-

-

Read previous post:  
Read next post:  
Writer hidden pen
hidden pen at - (3 years 27 weeks ago)
80

jadi ini pengembangan yang dirimu bilang di 'ayah tatiana' ya. Ehm bagus dan ane jadi tersihir karena sikap tatiana . Oohh sikap tatiana ini kayaqnya mentingin egonya yak ? ane jadi greget dech sewaktu berdebat dengan ratih, dia kayak ngeyel gitu. Umm auk ah mau komen apa lagi. Ehm ehm

Writer Liesl
Liesl at - (3 years 29 weeks ago)
80

Ini Tatiana umur berapa ya? Anak SMP? *sotoy*
Mungkin kalau dikasih keterangan umur, pembaca bisa lebih maklum sama sifat labilnya Tatiana.
Ini lanjutan dari yang tantangan kdza waktu itu? Tatiana yang di sana jauh lebih dewasa dibanding yang di sini ahaha..

Seperti biasa cerpenmu mengalir enak dibaca. Beruntung Tatiana punya teman yang berani mengoreksi dia terang-terangan seperti itu. Ditunggu lanjutannya~

Writer rian
rian at - (3 years 27 weeks ago)

Di cerita ini Tatiana umurnya 15. Di "Ayah Tatiana" umurnya 17.

Makasih udah komentar

Writer 2rfp
2rfp at - (3 years 29 weeks ago)
2550

satu hal yang pasti kalo baca tulisan kamu itu pembawaannya yang menarik. bikin mata pengen terus lanjut sampai akhir, walaupun ceritanya biasa. seperti cerita ini. saya suka tokoh utamanya, sempet senyum2 liat kelakuan si tati.

ditunggu kelanjutannya

Writer rian
rian at - (3 years 29 weeks ago)

makasih:D

Writer Shinichi
Shinichi at - (3 years 29 weeks ago)
80

buat saya, cerita ini malah enggak greget lho. semoga karena ini masih bagian awal cerber. mohon maaf nih karena saya kurang bisa memahami pergulatan batin Tatiana serta kemarahan sampai sumpahnya yang aduhai itu terhadap Aan, yang adiknya sendiri. saya malah pengen teriak minta tolong dijelasin unsur apa yang membuat Tatiana bisa dikatakan terobsesi dengan Bunda. keterikatan mereka itu dasar hubungan ibu-anak saja enggak cukup buat saya memaklumi ia marah-marah kepada Aan dan "tuduhan" Ratih. saya membayangkan konflik yang ril pulak. ahak hak hak. agak sulit saya mengiyakan beginilah yang terjadi, meski seharusnya mungkin begitu.
.
sisi lainnya adalah karakterisasi cerita ini lumayan bikin senyum-senyum. hanya saja saya masih merasa apa yang terjadi di sini kurang nyata saja. kurang dekat buat saya. jika itu dekat ke penulis, sepertinya kamu punya pekerjaan besar untuk membawakannya ke hadirat pembaca, secara emosional dan sebab-akibat. hal lainnya, saya sedikit banyak senada dengan Lii.
.
kip nulis dan kalakupand. ahak hak hak

Writer rian
rian at - (3 years 29 weeks ago)

Iya, wajar kalau pembaca bingung kenapa Tatiana drama sekali orangnya. Pinginnya sih entah bagaimana saya bisa meyakinkan pembaca kalau Tatiana orangnya emang gitu, labil, enggak rasional, sekalipun saya tau itu kurang masuk akal di dunia nyata.

Tapi betul sih. Pekerjaan saya buat meyakinkan pembaca tentang obsesi Tatiana-Bunda ini masih kurang.

Makasih, ya, AbangR

Writer Wanderer
Wanderer at - (3 years 30 weeks ago)
100

Halo, saya suka ceritanya nih.
Latar sihir yang identik dengan kebaratan namun tokoh-tokohnya bernama pribumi, jadinya lucu. In a good way, ya, jadi menarik maksud saya.
Benar-benar cocok untuk jadi cerita anak yang menghibur sekaligus mendidik. Latarnya, tokoh-tokohnya, juga konfliknya. Tapi saya setuju sama Mbak yang di bawah, tampaknya di sini, unsur sihir hanya jadi 'penghias'. Baiknya, di kelanjutannya kamu kasih peran lebih terhadap 'sihir' yang bisa berhubungan langsung dengan konflik ceritanya.
Narasinya emosional sekali, seru. Berasa bisa memposisikan diri sebagai Tatiana.
Maaf bila kurang berkenan. Salam kenal.

