A story of an Angel (Sketsa )

Aku memperkenalkan seseorang padamu. Gadis kecil yang aku temui dalam mimpiku kemarin malam, Namanya Angel. Dia anak yang manis, berambut lurus sebahu, matanya bulat dan sungguh terlihat manja. Dia berkedip dengan sangat lembut dan tutur katanya terdengar dewasa.

Mengapa anak sekecil dia bisa begitu dewasa? Yah, awalnya aku juga bertanya demikian.
Namun, Angel menarik tanganku, kemudian membawa aku melintasi waktu. Kami berhenti pada sebuah rumah tua, rumah yang cukup besar tetapi tidak terawat. Kami memasuki rumah tersebut.

Seorang wanita lima puluh tahunan sedang duduk di kursi. Dia mengamati kertas-kertas sambil sesekali menghisap rokoknya. Kemudian, Angel menarikku ke ruangan yang lain, beberapa kursi dan perabot tergelatak begitu saja. Ruang keluarga yang lebih mirip gudang, mewah tanpa jiwa. Ada beberapa kamar yang terhubung dengan ruangan itu, kalau tidak salah, ada lima kamar.

Angel kembali berjalan ke ruangan lainnya. Aku memastikan kalau kami sedang berada di sebuah dapur, ada perlengkapan alat masak, beberapa karung berisi penuh, bertindih tepat di dekat pintu ke luar.

Angel tersemyum kepadaku ketika aku mulai menutup hidung saat udara berhembus ke dalam dapur. Dia berjalan ke arah kiri, melewati sekitar dua pintu kamar mandi, kemudian ke kanan dan di sana ada sebuah gang kecil, ada dua pintu kamar di sana.
Pintu pertama terbuka dan tercium bau menyengat yang sangat kuat dari dalam. Di sana beberapa karung pupuk alami bertindih, karung berisi makanan ayam.

Ketika Angel membuka pintu ke dua, dia sempat menatap mataku, terlihat air bening mengalir dari matanya. ''Angel kenapa menangis?'' Tanyaku, tetapi dia tidak menjawab. Dia duduk di atas kasur kecil busuk dan berbau. Angel kembali menangis, dia melipat kedua kakinya ke atas, dan membiarkan dagunya bersandar pada kedua lutut kakinya.

Aku sibuk memperhatikan isi kamar itu, beberapa foto Angel menempel pada dinding, lukisan-lukisan kecil pada kertas bergaris, ada beberapa kalimat berwarna di sana, 'God is Fair, God makes things are hard, But He Knows the pains.'
Aku mengusap dadaku ketika membaca tulisan itu.

''Angel kenapa kau menangis?'' Tanyaku

Angel tidak menjawab, dia bangkit dan menarik tanganku dan mendudukkan aku pada sebuah kursi di sudut ruangan. Kemudian, Angel mundur, dan berhenti pada sebuah meja di ujung kanan sebelah pintu. Dia menarik sebuah kertas karton dan mengangkatnya. Aku membacanya, ' Mom and Dad, How it feels to let me grow so far away! When I' am done, I wish you to never cry for me,'

Angel mulai terisak, tangannya sedikit gemetar dan lututnya bergoyang. Kedua lututnya terjatuh ke lantai. Aku hendak berdiri namun tiba-tiba dia mengangkat telapak tangannya, memintaku untuk tetap duduk.

Angel tiba-tiba berdiri, Tanganya terangkat ke atas kemudian dia berputar, kedua ujung kakinya terangkat hingga hanya jari kakinya yang menopang tubuhnya, Dia berputar dan tiba-tiba menunduk, Kemudian berjingkrat-jingkrat. Angel tertawa ketika tangannya seperti melukis sesuatu pada angin. Kemudian lukisanya berubah sekejap menjadi sosok seorang laki-laki dewasa. Lukisan itu memudar, tetapi muncul kembali, kadang hanya kepala, hanya kaki, hanya tangan dan bergantian. ''The one who care, the one i know as my true friend,'' katanya sambil mengulurkan tangan, Bayangan bening seperti kumpulan kristal menyambut tangannya. Kemudian mereka tertawa, bercanda, berguling-guling di kasur. Angel tertawa begitu keras.

Tiba-tiba terdengar suara petir, Hujan deraspun turun seketika, lampu kamar itu meredup, kadang terang kadang padam. Angel menangis, bayangan lukisannya telah hilang, dia berlari ke meja dan mengambil kertas karton bertuliskan, 'When A Kid miss a Mom, A pillow isn't too warm to huge,' Angel terjatuh lagi, kemudian berguling-guling. Angel menangis dan berteriak, dia memukul-mukul dinding, merobek-robek kertas karton itu dan mengigitnya. Dia mengangkat kepalanya dan menatap ke arahku, air matanya berjatuhan begitu saja, kemudian dia tersenyum dan aku membalas senyumannya.

