I be Aware of existence love

 
            Kenapa harus sadar..? Kenapa juga harus mengerti..? Apa yang dimaksud dengan cinta ..? Mengapa ia selalu membawa kebahagiaan yang penuh dusta dan selalu berakhir dengan luka..?
Awalnya sih begitu . Aku selalu merasakan hal pahit semacam itu. Mungkin dulu bagiku rasa cinta itu hanya sekedar rasa suka yang berlebihan. Tapi jika memang iya begitu , kenapa suka harus membawa luka..? Ini beda dan aku tidak percaya bahwa itu benar.
            Aku hanya seorang wanita yang tidak pernah mengerti akan hal itu. Semuanya mengalir begitu saja dengan apa adanya. Tak jarang aku melakukan kesalahan dalam membawanya, hingga akhirnya aku lebih memilih untuk tetap pada prinsipku.
“Untuk apa mencinta jika hanya dibalas dengan dusta..? dan untuk apa terluka demi orang yang telah kita buat bahagia..? Juga apa keuntungan dengan dipilihnya aku sebagai pasangan..?”
Hah , semuanya hanya sia-sia menurutku . Tapi aku yakin mungkin menurutmu tidak. Akan tetapi , dari apa yang aku alami rasanya begitu…
            Berawal ketika aku menginjak masa SMA ku , aku merupakan seseorang yang pendiam. Susah sekali bagiku untuk mendapatkan teman , hmm apa lagi seorang pasangan. Awalnya aku percaya bahwa masa SMA adalah masa paling menyenangkan dalam hidupku, karena punya teman yang asyiikk , banyak cowok-cowok yang ganteng gituuu deh. Tapi setelah kurasa , tidak.
“Ocha” begitu orang-orang memanggilku. Entah siapa yang memberiku julukan seperti itu , aku benar-benar kesal . Namun lama-kelamaan asyiikk juga tuh di panggil “Ocha” . karena memang teman-teman ku memiliki nama panggilan masing-masing.
Pada hari itu aku memulai pelajaran dalam masa-masa pengenalan. Yah maklum , sekolah baru harus adaptasi dari pertama lagi, yang paling membosankan menurutku adalah ketika aku harus memperkenalkan diri kepada yang lain. Walau membosankan , jika tidak begitu bagaimana bisa seseorang mengenalku.
Ketika jam pelajaran itu adalah giliranku untuk memperkenalkan diri . Haduuhh , malu banget. Apalagi melihat sosok dia yang aneh. Bikin jengkel saja. Tatapannya membuatku sedikit kesal , juga tingkah lakunya.
“Deon” dialah orang yang kumaksud. Orang yang sok kegantengan itu terus saja memperhatikanku, walau aku tak melihatnya secara langsung atau kebetulan , tetapi aku merasakan bahwa ia memperhatikanku. Awalnya mungkin memang aku-nya saja yang merasa ke-GR-an dibuatnya. Namun keyakinanku bertambah ketika ia mulai mengajaku berbicara dan yang paling males ketika terlontar dari mulutnya sebuah kalimat yang bertujuan untuk memintaku agar memberikan nomor ponselku kepadanya. Yah mau gimana lagi , aku belum punya banyak temen, apalagi laki-laki. Aku rasa dia adalah teman lelaki-ku yang pertama di sekolah ini.
            Pada suatu hari , ia menelponku. Didalam percakapan itu , ia bermaksud mengajaku bermain untuk mengisi waktu libur. Aku tidak mau , aku takut kalau harus jalan dengan laki-laki tanpa didampingi seseorang dari teman akrab-ku. Yah , aku menolak . Aku bilang saja sedang sibuk , padahal aku sedang menonton tv dan membaca majalah pada hari itu. Dan ia pun tidak jadi pergi bersamaku.
Hampir setiap hari , jika tidak menelpon , ia selalu mengirimkan pesan sms kepadaku . Lama-kelamaan kesal juga . Karena aku orangnya tidak suka diganggu. Kenapa..? karena aku juga tidak pernah dan tidak mau mengganggu orang lain .
hmmm singkat cerita ia mengajaku untuk mengerjakan tugas bareng , aku tidak mau. Aku sudah mulai jengkel , kesal dan ilfeel kepada tingkah laku Dion terhadapku.
Aku membandingkan sikapnya terhadapku dan terhadap temanku yang lain , hasilnya berbeda jauh . Ia lebih memilih untuk terus berjuang mendekatiku. Bukan sok jual mahal , tetapi aku memang tidak suka orang yang berlebihan.
            Pada suatu hari , ketika jam istirahat dimulai , Ada hal yang benar benar membuatku muak kepada Dion . Setelah Shinta berbicara kepadaku tentang dia.
“Ocha , kamu tau ga..? kalo Dion itu suka sama kamu lho , makanya dia bersikap aneh sama kamu . Ciyeeee, udah kalo menurut aku sih terima aja , lumayan lho , ganteng , baik pula.”
Ih Shinta benar-benar menjengkelkan deh .
Aku tetap tidak mau , malah aku menjauh dan membuat jarak dengan Dion. Sempat kasihan juga sih , tapi mau bagaimana lagi . Aku sudah malas dengan urusan bercinta . Dibilang kapok sih engga , tapi males aja.
            Hari demi hari Dion terus berusaha membuatku tertarik dan mengerti akan perasaannya kepadaku , tapi aku acuh dan masabodo terhadapnya. Hingga suatu hari ia menyatakannya sendiri kepadaku. Ketika itu dia melakukan hal licik kepadaku. Ketika disekolah , ia mengambil LKS Bahasa Inggris miliku . Aku sempat mencari dan bertanya kapada rekanku . Namun semua tidak tahu , hingga ketika pulang sekolah , tepatnya ketika aku selesai sampai rumah . Dion menelponku. Apalagi sih..? fikirku saat itu. Ketika aku angkat telephon darinya , ia bertanya “Dimana rumah kamu..? LKS bahasa inggrismu terbawa olehku . Aku akan segera mengembalikannya..” Begitu ucapnya.
Namun aku malas bertemu dengannya , aku jawab saja tidak usah. Dan aku menyuruhnya untuk mengembalikannya ketika sekolah dimulai besok. Tapi ia tetap memaksaku . Ya , mau gimana lagi . yasudah aku beritahu dan tak lama ia datang. Aku segera menghampirinya, setelah LKS telah berada di tanganku aku segera berbalik dan mengucapkan terimakasih. Tapi Dion memegang tanganku , dan berkata..

