Maaf

When the days are cold and the cards all fold.

Langit tengah mendung, berusaha mempersiakan kejatuhan air oleh awan. Orang-orang tengah berlarian mencari tempat berteduh untuk sekedar memasang jas hujan.

Dia diam. Memandangi sekumpulan orang di hadapannya dengan pandangan kosong, seakan tidak memiliki tujuan hidup.

"Tolonglah, aku tidak punya uang lagi."

Salah satu dari sekumpulan orang tersebut menoleh padanya, lalu menatap dengan dingin. "Astaga, Jun. Baik, baiklah. Kalau begitu kuganti tugasmu. Tugas barumu adalah membawa pacarmu dalam keadaan terikat atau membunuhnya kemudian membawa mayatnya ke hadapan kami."

When your dreams all fail and the ones we hail are the worst of all.

Jun terduduk lemas, mendapati bahwa kenyataan tengah mengujinya untuk terus setia pada tuannya. Kemudian seseorang menarik rambutnya kuat sekali, yang mengakibatkan Jun harus berdiri dengan kaki yang sangat lemas.

"Jangan duduk, Bodoh! Segera laksanakan atau kau yang mati!"

Kemudian orang tersebut mendorong Jun dengan keras. Jun terpaksa berjalan, menjauhi mereka agar tidak 'mati' dengan tidak terhormat.

Entah takdir memang ingin mempermainkannya atau tidak, namun Jun melihat pacarnya tengah berdiri memunggunginya sembari membaca novel di depan halte. Ia hendak berteriak memanggil pacarnya, namun tenggorokannya tersekat, suaranya tidak mau keluar. Sebagai gantinya, air mata justru mengumpul di pelupuk matanya, siap untuk jatuh menuju pipinya.

Pacarnya adalah satu-satunya orang yang peduli padanya. Dan kini ia harus membunuhnya? Seorang yang peduli padanya? Seorang yang selalu mengobati lukanya? Seorang yang telah ia anggap sebagai 'tiang' kehidupannya? Segala hal itu ... haruskah?

Your eyes, they shine so bright. I wanna save that light, I can't escape this now.

"Manda!" Akhirnya, sebuah suara mampu keluar dari mulut Jun.

Manda menoleh, mendengar suara Jun memanggilnya. Sebuah senyum manis langsung terulas di wajahnya ketika melihat sosok Jun di kejauhan. "Hei, Jun! Tak kusangka kita bertemu di sini."

Jun tersenyum terpaksa, kilasan-kilasan memori tentang Manda terputar di benaknya.

"Jun, jujur padaku. Kau kenapa sampai lebam dan nyaris tak berbentuk begini?"

" Aku ... masuk dalam perkumpulan orang jahat karena aku berhutang nyawa pada bosnya. Dan aku disuruh mencopet 10 orang dalam satu hari. Aku berhasil, sampai pada orang ke-sembilan aku ketahuan, dan dipukuli oleh masyarakat sekitar. Dan ketika aku melapor pada Bos ia langsung mengamuk, kemudian memukuliku dengan anak buahnya."

Kemudian Manda memeluknya, erat sekali. Seakan-akan Jun akan pergi jika ia melonggarkan sedikit pelukannya. Jun yang saat itu tengah dipeluk, hanya mampu memeluk balik dengan segenap kekuatan yang masih dimilikinya.

...

"Jun, sini aku obati."

Manda mengobati luka-luka pada Jun dengan lembut, penuh kehati-hatian. Astaga, Jun kala itu sangat berharap agar dapat memberhentikan waktu dan menatap Manda yang saat itu tengah fokus kepada lukanya dengan beberapa helai rambut yang jatuh menutupi matanya.

"Jun? Kau terluka lagi?"

Suara lembut Manda membuat Jun tersadar dari kenangan-kenangan yang tadi terputar. "Ah, iya. Maaf merepotkanmu."

Manda menarik tangan Jun, berjalan terlebih dahulu. Tangan yang tengah menariknya ... sebentar lagi akan pergi meninggalkannya. Punggung yang kini berjalan di depannya ... sebentar lagi akan meninggalkan dunia ini karena dirinya.

"Manda," panggil Jun pendek.

Manda menoleh, "Iya?"

"Aku ... disuruh membunuhmu. Maaf ... maaf ... maafkan aku ...." Jun berbicara dengan air mata yang mengalir deras melalui matanya.

Tarikan pada tangan Jun berhenti sejenak. "Ya sudah, kuobati dulu lukamu, baru kamu bunuh aku." Manda berbicara kecil sembari tersenyum pahit.

When you feel my heat, look into my eyes. It's where my demons hide. It's where my demons hide.

