Selamat Datang dan Selamat Tinggal

Selamat datang rintik hujan
Tak tampak jelas bulirmu
Tapi degupmu mengalun syahdu
Berkecamuk perasaanku

Jiwa tanpa dosa membasuh jiwa
Menemani harapan yang diletakkan sia sia
Hadirmu menyulap kepastian asa
Tak bisa dipungkiri..terselip bahagia

Maaf aku tak bisa berjalan bersama terlalu larut
Bukan..bukan karena aku tak cinta
Dewa matahari kan murka
Tak mungkin kita diterima

Sang surya tak pernah mencintaiku
Tak mungkin bahagia hanyut dalam haru
Tepat hari setelah rabu
Berpisah kita di sudut biru

Maafkan aku

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post

Basi
Banget
Ciyus

apa sih karya gw yg ga basi di elu, bray? -_-
anyway thank you for dropping by tho

60

nitip poin aja #tuinggg :v
bagus kok puisinya kak, mampir juga kasih arahannya hehe
http://www.kemudian.com/users/vanzoelska/posts

Writer man Atek
man Atek at Selamat Datang dan Selamat Tinggal (3 years 22 weeks ago)
100

rabu-nya beraroma biru
hm, sipsip!

Writer Nine
Nine at Selamat Datang dan Selamat Tinggal (3 years 22 weeks ago)
100

:')

bang naen tumben cuma emotikon aja komennya?..ga diquote lagi kan bang yg ini? hehe

Writer diraparau
diraparau at Selamat Datang dan Selamat Tinggal (3 years 29 weeks ago)
90

Aliranya lancar, tapi sedikit keruh, dan memang benar, ada palung yang dalam di bagian "Jiwa membasuh jiwa", saya suka bagian ini... :)

Writer ndut
ndut at Selamat Datang dan Selamat Tinggal (3 years 30 weeks ago)
80

:)

80

Aaajjjiibb bagian akhir pamungkas banget ^_^ tapi tunggu? Jiwa tanpa dosa membasuh jiwa? Ane gagal paham, hehehe maksudnya apa ya? #gubrak gagal pertamaxx

Jiwa di depan dan jiwa dibelakang adalah dia kowa yg berbeda tapi ada tautan

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Selamat Datang dan Selamat Tinggal (3 years 30 weeks ago)

ehm ... ehm ....

uhk...uhk...#kaabbuurr

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Selamat Datang dan Selamat Tinggal (3 years 30 weeks ago)
70

Oma Amanda, miss you so much much much much more ^_^

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Selamat Datang dan Selamat Tinggal (3 years 30 weeks ago)

komen macam apa ini? kalau komen itu yang berguna dong! **tendang ke jurang*-

Kangen ya kangen..tapi komen juga dong ah..mana cerita ttg tas brandednya??

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Selamat Datang dan Selamat Tinggal (3 years 30 weeks ago)

Di tagih melulu oleh Oma, jadi tidak mau menulisnya agar ditagih terus :v
sebenarnya outlinenya sudah jadi, tinggal eksekusi saja, tapi izinkan saya nonton MotoGP sampai selesai dulu (lagi tegang-tegangnya ini), baru nanti saya tulis...hehehe.
.
ok, komen. Karena saya tak panda tentang puisi, saya hanya ingin mengatakan kesan saya.
.
Jujur saya kurang suka puisi dengan rima ok, tapi kehilangan mana karena ngejar rima itu.
Untuk puisi ini rimanya ok, maknanya kurang bisa saya tangkap (karena mungkin saya bukan dari sekte puisi) dan suasananya bisa saya bilang sederhana, tidak glamor sampai membuat terpesona atau miskin yang membuat haru.
Seperti itu, maaf jika tidak berkenan di hati.
Salam

Hihi..dipaksa komen langsunh ngebegal gitu wkwkkw..iya entah kenapa saya suka ngerima -_-..saya lebih parah lagi..ga bs nulis juga sebenernya..ini mmg ga sedih bgt tapi ga seneng bangey..banyak bingungny memang..tetiba datang, sayanh tapi harus pisah. Harus. Gitu :(

sepak LQ :v

Writer Atre
Atre at Selamat Datang dan Selamat Tinggal (3 years 30 weeks ago)
80

aku masih mengawang, antara kesedihan atau tak ingin bahagia?
aku cukup sulit mencerna puisi ini
apakah tentang seseorang yang sedang sedih dan menganggap hujan sama dengannya, tapi hujan akan hilang terganti matahari sementara kesedihannya akan tetap tertinggal, matahari pun tak bisa menghilangkan rasa sedih itu seperti ia menyapu bersih sisa hujan.
jadi aku hanya bisa bertanya-tanya dan maaf jika pertanyaanku cukup menggangu :)

Oh emm

Matahari merujuk sosok..bukan literally matahari

Ga ada hub sama hujan sebenernya..tapi bentuk awalnya mirip bulir hujan..ada bahagia tapi sedih juga..perasaanya campur aduk

Writer Wanderer
Wanderer at Selamat Datang dan Selamat Tinggal (3 years 30 weeks ago)
80

'"Tepat hari setelah rabu
Berpisah kita di sudut biru"
Ajib :)
Kali ini saya gak ngomen dulu ya, but still I enjoy this poem :)
Salam.

Eh makasih loh mbanya :)