Untuk Adik

Disclaimer: Tulisan ini dibuat karena terinspirasi dari cerita “Uang dari Paman” karangan Ganda Rudolf, yang termuat dalam suplemen Klasika Kompas, 6 Desember 2015. Mari kita kembali membudayakan kegiatan mendongeng secara masif pada setiap keluarga di seluruh Tanah Air, guna menyebarkan nilai-nilai karakter unggul bangsa melalui dongeng. Yuk, kembali mendongeng! FB: Nusantara Bertutur | Twitter: NBertutur | Website: www.nusantarabertutur.com |

 

Hari itu aku membantu Mamang membereskan dagangan di rumahnya. Sesudah itu, aku diberi tiga lembar uang dua puluh ribu.

“Ini masing-masing satu, ya, buat kamu sama adik-adik kamu!” begitu kata Mamang.

“Makasih, Mang,” kataku.

Aku masukkan uang itu ke kantong celana. Lalu aku berjalan pulang dengan riang. Uang dua puluh ribu ini mending kubelikan apa, ya?

Aku langsung membayangkan sebuah ensiklopedia. Aku melihatnya di kios buku di samping kios milik Mamang. Ensiklopedia itu sangat besar. Kertasnya mengilap dan tebal. Gambarnya banyak dan semuanya berwarna. Tulisannya juga banyak. Aduh, aku sangat ingin memilikinya! Ensiklopedia itu juga kelihatan masih baru. Padahal aku tahu kios itu cuma menjual buku bekas.

Beberapa hari yang lalu, saat ikut Mamang berjualan di kiosnya, aku melihat ada orang yang menanyakan harga buku itu. Pemilik kios itu mengatakan seratus ribu. Tetapi orang itu menawar terus. Ia ingin membeli ensiklopedia itu seharga empat puluh ribu. Pemilik kios itu lalu bilang, “Enam puluh ribu. Enggak bisa kurang lagi.” Ensiklopedia itu pun tidak jadi dibeli.

Tiga kali dua puluh ribu … sama dengan enam puluh ribu!

Mudah-mudah ensiklopedia itu masih ada. Aku ingin cepat-cepat ke sana. Aku tahu mesti naik angkot jurusan mana. Tetapi sebaiknya aku makan siang, mandi, dan ganti baju dulu.

Aku pun sampai di rumah. Bersamaan dengan itu, terdengar suara “dong dong dong”. Itu tandanya ada penjual es kado. Es berbentuk kotak yang dibungkus plastik. Mungkin karena bentuknya kotak, es itu disebut begitu. Rasanya, ya, tentu saja dingin dan manis.

Mendengar suara itu, adik-adikku berebutan keluar dari dalam rumah. Tetapi, sampai di dekat pintu, mereka malah diam. Penjual es kado itu mendorong gerobaknya melewati jalan di depan rumah kami.

“Kenapa?” tegurku.

“Pengin es kado ….” Fathim melihatku. Dia menunjuk penjual es kado yang mulai jauh.

“Aku juga,” Aziz ikut-ikutan

“Bikin aja sendiri. Air sirup dimasukin ke wadah es batu,” kataku.

Ada suara anak-anak menghentikan penjual es kado itu. Fathim dan Aziz berlari ke pagar. Di situ mereka cuma berdiri. Mereka mengawasi penjual es kado melayani pembeli.

Aku meraba uang di saku celanaku. Uang ini akan lebih bermanfaat jika dibelikan ensiklopedia itu. Es kado dimakan sebentar juga habis. Ensiklopedia lebih awet dan bisa dibaca bersama-sama. Jadi ini untuk Fathim dan Aziz juga, supaya mereka pintar. Nanti mereka pasti akan berterima kasih padaku.

Maka aku pun makan siang, mandi, ganti baju, dan pergi ke kios buku.

Untunglah, ensiklopedia itu masih ada! Pemilik kios itu berbaik hati menyampulkannya untukku. Aku pun pulang menenteng plastik berisi ensiklopedia itu dengan gembira.

Ketika aku pulang, Ibu sudah ada di rumah. Ibu menanyakan buku yang kubawa. Aku katakan pada Ibu bahwa aku membelinya dari uang pemberian Mamang. Aku katakan juga bahwa ensiklopedia itu bagus buat kami bertiga. Untunglah Ibu tidak bertanya-tanya lagi. Beliau sedang sibuk menyiapkan lauk untuk makan malam.

