.

Lalu soal oxford comma yang bang Chris sebutkan itu saya juga udah ngerti hehe, namun di sana memang lupa dicantumkan dan luput saya periksa.

Oke bang makasih komennya ya, salam mamur sejahtera \m/

Writer moon eye
moon eye at - (4 years 1 week ago)
100

hai, Zarra14 :)
keren ceritanya. horrornya juga dapet. walaupun belum dapet banget. tapi saya bersyukur. karena kalau 'dapet banget', mungkin saya nggak berani lanjut baca karena ketakutan.
.
sempat terlintas: astaga, Tiara berani banget ke kampus tengah malam.
ternyata... ya pasti dia berani. karena mendorong temannya sampai meninggal aja dia berani.
sungguh teganya teganya.
.
jadi, sekian dan semoga berkenan.
semangat :D

Writer Zarra14
Zarra14 at - (4 years 1 week ago)

halo moon eye~
beginilah kalau orang penakut coba-coba bikin cerita horror hehe XD masih butuh belajar lebih banyak.
Teganya teganya dirimu teganya tiara *mulai nyanyi*

Makasih udah mampir ya, berkenan terus kok :)
Semangat juga :D

Writer latophia
latophia at - (4 years 1 week ago)
80

menurutku slice of life sama horror nya sama-sama dapet..cuma kayaknya lebih suka kalau perjalanan tiara ke TKP dipanjangin lagi, soalnya belum sampe merinding nih bacanya (sok berani hehe xD)
semoga berkenan dg komennya…

Writer Zarra14
Zarra14 at - (4 years 1 week ago)

Makasih udah mampir XD
Iya saya juga merasa kurang di bagian itu, masih perlu latihan berimajinasi horror haha, makasih masukannya yaa.

Writer Nine
Nine at - (4 years 2 weeks ago)
100

Ini horrornya dapet mba, yah walaupun saya ngak mirinding sama sekali pas membacanya. Soalnya pas tanda2 kemunculan Maria, saya udah tahu akan ada suatu hal yg buruk terjadi, mba membuat saya menebak pas nulis desiran langkah kaki yg menaiki tangga, apa jadinya? Elemen kejutannya jadi ilang deh.
Tpi ini horror kok, kelebihan kamu pada saat proses kematian Tiara, dan cara kamu menggambarkan sosok hantu Maria. Itu benar2 horror, enaknya juga saya tahu ternyata si Tiara ini rada2 psyco juga. :)
.
Keren! (Y)
.
"Dimana" klo ngak salah harusnya ditulis "di mana"
.
Itu saja dri sy mba, mohon maap kalau ada kata yang kurang berkenan.
.
Salam olahraga (y)

Writer Zarra14
Zarra14 at - (4 years 2 weeks ago)

Makasih udah mampir, nine~
Harap maklum atas kekurangannya karena pertama kali bikin cerita horror hehe, moga yg berikutnya (kalau berani bikin lagi) (sok-sokan) bisa lebih baik XD
Sipsip makasih koreksinya ya.

Salam pramuka XDD

Writer rian
rian at - (4 years 2 weeks ago)
70

Buat saya ini terasa kurang gereget karena ceritanya terkesan banget di-set up sama Penulis. Mulai dari perbincangannya Tiara-Fabian, sampai ending yang (semestinya) mengejutkan itu. Saya ngerasa perbincangan Tiara-Fabian enggak natural. Mereka ngomongin masalah matinya Maria sedemikian rupa sehingga pembaca bisa tau apa yang terjadi tanpa perlu susah-susah mikir. Enggak menarik aja, menurut saya, tekhnik kayak gitu, tapi pembaca lain mungkin berpendapat beda. Terus Tiara harus naik ke lantai atas untuk ngambil gelangnya, semata-semata supaya hantunya bisa nongol. Bagian klimaksnya enggak buat saya ngerasakan apapun.
*
Tapi saya ngerti juga sih susahnya nulis horor, apalagi dikasih deadline cuma satu minggu. Saya barangkali malah enggak akan bisa nulis sama sekali. Dari dulu saya pingin bikin cerpen horor tapi enggak bisa, huhuu. Mohon maaf kalau pendapat saya enggak berkenan.