“Cha, jangan buru-buru dong , aku datang jauh-jauh nih .” katanya kepadaku.

Akupun terdiam sambil melihat wajahnya , ketika itu pula ia menyatakan perasaannya kepadaku , yang mengungkapkan bahwa ia suka kepadaku ketika sejak pertama kali ia melihat diriku , namun aku tolak dan minta maaf.
Ia pun terdiam tanpa kata , dan langsung mengucapkan terimakasih dan kemudian pergi .
Muka Dion pada saat itu kecewa , namun aku abaikan saja.
            Esoknya ketika disekolah , entah siapa yang menyebarkan gosip ini , tapi teman-temanku tahu ketika aku menolak Dion , ahh dasar bibir ember. Fikirku saat itu.
Namun Dion tak ada kata menyerah . Ia terus saja mengejarku , ia mulai menunjukan perhatiannya kepadaku . Tapi , aku hargai itu . Ia selalu membawakanku makanan ketika jam istirahat , aku ingin menolaknya tapi tidak enak akan perasaannya . Jika aku terima , aku merasa masih mampu untuk membelinya , jadi yaaaa , terima saja . Tapi tidak aku makan. Aku malah memberikannya kepada temanku. Dion sedikit kecewa , tapi dia terus berusaha membuatku berbalik jatuh cinta kepadanya . Namun tak aku anggap . Aku hanya menganggap sikap Dion kepadaku hanyalah sebatas teman yang kurang Wajar juga sih . Karena ia bertingkah seperti itu hanya kepadaku .
Hari demi hari , ia selalu membuatku agar percaya dan yakin akan perasaannya . Tapi pada hari itu aku bertengkar hebat dengan mama , hanya gara-gara hal spele. Ketika itu aku murung disekolah , tapi Dion mulai menghiburku , dengan senda gurau nya serta dengan bermain musik yang berlagukan lagu kesukaanku. Aku sedikit terhibur , ingin didalam hatiku mengucapkan rasa terimakasih kepadanya . Namun karena malu atas apa yang telah aku lakukan kepada Dion , aku malah bersikap jutek. Tapi Dion tidak peduli , sepertinya dia benar-benar tulus dan bisa mengertikan keadaanku . Ketika itu aku berfikir , kenapa aku tidak bisa mengerti perasaannya jika perasaan ku bisa dimengerti olehnya . Jarang ada Cowok yang mengerti perasaan Cewek jutek seperti aku . Tapi dia berbeda, sepertinya dia benar-benar serius. Tapi ah aku hanya anggap ini kebetulan.
            Setelah beberapa minggu kemudian , ia tetap tidak menyerah dan mengeluh untuk terus bersamaku , apa tak ada bosannya ini anak ..? terus saja mengejarku yang tidak pernah mau untuk dikejar olehnya. Aku tidak sadar dan tidak mengerti perasaan yang ada didalam diriku , aku hanya sedikit tersentuh oleh sikapnya kepadaku. Lama-lama anak ini lucu juga , akupun sedikit tertarik. Sepertinya ia tahu tentang ini , dan ia malah lebih semangat lagi .