Lalu aku menghampiri Fathim dan Aziz. Mereka tampak cemberut.

“Kenapa?” tegurku.

“Pengin cuanki,” kata Fathim.

“Aku juga,” Aziz ikut-ikutan.

“Ini kan sudah ada tahu sama tempe!” sahut Ibu dari dapur.

Fathim dan Aziz terus merengek. Aku memperlihatkan ensiklopedia itu pada mereka. Mereka jadi diam. Lalu mereka mulai membuka-buka buku itu. Tetapi mereka cuma melihat gambar-gambarnya. Aziz belum bisa membaca. Fathim sudah bisa membaca, tetapi dia tidak suka. Setelah sampai di halaman terakhir, mereka merengek-rengek ingin cuanki lagi.

Dasar adik-adik tidak tahu bersyukur. Mereka tidak boleh ingin jajan ini-itu melulu. Mereka tidak tahu uang Ibu cuma sedikit. Apalagi Bapak sudah tidak ada. Ibu yang mengatakan itu padaku. Kata Ibu, kalau uangnya banyak, beliau pasti akan sering-sering membelikanku buku baru.

Aku katakan pada Fathim dan Aziz, “Daripada jajan mending baca buku. Buku ini Abang belikan buat kalian, supaya kalian pintar! Biar ranking satu terus di kelas. Kalian mau enggak jadi ranking satu?”

“Mau,” kata Fathim.

“Mau,” Aziz ikut-ikutan padahal dia belum sekolah.

“Kalau gitu, bukunya boleh aku kasih nama aku juga, Bang?” tanya Fathim.

“Tulis nama Abang juga,” kataku.

Lalu Fathim menuliskan namaku, namanya, dan nama Aziz di halaman depan ensiklopedia itu. Dia baru belajar menulis, jadi tulisannya besar-besar dan jelek. Tetapi tidak apa-apalah.

Kami melihat-lihat isi buku itu lagi sambil aku menjelaskannya sebisaku.

Lalu terdengar suara siulan. Itu tandanya penjual putu sedang lewat. Fathim dan Aziz berseru pada Ibu, “Bu, putu, Bu!”

Aku membawa ensiklopedia itu ke kamar. Aku membacanya sampai ketiduran.

Keesokan harinya, di sekolah, aku tidak sabar ingin cepat pulang. Aku ingin membuka-buka ensiklopedia itu lagi. Aku ingin kembali melihat gambar Christopher Columbus, bola dunia, baju zirah, matahari, dan membaca semua tentang itu. Selain itu, ketika membacanya semalam, aku baru tahu bahwa ensiklopedia itu ternyata ada beberapa jilid. Kapan, ya, aku punya uang lagi untuk membeli jilid yang lainnya?

Sayangnya, hari itu aku tidak bisa cepat-cepat pulang. Ada latihan Pramuka. Kalau aku pulang cepat, dan ada Ibu di rumah, aku pasti ditanya-tanya. Jadi aku tetap mengikutinya dengan kurang bersemangat.

Akhirnya aku sampai di rumah lagi. Di ruang tengah aku melihat Fathim dan Aziz sedang mengerjakan sesuatu. Majalah-majalah lama berserakan di sekitar mereka. Rupanya mereka sedang membuat gambar tempel. Fathim yang menggunting gambar dari majalah. Aziz yang menempelkannya ke kertas buku gambar. Aku pun duduk di samping mereka.

“Bagus enggak, Bang?” tanya Fathim. Dia belum mengganti seragamnya. Padahal dia pasti sudah pulang dari siang tadi.

“Bagus,” kataku.

Fathim jadi girang. “Aku bisa ranking satu enggak?”

“Bisa jadi.”

“Ini cerita lo, Bang!”

Aziz merebut buku gambar itu dari Fathim, dan membukanya dari halaman pertama. Rupanya mereka telah membuat gambar tempel sampai berlembar-lembar. Hebat juga. Ini pasti karena aku membeli ensiklopedia itu. Dalam semalam mereka langsung jadi pintar! Lalu dengan bersemangat Aziz bercerita padaku sambil menunjuk-nunjuk gambar.

“Ini ada matahari. Mataharinya panas. Tank bajanya nembak matahari. Jeder! Arrgh .... Mataharinya sakit.”

Dia membalik halaman berikutnya.