Writer rian
rian at - (3 years 30 weeks ago)

Iya, memang ditujukan buat anak-anak sampai remaja. Seneng deh kalau ada yang suka:)

Betul, unsur sihir cuma tempelan. Entah, masih belum ada ide gimana bikin unsur sihirnya bisa jadi lebih integral.

Makasih

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at - (3 years 30 weeks ago)
80

yee kirain BPS itu Badan Pusat Statistik, hehehe.
ada beberapa hal menyangkut tagar cerita ini yang katanya Cerita Bersambung.
pertama, sampai di bagian Ratih, saya sempat menganggap ini cerpen saja yang permasalahannya menuju tuntas di akhir. ya, penjelasan Ratih itu sbg pemecahan masalah, membuat Tatiana tersadar akan sikapnya yang kurang bijaksana (#jyaaa). sampai di situ, saya jadi inget sama cerpen2 awal kamu, yang ada anak lelaki konflik sama mamanya. di situ, kalau enggak salah inget, saya juga nyinggung tentang pemecahan masalah yang rasanya terlalu gampang. satu tokoh kasih penjelasan pada tokoh lain, selesai. tapi, dl cerita ini, kehadiran Pak Totok yang tiba2 membuat saya tersadar bahwa ini Cerita Bersambung, permasalahannya belum selesai sampai di penjelasan Ratih. thanks to Pak Toto, hahaha.
kedua, tentang elemen sihir. imajinasinya cukup asyik, membayangkan dunia sebagai yang kita tempati sekarang disertai hal2 magis begitu. tapi, sehubungan dengan inti cerita, apakah elemen2 sihir itu benar2 berperan? apabila elemen2 sihir itu enggak ada, akankah memengaruhi jalan cerita? saat Tatiana menulis surat malam2 untuk bundanya, dia bisa saja menyalakan lampu remang2 alih2 tongkat. saat Tatiana membakar surat2 untuk bundanya, dia bisa saja menggeret korek api alih2 sihir api. Anjani si penyihir sakti, jikalau perannya cuman sbg penghias sudut buku tulis, bisa saja diganti dg Helokiti. dapur bisa becek misalnya karena ngutak-ngatik keran shg rusak atau apalah, shg bikin ayah Tatiana marah, enggak mesti karena mantra hujan di dalam ruangan. dsb. pelajaran2 sihirnya pun jika diganti dg pelajaran manusia biasa seperti Matematika, Biologi, dst, akankah mengubah konflik antara Tatiana dan adiknya? tapi lagi2 saya ingat bahwa ini Cerita Bersambung, jadi siapa tahu elemen sihir ini baru akan menunjukkan peranannya yang benar2 berarti di sambungannya. barangkali saja dg sihir mereka bisa berhubungan dg arwah Bunda di alam barzah :O
selebihnya ...
saya suka konflik antara Tatiana dan adiknya, soal memonopoli Bunda itu. padahal Tatiana sepatutnya bisa berbagi dan malah menjadi pengganti sosok Bunda bagi adiknya. tapi dia malah bertingkah drama (hahaha), kenapa adiknya enggak dikutuk jadi batu sekalian.
terakhir, saya nikmat dg gaya bahasamu. terasa luwesnya, dan pas lah, hehehe.

Writer rian
rian at - (3 years 30 weeks ago)

Ini awalnya dari tantangannya Thiya yang dulu itu. Saya dapet slice-of-life + fantasi. Terus dapat ide tentang keluarga bermasalah ini. Saya suka sama keluarga ini, jadi pingin lagi nulis tentang mereka.

Betul, sebenernya unsur-unsur sihir itu cuma tempelan aja. Anggaplah semacam cita-cita saya, tapi enggak mungkin bisa kesampaian. Siapa sih yang enggak pernah punya cita-cita jadi penyihir waktu kecil?

Tapi sempat juga mikirin ini jadi semacam serial. Ceritanya seputar konflik Tatiana dan keluarganya. Enggak bakal jadi action-adventure kayak Harry Potter yang jelas, hehe

Writer triana44
triana44 at - (3 years 30 weeks ago)

bisa dilajut cerita ini, bagus kok ceritanya. Semangat berkarya ya

Tiang PJU Murah | Lingerie Murah