Badan Jun membeku. Lidahnya terasa kelu, tak mampu berkata-kata. Manda terlalu pasrah, terlalu mengorbankan diri untuknya.

"Hei Jun, bisakah aku minta satu pelukan terakhir?"

Jun menatap Manda dalam, kemudian mengangguk perlahan. Belum tepat sedetik setelah Jun mengangguk, Manda sudah memeluknya erat.

Jun mengeluarkan pisaunya, lalu menancapkan pisau tersebut ke dalam punggung pacarnya itu. Manda terkesiap, kemudian melepas pelukannya terhadap Jun. Manda menatap Jun dalam, berusaha menembus pertahanan Jun.

"Maaf ... maaf ... maaf ...."

Manda mengelus wajah Jun, kemudian berkata dengan pelan, "Sebelum aku mati, izinkan aku bilang satu hal."

"Apa?"

"Aku mencintaimu lebih dari yang kamu rasakan."

Kemudian Jun menancapkan satu pisau lagi di dada Manda dan Manda langsung meninggal seketika.

Jun membopong mayat Manda menuju kamarnya, kemudian memfotonya dengan polaroid. Ia tersenyum miris sembari bergumam, "Maafkan aku, Manda," berkali-kali.[]

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer ikhsandi373
ikhsandi373 at Maaf (1 year 40 weeks ago)

kok si manda pasrah aja ya dibunuh gitu, walaupun ama pacarnya sendiri?

dan di bagian "Dan ketika aku melapor pada Bos ia langsung mengamuk, kemudian memukuliku dengan anak buahnya"
ini maksudnya si bos nyuruh anak buahnya buat mukulin Jun kan?

Writer FaraniD
FaraniD at Maaf (1 year 15 weeks ago)

Nah, itu termasuk kesalahan saya dalam pembuatan cerpen ini, hehe.
.
Maksudnya itu si bos mukulin Jun bareng-bareng sama anak buahnya

Writer chawxyz
chawxyz at Maaf (2 years 5 weeks ago)
50

Hehe.. Semangat yaaa

Writer Ruf_ina
Ruf_ina at Maaf (2 years 6 weeks ago)
60

Dangkal. Masih kurang dalam. Kenapa dan mengapa Jun harus membunuh Manda juga masih tidak jelas. Motivasinya kurang kuat--atau malah tidak sama sekali. Setuju! Tulisan ini perlu dibuat lebih detail lagi. Dan tentang pengorbana Manda, memang tidak wajar. Sepertinya aku cuma mengulang-ulang keluhan yang ada.
.
Ah ya, pastikan lirik lagu ditulis cetak miring. Biar jelas.

Writer FaraniD
FaraniD at Maaf (2 years 5 weeks ago)

Mengulang-ulang keluhan yang ada? Tidak juga, justru itu malah mengingatkan saya kembali ;D
-
Seperti komen sebelumnya, entah mengapa ketika saya memasukkan italic dan bold, waktu di post tidak mau keluar T^T
Jadi ... maafkan keeroran server di rumah saya :)))

Writer fuaina
fuaina at Maaf (2 years 7 weeks ago)
30

halo, menurut saya ceritanya kurang detail hehehe
anyway saya excited loh waktu baca ada lirik Demons (ini ga penting sih)
bikin sekuelnya dong :)

Writer FaraniD
FaraniD at Maaf (2 years 7 weeks ago)

Terima kasih sudah mampir^^
.
Wahaha, penggemar lagu Demons?
.
Sequelnya ... ditunggu aja ya :v

Writer The Smoker
The Smoker at Maaf (2 years 7 weeks ago)
50

emm, ini...
anggap saja banyak bagian yg hilang, aneh.mungkin udah dituturkan sama yg lain di bawah.
saya sangat setuju dengan L : #Saran, menulislah dari yang dekat dengan
keseharianmu, atau tentang yang kamu ketahui#

Writer FaraniD
FaraniD at Maaf (2 years 7 weeks ago)

L? L siapa? L di Death Note? ._.
.
Terima kasih sudah kritik saran disini^^

Writer torii94
torii94 at Maaf (2 years 7 weeks ago)
60

Hmm. Sebenarnya ide ceritanya menarik, aku gak bosan baca dari awal sampai akhir. Tapi...kok endingnya gitu? Mksdku (sma kya komen2 di atas juga), ceweknya pasrah banget. Dan cowoknya juga gampang banget bunuh si cewek, lebih sayang nyawanya sendiri dripda nyawa cewek yg dicintainya. Egois.
Knpa gak dbikin lebih complicated aja, misalnya cowoknya ngajak kabur si cewek terus ketahuan. Terus bisa juga bikin ending cowoknya yg mati demi melindungi si cewek, atau ceweknya yg mati demi melindungi si cowok.
Eh, tapi ini sekedar saran siihh.
Akhir kata, salam. *kabuuurr