“Ada pahlawan datang. Kamu tidak boleh nembak matahari! Siapa kamu?! Aku jagoan Neon! Tanknya nembak jagoan Neon juga. Jedor! Jedor! Jedor! Darahnya banyak banget. Mataharinya kena darah.”

Aku memerhatikan gambar-gambar yang ditunjuk Aziz. Beberapa gambar kelihatan mengilap karena cahaya lampu.

Mendadak jantungku berdebar kencang. Lalu aku tidak sengaja melihat sesuatu di balik tumpukan majalah. Aku menariknya. Buku itu disampul plastik. Kertasnya tebal dan mengilap. Halamannya sudah diguntingi. Jantungku berdebar semakin kencang.

Kutempeleng mereka satu-satu pakai buku itu.[]

 

Hikmah Cerita:

Korupsi adalah perbuatan yang tercela karena memperkaya diri sendiri dengan merugikan pihak lain. Mari kita beli dagangan mamang penjual es kado, cuanki, atau putu yang lewat setiap hari di dekat rumah kita. Mereka juga perlu uang.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Untuk Adik (10 weeks 15 hours ago)
90

eh, udah pernah komen,
maaf kepanjangan,
melantur juga mungkin,
keep writing...

Writer nusantara
nusantara at Untuk Adik (3 years 1 week ago)

"Cerita untuk anak-anak yang terjebak dalam tubuh dewasa."
Hehe. Bagus.
Dewasa bukan karena usiamu bertambah tapi karena ilmumu bertambah. Usia bertambah membuat permasalahan bertambah. Adakalanya anak-anak lebih dewasa dalam beberapa hal dari yang tak dibayangkan orang dewasa.
Orang dewasa mengalami banyak hal yang tidak diketahui anak-anak tapi anak-anak juga mengalami banyak hal yang tidak diketahui orang dewasa.
Imajinasi masa kecil yang membantu proses berpikir meluntur ketika memasuki masa dewasa. Imajinasi disini bukan berarti 'hayalan' dan 'lamunan tak berarti' anak-anak. Lebih dari itu.
Semua orang dewasa pasti pernah mengalami masa-masa sulit, rumit, dan pelbagai/berbagai "it" lainya.
Life is so hard, but we have to make 'it' easy.
(anjrit, sok english, hehe)
Jadilah anak-anak kembali ketika dilanda masa sulit atau tersulit dalam hidup. Menjadi sendiri. Anak-anak. Itu pilihan yang lebih daripada jadi orang gila. Dunia dimata anak-anak adalah ibarat bola balon yang terikat tali di genggaman.
Capek? Tidurlah. Bobo. Besok bangun lagi.
Pusing? Tidurlah. Bobo. Besok bangun lagi.
Bermain sambil belajar, belajar sambil bermain tapi tidak main-main.
:D

Writer nusantara
nusantara at Untuk Adik (3 years 1 week ago)

Aduh, ada yg salah paham. Tali di genggaman ya tali balon. Bukan tali yang lain. Perhatiin aja anak-anak yg suka balon ada talinya. Yang melayang. Yang suka buat mos. Balon ya balon bukan yang lain.

Writer nusantara
nusantara at Untuk Adik (3 years 1 week ago)