Writer Zarra14
Zarra14 at - (4 years 2 weeks ago)

Makasih komentarnya bung meski pedas X'D
Kalo masalah di-set up, saya rasa di setiap cerita selalu terkesan demikian. Masalah mudah ketebak atau engganya itu beda lagi, dan cerita ini barangkali kegolong yang pertama. Di cerita ini saya hanya mencoba mengarahkan pembaca, kecuali kalau situ memang gak mau diarahkan.
Salam pramuka.

Writer Nine
Nine at - (4 years 2 weeks ago)

Lho? Ini kok ada juga yg pke salam pramuka yah? Hehehe

Writer Zarra14
Zarra14 at - (4 years 2 weeks ago)

Hahaha bingung mau salam apalagi.
Salam penulis udah mainstream,
Salam manis nanti dikira modus,
sekali-kali salam pramuka deh :p

Writer Nine
Nine at - (4 years 2 weeks ago)

Hooohh, gitchyu toh. Sippp dehhhh (y)

Writer azkashabrina
azkashabrina at - (4 years 2 weeks ago)
80

Aku bingung sama si Tiara.. Kalo dia bisa sampe dorong Maria, berarti kan sebabnya kalau nggak karena benci, ya karena kebawa emosi. Nah kalau benci, kenapa dia harus repot ambil gelang itu lagi? Toh dia juga sekarang udah fokus pingin Fabian jadi pacarnya. Kalau kebawa emosi, emosinya kurang berasa...
.
Terus bagian horornya juga kurang sih buatku, kurang mencekam... Hehe. Tapi bagian slice of lifenya sih udah dapetlah...
.
Moga berkenan komennya ya :D

Writer Zarra14
Zarra14 at - (4 years 2 weeks ago)

makasih udah mampir azka :D
Karena tiara mau nyembunyiin barang bukti. Kalau pas fabian kesana besoknya dan nemuin gelang tiara ada di ruangan tkp, dia takut fabian jadi curiga, gituuu.

Writer hidden pen
hidden pen at - (4 years 2 weeks ago)
60

aduhh bacanya jadi pagi gini ya. ceritanya lumayan serem dan stingkat thiya mungkin?
tapi kak , kayanya bahasa gaul kayak loe gue itu mengurangi horornya jadi lucu kelihatannya. maaf bila tidak berkenan ya kak cuma itu pendapatku

Writer Zarra14
Zarra14 at - (4 years 2 weeks ago)

Setingkat thiya maksudnya gimana?
Haha ini aku bikin dua versi loh, bahasa baku dan bahasa gaul di file berbeda. Tapi mikirnya biar lebih kerasa slice of life-nya, saya pake yang bahasa gaul.
Makasih udah manpir, hidden XD

Writer hidden pen
hidden pen at - (4 years 2 weeks ago)

GAK AKU CUMA BASA BASI AJA KAK hahaha

dua versi ya. kupikir menyatu gitu. aduh salah sangka dech XD
ehh ya kenapa gak nunggu malam minggu
soalnya lebih terasa horor nya bagi yang jomblo hak hak hak

Writer Zarra14
Zarra14 at - (4 years 2 weeks ago)

EH BARU MUDENG HAHAHA *lemotnya
Jadi maksud km Thiya serem? Wkwkwk
Yah udah terlanjur post kemarin, mentang-mentang malem jumatnya udah lewat~

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at - (4 years 2 weeks ago)

Merasa terpanggil...
Ada apa ya nyebut-nyebut nama saya? ._.
Saya serem?
Dari mananya?
Saya inikan imut dan polos
#Hoeeekk *kaka Zarra muntah 2 ember*

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at - (4 years 2 weeks ago)
80