Aduhh ya ampunnnnn , aku tidak mencintainya sama sekali , bagaimana ini..? dia terus-terusan membuatku merasa nyaman didekatnya . Tapi teman-temanku memintaku untuk menerimanya saja , karena kasihan katanya. Yasudah , hal yang bisa dipercaya selain orang tua adalah teman . Aku nurut saja . hingga pada suatu hari kami jadian. Jadian bukan karena Cinta , tetapi karena kasihan. Aku juga tidak tega sebenarnya membohonginya dengan cara seperti ini.
lama-kelamaan aku tidak mau seperti ini terus , aku minta putus . Ketika itu Dion merasa sangat hancur , ia bahkan sempat tidak masuk  sekolah selama 5 hari. Aku menjadi merasa bersalah, padahal ia baik kepadaku . Ketika aku butuh dia , dia juga selalu ada untuk aku . Tapi kenapa balasan dari-ku atas sikapnya harus seperti itu. Tak lama , aku kemudian minta maaf dan memintanya untuk balikan , aku ingin belajar mencintai Dion. Aku berfikir tak ada rugi-nya mencintai dan dimiliki olehnya . Karena selama dengan dia aku sedikit terhibur dan malah sempat aku tidak bisa tidur dibuatnya . Entah kenapa akhir-akhir ini aku selalu terfikir olehnya. Banyak temanku yang berkata bahwa aku mulai jatuh cinta kepadanya . Namun aku berfikir, tidak mungkin . Ini hanya sebatas kebetulan saja tidak ada hal yang sedang aku fikirkan dan tak sengaja yang terfikirkan olehku adalah Dion.
           
            Belajar mencintai seseorang itu lebih sulit dari pada dicintai seseorang. Aku harus paham bagaimana sosok dan kepribadian pasanganku seperti apa. Tetapi lagi pula aku menerimanya hanya karena kasihan.
Hingga suatu hari ketika aku sedang sedih ditinggal ayah dan Ibu keluar kota , aku jadi merasa kesepian . Lama-lama aku berfikir , bahwa satu-satunya yang menemani tiap jam-ku hanya Dion. Aku sempat terharu , ketika teman ku tidak ada untukku , namun ia selalu ada dan membantu serta menemaniku . Aku sedikit tersentuh. Aku mulai tidak ingin kehilangan waktu dengannya. Teman-temanku mengejekku , katanya kasihan . ehhh lama-lama suka juga....
Begitu kata mereka . Namun aku gengsi untuk mengakui bahwa aku mulai suka terhadap Dion. Aku pura-pura tidak merasakan apa-apa saja saat itu.
Pada suatu hari , Dion mengajaku untuk makan . ketika itu kami sempat mengobrol-ngobrol masa-masa sekolah kami , bahkan hingga masa kami kecil . Disitu aku tertarik dan merasa tidak bosan dengannya . Aduhhh , tidak mungkin juga kan dari benci jadi cinta .” Aku ini orangnya keras , jadi jangan harap kamu bisa membuat aku jatuh cinta ya Dion ..! “  fikirku saat itu.
Namun , ada satu hal yang benar-benar melumpuhkan kekerasanku itu.
Ketika tepat minggu malam , Dion mengajaku makan diluar . Karena bete dirumah, akupun ikut.
Ketika itu , entah kenapa Dion terlihat sedikit aneh. Kali ini dia benar-benar menjadi seorang yang pendiam. Aku tidak pernah mengawali pembicaraan diantara kami. Hanya Dion yang suka memulai percakapanku dengannya . Tapi kali ini kami berdua terdiam. Akhirnya aku memaksakan diri untuk bertanya .