Bikin gosip agh..
a DAY with EUH
Di kaki bukit..
Day:"Dari sini kita harus berjalan kaki."
Euh:"Berapa lama sampai ke puncak?"
Day:"Jangan pikirkan lama dan sebentar. Kita nikmati perjalanannya saja."
Di tengah bukit..
Euh:"Aku tak menyangka jalan di sebelah sini sudah longsor. Tak masalah, kita lewat jalan lain saja."
Day:"Hehe, kamu lucu."
Euh:"Yang penting kita nikmati perjalanannya, bukan?"
Day:"Kamu cepat sekali paham. Aku suka."
Euh:"Aku senang bisa membuatmu senang. Senyummu adalah senyumku."
Day:"Ketahuilah, disini ada pengajaran. Hidup tak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan. Pasti. Tapi selalu ada opsi lain yang bisa dijadikan pilihan."
Euh:"Iya. Aku banyak belajar darimu."
Menuju puncak..
Euh:"Ibumu tak menyetejui hubungan kita."
Day:"Tapi bukan berarti kita harus menyerah begitu saja."
Euh:"Selalu ada opsi lain."
Day:"Kamu mudah sekali paham. Aku senang."
Hampir ke puncak..
Day:"Awas, layangannya nanti sobek. Hati-hati, Euh."
Euh:"Jangan dilanjutkan. Ini ide buruk. Menerbangkan layang-layang buat apa?"
Day:"Ini bukan sekadar layang-layang. Jangan terlalu kasar menerbangkannya."
Euh:"Apakah dengan begini lantas ibumu akan setuju?"
Day:"Kita kesini tidak ada hubungannya dengan urusan kita dan ibuku."
Euh:"Aku benar-benar tidak mengerti. Lantas buat apa kita melakukannya?"
Day:"Fun."
Euh:"Apa?"
Diatas puncak..
Euh:"Kamu yakin kita akan melakukannya? Disini?"
Day:"Apa kau keberatan?"
Euh:"Tidak. Eh, iya. Anu. Tapi?"
Day:"Kenapa?"
Euh:"Ini tidak sesuai dengan agama. Kita akan melakukannya setelah menikah."
Day:"Apaan? Haha. Menerbangkan layang-layang menunggu setelah menikah? Tidak sesuai agama? Haha."
Euh:"Jadi hanya itu saja?! Syukurlah."
Day:"Maksudmu itu?"
Euh:"Opsi lain. Hehe. Pikiranku kacau. Terbang. Sobek. Hati-hati. Jangan terlalu kasar. Agh, maaf. Maaf, aku kacau. Haha."
Day:"Sebentar lagi Ramadan. Kamu tidak lihat tulisan di layangan? 'SELAMAT RAMADAN' itu huruf besar semua."
Euh:"Aku benar-benar mudah paham. Aduh. Mudah paham. Haha."

Writer nusantara
nusantara at Untuk Adik (3 years 1 week ago)

Aduh, ada yang salah paham lagi.
Baiklah, akan sya jelaskan.
Disini kita belajar tentang persepsi.
Otak manusia berisi gambar dan tulisan.
Bagi pembaca apa yg menjadikan objek kata dipilih adalah karena ada ketertarikan pembaca terhadap objek kata dalam tulisan tsb lalu memrosesnya dengan info di memori (yg sudah ada sebelumnya).
Kita bisa berkaca diri, siapa kita? Bgmn kita mengambil kesimpulan? Apakah humoris? Pemarahis? Atau biasa-biasa sajais? Atau terlalu berorientasi pada yang lainis?
Layang-layang selayang pandang.

Writer nusantara
nusantara at Untuk Adik (3 years 1 week ago)

Waduh, para pemarahis pada ketipu. Key nya itu di akhir, d atas puncak, kan Euh nanya itu, disini?
Jadi itu di kaki bukit beneran. Jadi betul apa kata sya. Ini tentang layang-layang. Blajar jadi humoris, dong, buat pemarahis. Hehe. Maaf ya..

Writer nusantara
nusantara at Untuk Adik (3 years 1 week ago)

Anak kecil itu berdiri memerhatikan orang dewasa menerbangkan layang-layang. Sekejap saja meninggi dibawa angin menuju langit menari-nari. Meliuk, berputar tarik-ulur dalam genggaman.

Anak kecil itu mendekati orang dewasa yang asyik mengadu taktik. Matanya tak henti menengok kiri-kanan lawan yang picik, licik, tengik, yang hendak membuatnya jungkir-balik. Berapa lagi yang harus ia kalahkan?

Sesekali ia tersenyum kepadaku sambil sedikit sombong namun tetap ramah. Ia senang aku memerhatikannya.

Ia tak bermain ditengah lapang tapi di sudut gang senyaman yang di inginkan. Ternyata, diantara pagar-pagar rumah dan tiang-tiang listrik dengan kabel-kabel usangnya itulah ia mampu bertahan jadi pemenang.

Tiba-tiba, ada layang-layang putus benang merendah terbang terbawa angin kekalahan mendekati orang dewasa yang tersungging riang. Ia memberikan benang layang itu padaku.

"Ini, pegang. Apapun yang terjadi jangan sampai jatuh."
***
Untuk pertama kalinya anak kecil itu memegang benang layang. Sendiri. Berdiri.
Senyum sunggingnya tak bisa dimengerti dan layang-layang tetap menari.

Pilot. Pilot. Layang-layang jelma pesawat.

Namun, angin mengencang dengan cepat. Angin tak lagi bersahabat. Ia meradang sendirian karena layang-layang berat. Dalam diam sadar berdiri memegang benang layang menuju liang lahat.