Ooohhh.... Fabian itu cowok. Kok aku baru ngeh ya. Busyet dah, lemotnya otakku :p
.
Horornya baru kerasa setelah Tiara pergi ke kampus malam-malam. Heran juga sih, tapi ternyata itu berpengaruh pada cerita.
.
Bagian yang di tangga itu mungkin bisa dibuat lebih tegang lagi. Kejar-kejaran ala film horor gitu. Asumsi saya aja sih :3
.
Meski Aku malam-malam bacanya, horornya bagiku kurang nendang. Masih nanggung gitu, tapi ending yang twist cukup memuaskan saya sampak akhir.
Hakakaka :D
.
Untuk Kak Zarra gimana cerpen horornya? Hakaka :D Senang deh kalau yang berpartisipasi banyak. Walau kebanyakan peserta selalu bilang 'korban sabda Thiya'. Kok aku merasa kayak diktaktor gitu ya? Hahaha #abaikan

Writer Zarra14
Zarra14 at - (4 years 2 weeks ago)

Haha apakah Fabian seperti nama cewe?
Iya saya juga kepikiran begitu, yg bagian tangga bisa diolah lagi, tapi Sudah terlanjur di-post (apa masih boleh diedit?) T-T

Apa ya, gemes sih sama nih anak yang bikin tantangan >:) hahahaha.
Tapi ini beneran 'tantangan' buat saya yang gak pernah bikin cerita horror, dan ternyata seru juga, kapan-kapan kalau ada inspirasi jadi pengen bikin lagi :))

Writer Liesl
Liesl at - (4 years 2 weeks ago)
80

Hihi.. Dari pas baca Tiara nunggu di toilet sampe jam 12 malem langsung nebak, ini pasti dia yang dorong Maria karna dia suka Fabian. Kalo ga ngapain seniat itu cuma untuk ambil gelang.
Soalnya di awal2 diceritakan kayanya Tiara suka sama Fabian, sampe sahabatnya mati aja dia masih sedeket itu. Kalo orang normal, biarpun ga menyalahkan pasti masih ada rasa sungkan atau gimana gitu.
Overall enak dibaca dan twistnya cukup oke :)

Writer Zarra14
Zarra14 at - (4 years 2 weeks ago)

Halo Liesl salam kenal dan makasih udah mampir :D
Hehe maaf ya kalau ceritanya klise XDq

Writer benmi
benmi at - (4 years 2 weeks ago)
80

Pertama mau ngucapin selamat... horror n slice of lifenya dipadukan dg sangat baik.. walau horror kesannya lebih ke thriller gitu. N terus terang sangat disayangkan.. (pdpt subjektif saya ya...) kenapa horrornya ga dibuat lebih mencekam.. terutama pas bagian terakhir gitu. Padahal saya rasa penulisnya berbakat dg triller ke horror-an gitu. Terutama pas bagian ending... pas naik tangga.. pace-nya irama penceritaannya harusnya dibuat lebih slow.. sdkt demi sdkt buat kesan mencekamnya.. sayang bgt pdhl tangganya cukup panjang. Belum lagi pas adegan hantunya muncul.. efek2 ketakutan tokoh utama cewenya yg ketemu hantunya itu bisa lebih di wow-kan.. dg deskripsi, efek2 wajah dan ekspresi. Trus kata2 teriakan dan sebagainya... ato misal adegan ia syok antara takut dan gila saat ketemu hantu..
Sayang banget soalnya ga maksimal... pdhl ide ceritanya bisa dibuat begitu..
Anw.. salam.. n maap kl komentnya ga berkesan..

Writer Zarra14
Zarra14 at - (4 years 2 weeks ago)

Makasih udah mampir kak benmi~
Sip diterima masukannya (yang selalu dijelasin secara rinci, makasih banget!) :D
Jadi deskripsinya kurang ya, maaf penulisnya gak terampil dalam hal perhantuan huhuhu.