“Kamu kenapa..?” tanyaku.
“Ga apa apa.” Jawabnya Singkat.
“Kamu marah..? kenapa..?” Tanyaku lagi.
“Engga , aku cuma mau tanya satu hal.” Jawabnya.

Serentak aku terdiam dan menunggu pertanyaan itu.

“Aku tau kamu berbohong , aku tau kamu tidak menyukaiku . Lantas kenapa kamu melakukan ini kepadaku..? salah aku apa..?” Tanya Dion.

Aku langsung terdiam , kaget dan tak menyangka ia menanyakan hal itu kepadaku.
Aku tidak tahu harus menjawab dan berbuat apa. Dion saat itu terlihat kecewa.
Selama perjalanan aku tidak bisa menjawabnya. Ia pun meneruskan pembicaraannya.

“Orang sepertimu memang tidak mempunyai jawaban, maafkan aku jika aku hanya membuatmu merasa terusik atas kedatangan dan sikapku selama ini kepadamu. Asal kamu tau , apapun yang kamu duga terhadap aku , semuanya aku lakukan tulus tanpa kebohongan sedikitpun. Tapi kamu tega ya, Aku lebih Baik merasakan PAHIT tapi diJUJURI , dari pada harus merasakan MANIS tapi DIBOHONGI”.  Terlihat saat itu muka Dion sangat  sedih.

Ketika itu aku tidak bisa berkata , aku hanya menangis . Bukan maksudku untuk membuatmu merasakan kecewa seperti itu , lagi pula memang benar iya dulu aku berbohong , tapi sekarang aku sudah suka sama kamu dan aku merasa nyaman ketika sama kamu . Tapi sayang , aku tidak punya keberanian untuk mengatakan itu . Selama perjalanan aku hanya menangis dan Dion terdiam.

Ketika sampai ditempat tujuan , sebuah rumah makan sederhana , namun kali ini berbeda.
Ketika sampai , rawut wajahku masih menunjukan bahwa aku baru saja selesai menangis . Namun ketika itu aku kaget dan mulai untuk menangis sekencang-kencangnya. Tapi tangisan kali ini bukan karena sebuah penyesalan, namun ini berbeda. Aku menangis terharu setelah memasuki rumah makan tersebut.

“SELAMAT ULANG TAHUNNNNNNNNN OCHAAAAAAAA..!!!!!!!!” kata teman-temanku serentak sambil beberapa dari mereka membawakan kue ulang tahun dan menyanyikan sebuah lagu ulang tahun untuk-ku.

Aku sendiri saja tidak ingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunkun. Dengan wajah bingung diiringi isak tangis , aku bertanya . Semua ini rencana siapa..? dan darimana kalian tahu ini hari ulang tahunku..? tanyaku saat itu .Tiba-tiba Dion yang menjawab.

“Semua ini adalah Ide ku , Aku tahu kapan kamu ulang tahun. Karena ketika masa perkenalan dulu , kamu menyebutkan Nama lengkapmu sebagai Sannisa Putri Yastine , Lahir di Bandung , tanggal 29 Agustus 1995.” Bukankah hari ini adalah hari minggu..? tepatnya tanggal 29 Agustus bukan..?”

Aku langsung memeluk Dion dan berkata terimakasih dan membuat tangisanku semakin kencang. Ditambah lagi ketika itu Dion menyewa semua tempat duduk yang ada , sehingga kali ini benar-benar spesial untuk-ku.