Anak kecil itu tak pergi. Menunggu orang dewasa kembali.

"Mana layangannya?!"

"Bego, lu. Pulang sana ke emak lu!"

PLOK!
Orang dewasa jelma anak kecil. Anak kecil jelma orang dewasa.

(campur-campur pengalaman orang lain, diri sendiri, film, buku dan layang-layang) buat hater swing thingnya coba jangan hubung-hubungin yg aneh gitu, bapak sya orang baik. Woy tabokin dong, ee lu, bagong susuruduk.
not to you d.a.y.e.u.h.
Hater eh hater, pendengki ane ikut bace eh beca eh baca dan selalu mendiskreditkan! Salam ramadan! Hip hip hurray! Hahasem! Astagfirullah. Mencedrai ramadan. Anjrit, bulan dicedrai. Orang dicedrai malah melongo kyak kebo.
Ahaha, not to you d.a.y.e.u.h. :D
BISMILLAH AJA LAH, I AM INTO RAMADAN.
Hehe. Vicks prasejarah. Ehehe. Awuo Awuo.

Writer nusantara
nusantara at Untuk Adik (3 years 1 week ago)

Maaf mbak day,
biar paham, yg benci sya merusak suasana, jadi dia mengaruhin orang kalau sya nulis kata hehe diartikan ee. Padahal sya tdk pernah begitu. Ee ya ee kalau hehe ya hehe. Dulu, waktu sya bca cektul, dia dengan sangat yakin sekali kalau sya cektul. Waktu sya becandain (orang gila itu sya becandain) sya adalah agen cia, cektul indonesia agency, eh malah tambah sambleng dia nya. Kemana pun sya membaca dia ngekor dan merusak sya menurut apa yg sya bca. Waktu yang kelinci toska itu yang ngekor sya baca marah. Katanya, merusak lagu sinden toska, hehe. Dan waktu sya bca kursi itu yang kosong, yang tokohnya jadi pinter, lupa sya, dia jg ngehubung2in ke sya. Bahkan dia sampe berkeyakinan sya masuk ke kepala orang buat bikin tulisan. Wakaka. Lucu. Aneh. Tapi orang percaya gitu aja. Emang dasar stupid pangkat dua. Dan puisi layang-layang anak kecil dan orang dewasa (entah puisi atau bukan) dia artikan tentang imam salat. Pada gelo kali. Padahal itu luas. Malah ada yg mengartikan kenangan sya waktu kecil, orang dewasanya bapak sya. Kan goblok. Orang dewasa menganggap segala hal dalam bentuk persaingan yang bahkan menjurus pada persaingan yg tdk sehat. Menghalalkan segala cara dan blablabla. Berbeda dgn anak kecil yg nyaris tdk ada kata 'ambisius', maen layangan ya maen layangan aja, nyungsep ga marah tinggal beli. Ya kyak gitu2 lah.
Maaf sekali lg mbak day. Kesel sya. Nulis apa jg dia bilang menghina. Eh, salah. Cia, cektul inteligance agency, ahaha. Tahu ah gmn nulisnya.

Writer nusantara
nusantara at Untuk Adik (3 years 1 week ago)

Tetangga di bandung nyadap hape sya dan membaca apa yg sya bca lalu merusak sya. Bertahun-tahun berhasil meyakinkan orang banyak kalau sya idiot dan suka hina orang. Padahal yg bgtu itu dia. Yang lain yg lbh keji tak perlu disebut disini.
Mereka sekarang jadi mereka bukan dia karena sudah banyak orang. Bahkan dulu, kena nyerempet ke dahlia, cewe yg ga sya kenal tapi jadi begini, dibilang ngincer, lalu juga dibilang menghina, dll. Byk banget. Para stupid pangkat dua yg ngakunya punya ilmu banyak tapi te-a-i percaya begitu sja dgn mudahnya. Malahan sekarang stupid pangkat tiga. Di banyumas sini banyak. Lagaknya tahu ilmu tapi otak binatang. Lupa jadi manusia. Sya berani. Berani meminta hak sya. Untuk itu, stop sadap-menyadap, kamera, dll, yg tjuan nya hanya ingin mempermalukan orang. Keluarga sya tdk tahu. Entah sekarang. Saudara ada yang tahu tapi kambing semua. Karena mereka tidak tahu, dgr dari tetangga busuk, ini baru namanya mengatai dgn kata kotor. Tapi cerpen atau apalah yg sya tulis yg tdk ada kata kotor jg mereka kotorin.