Writer A.Arifin
A.Arifin at - (4 years 2 weeks ago)
70

Jujur yak.. Aku ngerasa nih cerita horrornya belum maksimal.. Biasanya kebanyakan cerita2 horror itu.. Nuansa horrornya udah kerasa di paragraf2 awal.. Di cerita ini sy ga dapet nuansa itu.. Malah justru menurut pendapat pribadi sy jatuhnya ke thriller
Sgitu aja dweh.. Sory klo tidak berkenan

Writer Zarra14
Zarra14 at - (4 years 2 weeks ago)

Makasih komentarnya Arifin :D
Iya ini pertama kalinya saya bikin cerita horror, dan saya jarang banget nonton film horror atau baca cerita horror. Mau riset tentang horror pun saya udah keburu takut duluan *iya emang cupu nih ;(

Writer ilham damanik
ilham damanik at - (4 years 2 weeks ago)
100

Hahaha :D
Aku kalo baca cerita horor gini ketawa (biar gak takut) hehehe
Genrenya slice of life-horror kan? Mix nya Oke, deskripsinya bagus :D kyknya kamu nih yang bakalan jadi juara!
La la la aku sayang sekali, Doraemon!

Writer Zarra14
Zarra14 at - (4 years 2 weeks ago)

Makasih banyak, ilham! :D
Jujur dong kamu sempet takut gak ketika baca ini? Mau tau horornya berhasil atau engga haha.
Loh kenapa jadi nyanyi Doraemon? :o

Writer ilham damanik
ilham damanik at - (4 years 2 weeks ago)

Aku takutnya cuma sama Sang Pencipta :) kalo sama cerita horror gak takut :p
Horrornya berhasil, kan uda aku bilang tadi mix nya bagus :) (padahal cerita horror di indonesia memang kebanyakan di mix sama slice of life) Huahaha :p
Tokoh utama nya si Tiara kah? dia gak mati kan setelah jatuh dari jendela? kalo dia mati siapa dong yang cerita?

Writer Zarra14
Zarra14 at - (4 years 2 weeks ago)

Baguslah, jangan penakut kayak saya XD
Oke makasih yaa, walau saya tau ini belum maksimal.
Iya tokoh utamanya Tiara, kalau dia mati ya ceritanya berakhir :)

Writer ilham damanik
ilham damanik at - (4 years 2 weeks ago)

Hehehe gapapa, kan ada aku :p
udah maksimal bgt ini kalo menurutku :D
Semoga juara ya! Aku mendukungmu Zarra!
Zarra.. Zarra Zarra.. (penonton bersorak memanggil namamu)
Zara.. Zarra.. Zarra..
(terus kau naik keatas panggung)
Acikelerki i tell you
wana bolu what you do ....
(penontonpun ikut benyanyi)
Oh my darling i love you
Oh my darling i love you

Writer kemalbarca
kemalbarca at - (4 years 2 weeks ago)
100

tuh kan bener! mendekati akhir cerita aku udah curiga kalau si Tiara ini yang dorong Maria. Entah kenapa aku telatnya nyadar, tapi twist yang keren!
aku masih kurang ngerti kenapa si Tiara ini harus nunggu sampe kampus tutup buat ngambil gelangnya, mungkin takut kliatan orang kali ya
aku gak ada keluhan ah, soalnya suka banget :D

Writer Zarra14
Zarra14 at - (4 years 2 weeks ago)

Wahahaha gampang ketebak ya XD
Iya takut keliatan orang dan dicurigai kenapa dia ada di sana, terkesan lebay ga ya?
Makasih kemal! Kalau ada kritik mah sampaikan saja :D

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at - (4 years 2 weeks ago)

Kyaaa!!!
Kak Zarra udah selesei. Aku aja masih dalam tahap perenungan (nunggu inspirasi).
Belum bisa komentar nih Kak, belum baca. Cuma pengen bilangin aja, tag KDZA-nya mana? Dan lagi, cara memisahkan tag itu menggunakan koma (,)
Mohon agar hal ini diperhatikan, biar saya juga mudah menemukan cerpen situ dan peserta lain.
Salam~~~

Writer Zarra14
Zarra14 at - (4 years 2 weeks ago)

Ampun Thiya, ini mau saya edit yaa