Writer FaraniD
FaraniD at Maaf (2 years 7 weeks ago)

Wah, jangan kabur, sini saya balas dulu komennya *eh
.
Sepertinya saya benar-benar harus bikin sequelnya T^T
Terima kasih sudah komen kritik dan saran disini! Salam balik^^

Writer ichii06
ichii06 at Maaf (2 years 7 weeks ago)
60

Wooooow, Jun-nya tega banget. Apa dia nggak cinta2 amat sm Manda?
Berharap cerita ini dibuat lebih panjang~
Mungkin kalau lbh panjang, bs terjelaskan kenapa Jun lbh memilih membunuh Manda yang notabenenya adalah orang yang dia cintai ketimbang memberontak atau berkhianat dari bos-nya yang dingin banget.
Semangaaaaat dan salam. XD

Writer FaraniD
FaraniD at Maaf (2 years 7 weeks ago)

Hmm ... baiklah, baiklah. Sepertinya saya harus membuat sequelnya atau bahkan dijadikan cerita bersambung :v
.
Terima kasih! Salam balik^^

Writer wmhadjri1991
wmhadjri1991 at Maaf (2 years 7 weeks ago)
70

Uh..
Adegan penusukan Jun-Manda itu gak logis emang. Kenapa secinta itu dia sama pacarnya? Kenapa setega itu juga pacarnya membunuh dia?
Saran: coba tambahin adegan flashback misalnya? supaya pembaca tahu masa lalu mereka berdua gimana, terus si Jun berhutang nyawa sama bos mafia gimana sampe2 dia tega bunuh pacarnya?
Informasi, Fara, kasih pembaca lebih banyak informasi dan detail.
Salam!

Writer FaraniD
FaraniD at Maaf (2 years 7 weeks ago)

Entah kenapa saya selalu kurang dimemberikan informasi T^T
Saya selalu gagal menempatkan diri saya sebagai pembaca, dan baiklah, cerita berikutnya saya bakal memberikan informasi ><
>
Terima kasih sudah mampir, semoga nggak kapok ><

Writer wmhadjri1991
wmhadjri1991 at Maaf (2 years 7 weeks ago)

Enggak bakal kapok ^^

Writer puTrI_keg3lapaN
puTrI_keg3lapaN at Maaf (2 years 7 weeks ago)
50

Terlalu...aneh...I mean, gak peduli secinta apa kamu sama seseorang, kamu gak akan semudah itu memberikan nyawamu untuk mereka. Or at least, kenapa Manda enggak ngajak si Jun kabur atau apa kek. Kesanny kok pasrah banget si Manda ini. Maaf, saia gak terlalu suka sama karakter yang cuma bisa pasrah gitu aja

Kemudian saia bingung dengan kalimat ini "langit tengah mendung,berusaha mempersiakan kejatuhan air oleh awan." Pertama, itu typo, mungkin maksudny mempersiapkan

kedua, siapa yang bersiap2 kejatuhan air? Langit? Kan awan ada di langit.. Terus orang2 berlarian mencari tempat teduh, kan itu belum hujan. Buat apa mereka panik. Mendung belum tentu hujan, tapi hujan sudah pasti mendung

Terus alangkah lebih baikny kalau lirik laguny di-italic, biar jelas. Dan tolong sebutkan judul serta penyanyi lagu tersebut. Setidakny hargai mereka dengan mencantumkan nama mereka dalam karyamu jika kamu memang menggunakanny atau lagu mereka menemanimu selama proses pembuatan karyamu

Writer FaraniD
FaraniD at Maaf (2 years 7 weeks ago)

Wah, saya belum ngecek typonya T^T
Iya, saya juga nggak terlalu suka sama sifatnya Manda :v
Iya, soal orang-orang panik itu maksudnya sebelum hujan biar siap terlebih dahulu (?)
>
Saya sudah mengitalic dan underline, cuman entah kenapa waktu saya post italic+underline nya nggak mau keluar T^T
>
Soal judul serta penyanyinya, sudah saya tulis yaa, di log. Terima kasih sudah mengkritik dan saran disini^^

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Maaf (2 years 7 weeks ago)
20

.