Writer nusantara
nusantara at Untuk Adik (3 years 1 week ago)

SAYA MARAH BOONGAN. Tanda seru is a word. Hehehahahuhu.
Laporan aja disinilah, dibaca banyak orang ini..
Waktu itu kan dulu kan itu "cucu, nenek dan pohon tua" eh ada yg ngawur yg bacanya biasa lah si pengekor, terus bikin gosip penyembah pohon, ngaku2 cucu rasul, menghina kakek-kakek dll
haha.
Ada ngutip hadis dr buku motivate your self, "barang siapa yg lbh baik dari hari kemarin dia adalah orang yang beruntung, yg sama dgn hari kemarin adalah yg merugi, yg lbh buruk dr hari kemarin adalah orang yg terlaknat."
eh, yg benci ke sya itu tersindir rupanya merasa sya katain laknat. Lalu sebar gosip ngaku2 beruntung dan balik menuduh sya org laknat. Hahaha.
Ga gitu aja, tp jg bikin opini publik cuma teori-teori doang tp ga d praktekin. Tidak ada perubahan. Dll. Kata pengekor psycho itu. Lalu dia menghakimi sya. Haha. Lucu gila.
***
(berbisik) Ketahuilah bahwa hatimu yg menerangimu juga menggelapkanmu. Hati-hati buta hati.

Orang sering jadi ga tau aplikasi karena sibuk geje-gejean. Begini ya, yg sya kutip itu jadi horor kalo yg bca nya killer. Angin ribut. Was wos was wos wuzzz. Sya mah angin sepoi, mba bro.
Jadi kieu ieu teh, ambil tentang pelajaran emosi. Misalnya br putus pcr atau kesel sama orang nih maka satu hari lah paling lama, besok udah biasa lg dan fresh otak, itulah orang beruntung. Kalo sekarang kesel, mangkel, sebel sama orang terus besok masih gitu juga ya berarti orang yg merugi. Ga bahagia. Ga gairah hdp. Mikir pengen nampol, nabok, atau sekedar pasang muka judes (kalo cewe), kalo 3 hari itu suasana hati ga berubah, emosi ga stabil juga, bikin pikiran kotor pengen berbuat kotor bales dia (yg bikin mangkel) ya segeralah terapi, terserah mau ke psikolog kek, dokter kek, herbalis kek, atau dll. Itu skala kecil. Kalo skala besar pasangan pasutri, hubungan tetangga, hubungan antar rt/rw sejenisnya yg tawuran misalnya. Atau lbh nyebrang lg hubungan dgn negara tetangga kek apa kek,
-intinya mah ngapain mrk dibiarin aja ngekor sya, kan bagusnya urusin mereka sendiri aja, bikin tulisan mending, dia mau belajar kyak sya lha ini mah sibuk jelekin sya padahal dia yg jelek. Marah tiap hari, haha, berarti dia adalah orang yg sama selama berhari-hari, sdikit-sdikit marah, sdikit-sdikit ngatain sya, jadi tanda tanya?
CATATAN:bukan lagi ngegosip cuma lagi ini aja lagi mengimbangi info-info yg tdk bertanggung-jawab.

Writer nusantara
nusantara at Untuk Adik (3 years 1 week ago)

Tahu ga awal mula sya d cap tukang copas karya org buat di posting?
Jadi begini, dulu update status fb isi puisi 'pengecut kalang-kabut', 'sayap patah-patah', eh temen pbrik ada yg ga suka dan merasa terhina. Sebar gosip aja sya pengen jd manajer. Hadeuh, ngga. Sumpah. Jadi kuli aja jg seneng.
Lalu bikin cerita aku dan air dalam botol, eh di ganggu jg, dibilang gila karena air diajak ngobrol, copas anak tarbiyah yg entah, ga usah disebut lah tar tambah rame, terus juga dibilang ngatain botol (bodoh dan tolol). Eh disitu jg ada ungkap-ungkap 'spiderman phobia' mirip spiderman 3 tp itu puisinya.
Itu kan postingan atok, mereka ga tahu atok itu sya, malah jadi sya terus d gosip comot karya org buat posting. Copas buku juga. Padahal comot kata aja. Namanya jg blajar. Huhuhuhehehehahaha.
Ga lucu sekali ini. Waktu di tulis di update status fb kok pada ga ketawa? Malah ada yg marah. Sya ketawa sendiri jadinya. Dalam hati. Psikopatisme menyebar.