Dion berkata :

“Hei sayang , jangan nangis gitu dong , entar cantikknya ilang lho :P . Sebelumnya aku minta maaf , karena aku tidak bisa memberikan dan menjadi yang terbaik untuk kamu , aku tidak bisa membuatmu menjadi yang terbaik juga dihadapan teman-temanmu. Asal kamu tahu, di hati aku , kamulah orang yang terbaik dalam hidup aku. Aku akan selalu menyayangimu . Dihari ulang tahunmu , aku harap aku masih bisa melihatmu tersenyum seperti itu , dan juga aku berharap dihari ulang tahunmu selanjutnya , aku masih bisa bertemu dan mengucapkan selamat ulang tahun kepadamu . Karena inilah hari terakhirku berada disini... Tak banyak yang bisa aku kasih , aku hanya bisa memberikan kasih dan sayang yang tulus serta kebahagian kecil kepadamu . .. :’) “

Aku langsung terdiam kaget dan memeluk erat Dion . Aku tidak tahu harus bagaimana , Aku tidak mau Dion mengucapkan selamat tinggal kepadaku . Kali ini aku Sadar akan rasa Cintaku kepada Dion. Aku benar-benar mencintai Dion kali ini . Aku tidak ingin Dion pergi jauh dari aku .

“Kamu mau kemana..? Jangan pergi , aku juga sayang kamu . Plisssss jangan pergi , kalo kamu sayang sama aku plisssssss , bertahan demi aku . :’( “ Kataku saat itu.

Kemudian dengan wajah Bersedih dan meneteskan air mata , Dion menjawab :

“Dulu , Orang tuaku sering meminjam uang kepada Bank . Karena pinjaman itu berangsur sejak lama , dan orang tuaku tidak bisa membayarnya , terpaksa rumahku kali ini disita . Dan kami harus pergi . Baik jauh ataupun dekat , percayalah aku tidak akan pernah melupakan kamu . Aku masih milikmu , sampai kapanpun dan sampai manapun kamu juga tetap milik aku , Kumohon jangan pernah lupakan aku , Sakit lho rasanya dilupakan itu.. :’) “

Aku hanya bisa pasrah , tetapi sekali lagi , Dion , terimakasih atas semua ini . Aku sadar akan cinta yang kamu buat , aku sadar , dan sekarang aku mengerti . Tak selamanya cinta itu berakhir dengan luka , karena kali ini walaupun belum berakhir . Tapi kamu pergi dan meninggalkan kenangan ini, tetapi setidaknya , sebelum kepergianmu , kamu telah membuatku merasa senang dan bahagia , sehingga yang ku ingat setelah kamu pergi hanya kenangan dan kebahagiaan ini . Terimakasih Dion.
I be aware of its existance love . // Aku sadar akan adanya Cinta.


 
            4 tahun kemudian...


Dimana kamu saat ini Dion . Setelah skripsiku ini lulus , aku akan mencari kerja dan menemukanmu , dan aku ingin menikah serta bahagia denganmu . Aku tidak akan melupakanmu , karna memang betul Sakit rasanya dilupakan itu . Dion , tunggu aku......

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer wahaha
wahaha at I be Aware of existence love (3 years 38 weeks ago)
20

menarik. cuma yang mau transisi ke 4 tahun kemudian itu rasanya kurang dramatis. mungkin bisa ditambah kalimat-kalimat lagi gitu? saran sih. nice ;-D

Writer Alexis Iggy
Alexis Iggy at I be Aware of existence love (3 years 38 weeks ago)

Hmm..ada beberapa typo. Paragraf-paragraf awal mungkin bisa dipangkas agar pembaca tidak bosan, Nona. Soalnya inti pertanyaan monolognya bermakna sama. Terlalu banyak tanda baca koma dan titik yang justru bikin kalimatnya terasa nanggung dan kurang efektif. Penggunaan kata depan masih ada beberapa yang keliru, titik koma masih banyak yang hmm...tidak pada tempatnya. Misalnya: bahagia denganmu . Aku tidak bla bla bla. Seharusnya: bahagia denganmu. Aku tidak bla bla bla. Hehe maaf kepanjangan.

Writer yummy2
yummy2 at I be Aware of existence love (3 years 38 weeks ago)
70

Aku numpang mampir ya. Masih ada typo (sedikit sih, mungkin karena terburu-buru ), penggunaan huruf kapital pada awal kalimat juga masih ada yang tidak memakai, gak banyak sih, tapi ada. Konflik akhir ceritanya? Bikin aku sedikit bertanya, tapi semua tergantung authornya aja. Bagus ceritanya. Maaf, bila ada kata-kata saya yang salah. Di mangapin aja ya heuh,heuh,heuh. Salam kenal ya. Terima kasih.