Angel berdiri, kemudian terduduk di kasurnya, seketika sebuah bayangan menarik rambutnya. Angel berteriak kesakitan, aku langsung berdiri dan berusaha meraihnya tetapi sungguh aku tidak dapat menyentuhnya. Angel berteriak kesakitan, dan aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku berusaha menyentuh tetapi tanganku terlewat begitu saja.

Tangan itu menjambak rambutnya, menariknya hingga Angel terjatuh dan berusaha melawan dengan berguling-guling, tetapi tangan itu semakin kuat menarik dan menyeret tubuh angel ke sudut kiri ruangan, Angel berteriak, memukul-mukulkan kakinya ke lantai dengan sangat keras. Angel menjerit kesakitan, tetapi dia tidak juga didengar.

Sebuah tangan kembali meraih lehernya, tubuh Angel terangkat hingga kakinya tidak menyentuh lantai. Matanya sayu memohon ampun, mulutnya ternganga meminta belas kasihan. Aku hanya menjerit, tersyungkur dan memukul-mukul lantai dengan tanganku, ''Angelll...Angelll...,'' aku hanya mampu berteriak.

Kepala Angel dibenturkan ke dinding, seketika mulut dan hidungnya berdarah. Tubuhnya terjatuh dan terkulai lemah, kakinya mengelinjang melawan sakit, sementara rambutnya kembali ditarik, dia seret ke arah sudut kamar yang lain. Angel kembali meronta-ronta, tetapi sebuah tangan kembali membenturkan kepalanya ke lantai. Angel terkulai lemah.

Angel ditarik ke atas kasur, dia sudah tidak berdaya, Angel hanya mampu menangis, matanya begitu sayu, melekat tajam menatapku. Angel membiarkan dirinya terisak pelan, sangat pelan karena mulutnya sudah tersumpal ketidak mampuan, ketika tenaganya kembali pulih, tangan itu kembali menamparnya berkali-kali. Pada setiap tamparan, tatapannya melekat padaku, pada setiap tamparan, matanya berkedip. Angel sudah pergi dengan pasrah, matanya terpejam seiring tali plastik yang dipaksa mencekik lehernya. Kemudian, api merah menyala membakar punggungnya. Angel memudar, memudar begitu saja.

Memudar menjadi kristal-kristal kecil, terbang membentuk kalimat.
''Some Angels maybe stay in your circle, please don't close your eyes. Report any bullying or Violanced, Take care of your self, be a mother or father for every kids that you meet, be a brother or sister for all your friends. Be a police, be a detective, be sensitive, please! Be nice to me!''

Aku berlari. Berlari ke setiap ruangan pada rumah itu. Tetapi, mereka hanya diam, mereka tidak mendengarkan aku. Aku berlari ke jalan raya, aku berteriak-teriak, tetapi tidak ada yang mendengarkan aku. Aku berlari ke sana- ke mari, tetapi orang-orang tidak ada yang perduli.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at A story of an Angel (Sketsa ) (26 weeks 3 days ago)
90

BAGUS

Writer hidden pen
hidden pen at A story of an Angel (Sketsa ) (3 years 40 weeks ago)
50

Gak ngerti dengan cerita ini menurutku
awalnya si angel menembus aliran waktu ya. tapi aku koq merasa bingung sendiri membaca kelanjutannya.
hhmm maaf bila aku sebagai pembaca kurang memahami cerita kakak.

Writer williaris
williaris at A story of an Angel (Sketsa ) (3 years 40 weeks ago)
70

Jadi apa yang terjadi? agak menggantung di akhir menurutku.

Writer Ahli Wirit
Ahli Wirit at A story of an Angel (Sketsa ) (3 years 40 weeks ago)
50

ceritanya bagus tpi saran kata2 nya angel jangan pakek bahasa ingris yg baca kan orang indo dan mungkin bukan gw doang yg kagak bisa bahasa ingris masak harus gogel tranlate dulu baru ngerti

Writer Ahli Wirit
Ahli Wirit at A story of an Angel (Sketsa ) (3 years 40 weeks ago)
50

ceritanya bagus tpi saran kata2 nya angel jangan pakek bahasa ingris yg baca kan orang indo dan mungkin bukan gw doang yg kagak bisa bahasa ingris masak harus gogel tranlate dulu baru ngerti