Writer nusantara
nusantara at Untuk Adik (3 years 1 week ago)

Paling menjijikannya mereka ada yang sampe bilang biar disangka orang kaya, biar di sangka pinter, kyak orang gedean, buku kebeli juga ngga, cuma buku bekas kasih orang, buku dapet maling lah apa lah, padahal malingnya kyak gimana gtu, semua karyawan gita print juga semasa sya banyak yg ngambil buku satu, satu, kumpulin, si pur juga sodara si huda juga dulu bwa sedus kecil dapet ngumpulin, mana ada s sabar ngebacot, (ngebacot is a word), s kamto jg suka ngambil, s bokir jg, mereka buat dijual, sya buat dibaca, cuma 2x doang sya jual itu juga yg udah dibaca. Habis itu ngga lg.
Semua orang d pbrik itu jadi senewen sejak ada pengacau yg masuk dan jadi penghasut dan sya tambah kacau, sya berbagi cerita favorit sya soal nb muhamad dan yahudi buta sja diartikan sya mengatai mereka yahudi buta dan sya merasa nb muhamad. Begitulah isi otak mereka yg berhati te-a-i. Stlh itu mimpi buruk buat sya katanya dari mereka. Tapi, psikopatisme pindah ke tetangga sya. Kalian semua bayangin ya, sya satu-satunya org yg udah keluar dr pbrik tp terus dikejar2 buat dibikin ancur. Tp mereka yg bakal ancur. Ancur hati melihat tuduhan mereka dr ego doang, iya, budak ego itu mereka, buat s stupid pangkat dua. Lu sing bener maknain hdp. Mati gaya lu d potret malaikat. Gaya batu. Gigi tajam berdarah.

Writer arsenal mania
arsenal mania at Untuk Adik (3 years 1 week ago)

Om, ngomong ama siapa sih?

Writer Shinichi
Shinichi at Untuk Adik (3 years 1 week ago)

ahak hak hak.
caper ya gitu

Writer arsenal mania
arsenal mania at Untuk Adik (3 years 1 week ago)

Hooh. Ahhahaha. Gw pikir gw udah paling aneh. Ternyata ada yg lebih ekstrim. Ahahaha saia jadi merasa normal :D

Writer Nine
Nine at Untuk Adik (3 years 1 week ago)

Ahahahahahha XD "merasa normal", XD

Writer izaddina
izaddina at Untuk Adik (3 years 25 weeks ago)
90

wah, bisa aku kasih lihat ke adik aku nih :)
aku suka kata-katanya, simpel.
dan kenapa keladuan krucil-krucil itu mirip dengan kelakuan anak kecil di sekitarku (re: motong-motong buku penting macam buku pelajaran buat kliping)
aku suka cerita ini :D

Writer citapraaa
citapraaa at Untuk Adik (3 years 26 weeks ago)
80

kalimat-kalimatnya pendek-pendek. mungkin mau ngasih liat kepolosan pikiran anak-anak. sebenernya saya juga lupa / gatau cara ngomong mereka gimana._.
kreatif juga adik-adiknya.. kalo saya jadi mereka, langsung coret-coret di bukunya aja X)
hikmah ceritanya..... lol. emang ditaro buat "dibacain" ke anak-anak juga atau gimana, saya gatau. tapi kayaknya anak-anak ga ngerti itu, kalau buat dibecandain._.
di luar kebiasaan dongeng (yang pernah saya baca, yang mana tidak banyak) yang tokohnya baik dan buruk, di cerita ini tidak seperti itu. Tidak ada si Jahat dan si Baik, apalagi tokoh Bijaksana. Mungkin untuk menanamkan nilai ke si anak untuk tidak mengecap satu orang buruk/baik seluruhnya._.
rasanya ini bukan cerita yang "ditulis oleh anak" ataupun "cerita anak (yang ditulis orang dewasa)". Buat cerita yang ditulis oleh anak, rasanya terlalu jelas. Biasanya cerita macam itu kurang jelas orang-orangnya, dst. Untuk cerita anak yang ditulis orang dewasa juga bukan, karena kata-katanya tidak ribet.
Kurang tau buat dongeng bagusnya gimana, tapi yang penting penyampaiannya nanti kan.
smgt bikin dongengnya :>
-
pasti ka day jualan putu! (?)