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Maaf (2 years 7 weeks ago)

Cuma saya seorang yang komennya tidak dibalas, **pergi ke pojokkan, ada laba-laba, teriak, lari ke kamar mandi**
.
Ok, berhenti main-mainnya.
.
Jadi begini, kemarin saya tak bisa berkomentar apa-apa meski banyak sekali hal yang ingin saya sampaikan, jadi nunggu komen yang bisa memancing saya bicara banyak.
.
Dan sekaranglah waktunya.
.
Seperti kata puTrI_keg3lapaN
.

Langit tengah mendung, berusaha mempersiakan kejatuhan air oleh awan. Orang-orang tengah berlarian mencari tempat berteduh untuk sekedar memasang jas hujan.

.
saya akan mengunci kata "berteduh" yang identik dengan kata berlindung dari sinar matahari, yang mana berbeda sekali dengan deskripsi cerita tentang mendung. Bisa juga berlindung dari tetes hujan, tapi lagi-lagi kurang tepat dengan deskripsi cerita yang masih belum hujan. Intinya, diksi di sini kurang pas untuk deskripsi latar cerita. Di tambah tidak ada keterangan turun hujan setelah itu. Lalu apa inti dari hal tersebut?
.
Lalu fokus cerita yang tiba-tiba diubah begitu saja, setelah mendeskripsikan latar suasana dan tempat langsung menyorot tokoh utama. Peralihan dari latar ke tokoh di sini kurang mulus.
.
Dan penokohan di sini terkesan datar, serta memaksa. Pandangan Jun yang dikesankan narator pun kurang masuk logika. Kenapa kalau mati dihajar oleh mereka akan menjadi "mati tak terhormat" sementara ia rela melakukan hal lebih tidak terhormat (membunuh pacarnya) untuk menghindari hal itu?
.
selain itu saya kurang sreg dengan Jun yang berhutang nyawa pada orang yang ia katakan "Bos" itu. Tidak ada penjelasan lebih jauh, dan dalam bayangan saya si Bos pernah menyelamatkan Jun dari kematian, maka ia berhutang nyawa pada si Bos.
Hal ini malah tidak masuk akal jika Bos menyuruh anak buahnya menyiksa Jun, yang pernah ia selamatkan?
.
Dan saya bingung pula motif dari mereka yang menyuruh Jun untuk melukai pacarnya.
Ada pula:

" Aku ... masuk dalam perkumpulan orang jahat karena aku berhutang nyawa pada bosnya. Dan aku disuruh mencopet 10 orang dalam satu hari. Aku berhasil, sampai pada orang ke-sembilan aku ketahuan, dan dipukuli oleh masyarakat sekitar. Dan ketika aku melapor pada Bos ia langsung mengamuk, kemudian memukuliku dengan anak buahnya."

.
Dalam satu hari Jun disuruh mencopet 10 orang dan ia berhasil, artinya ia telah mencopet 10 orang, tapi kenapa ia gagal ketika mencopet orang kesembilan?
.
Dan terlalu banyak pertanyaan saya tujukan pada tokoh Jun dan Amanda.
.
Maaf jika kata-kata saya tidak berkenan di hati, teruslah menulis.
.
Saran, menulislah dari yang dekat dengan keseharianmu, atau tentang yang kamu ketahui.
salam....

Writer FaraniD
FaraniD at Maaf (1 year 4 weeks ago)

Itu mungkin kesalahan saya di kurangnya memberi informasi. Maksud dia berhasil, itu Jun berhasil mencopet terus menerus hingga orang kesembilan menghancurkannya. Begitu hehe.
'
Nah, si bos itu menyelamatkan supaya Jun mau berbuat unuk dia. Kayak mata dibalas mata, jadi hidup dibalas hidup gitu.
.
Ini cerpen jaman jahiliyah, jadi terima kasih sudah memberi kritik dan saran, saya sadar banget kalau cerpen ini masih jauh dari kata standar.
.
semoga nggak kapok mampir ya :D

Writer hidden pen
hidden pen at Maaf (2 years 7 weeks ago)
100

haahh tidak sama dengan kupikirkan, seperti jun akan membatalkan gitu. Tapi justru melakukannya. Jun terlihat gimana ya, psikopat. Cerita ke dua ini sungguh mengharukan loh. Aku suka. Cuma sayang banget jadi cerpen, harusnya cerita bersambung gitu. Siapa bosnya, masuk organisasi apa. Kayaq gitu menurutku.

Writer FaraniD
FaraniD at Maaf (2 years 7 weeks ago)

Cerita bersambung ya ... akan saya pikirkan kapan-kapan :vv
>
Psikopat. Wah, itu diluar ekspetasi saya loh. Saya cuman mikir kalau Jun ini berhutang nyawa sama Bos-nya sampai mau membunuh Manda.
>
Terima kasih sudah mampir dan komen di lapak saya^^