Writer hidden pen
hidden pen at Untuk Adik (3 years 26 weeks ago)
60

Penggalan hikmah cerita itu, seakan mengatakan pembaca tidak bisa mengambil hikmah cerita ini. Umm ettoo menurutku loh. Kyaaa kaabuurr

Writer The Smoker
The Smoker at Untuk Adik (3 years 27 weeks ago)
100

Baru tau dayyah posting cerita panjang lagi dari komen Rian di tab activitis. mau keprok pramuka sayanya lupa sii, prok prok, ngahaha..
.
enak, cerita model begini ngingetin saya ke karya temen yg lain, tapi tentu dengan kepolosan tokoh yg berbeda.
.
untuk masalah jalan cerita dan plotnya yg dikatakan jamak itu, mungkin iya karena udah ketebak ya maksudnya. bukan masalah itu juga sii. tapi saya lebih kepada adanya beberapa baris pernyataan di bawah itu sebagai hikmah cerita, saya nggak ngerti aja. tapi ya mungkin ada maksudnya.
.
hore dia udah nulis lagi *tebarmenyan*

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Untuk Adik (3 years 27 weeks ago)

ngahaha ....
woh, mbok saya dicantumi referensine iku to, Den Mas Ngebul, biar saya ada bahan belajar gitu lho.
iyo, maksudnya cuma pengin mlesetin cerita anak dari koran aja sii, termasuk bagian "Hikmah Cerita"-nya.
hiii ... mbok tebarmoney gitu lho, wakwakwak.
terima kasih atas mampirannya, Des Man Ngebul :))

Writer rian
rian at Untuk Adik (3 years 27 weeks ago)
80

Suka sama kesimpelannya. Tapi selebihnya kayaknya biasa aja sih. Endingnya juga udah rada jamak, kayaknya. Yang pasti tetep menghibur, dan enak dibaca.

Maaf komentarnya enggak bisa panjang.

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Untuk Adik (3 years 27 weeks ago)

ha, iya, saya enggak memikirkan soal kebiasaan dan kejamakan itu sih saat cerita ini terbikin. mudah2an lain kali saya bisa bikin yang aneh dan tunggal, ya, aamin. terima kasih, ya, rian :D

Writer Nine
Nine at Untuk Adik (3 years 27 weeks ago)

"mudah2an lain kali saya bisa bikin yang aneh dan tunggal, ya, aamin." Aminn. Ahahahahaha XD. [aneh dan tunggal]-nya saya tunggu ya, mba day! Awas memang :)

Writer Nine
Nine at Untuk Adik (3 years 27 weeks ago)
100

Ahahahahahaha, ada pesan di akhir ceritanya euy, hihihi ^^, saya ngak nyangka loh pesannya mau lari ke situ, malah lari ke korupsi, ahahahaha, mantap deh mantaaaaaabbbzzz.
.
Saya heran, narasi di cerpen ini simpel. Tapi, walau dengan narasi yang simpel begini, saya malah membacanya ngak tersendat-sendat, ngalir, mba. Ceritanya juga simpel, tapi entah kenapa pas dibaca malah enak gitu, ahahahaha. Saya merasa kesedihannya pas adik si Aku tak berdaya melihat es kado. Merasakan bahagianya pas mereka lagi bikin klipping, seru lah. Dan juga plot twistnya biasa si, mungkin buat saya, plot twist di sini lebih kental pas di bagian hikmah ceritanya, ahahahahaha, ngak nyangka banget cerita ini tentang korupsi, ahahahaha. Sekian mba day,
Salam olahraga

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Untuk Adik (3 years 27 weeks ago)

wahaha. disclaimer: kalimat pertama hikmah ceritanya sengaja disalin dari cerita aslinya :v
syukur atuh, Naen, kalo ngalir mah. di rumah saya mah biarpun udah mulai ujan kadang masih mampet sih jadi mesti gotong2 air ke kamar mandi. hihihihi.
salam sepedaan deh kalo gitu ^^

Writer amanda.joyce333
amanda.joyce333 at Untuk Adik (3 years 27 weeks ago)
100

professionally written.
saya suka nih. bahwa yang dianggap kebaikan belum tentu baik juga kalau dilihat dari banyak angle yang lain.
baik memang beli buku daripada snack, tapi awal duitnya sebenernya bukan cuma buat dia tapi juga buat adik-adiknya (walo endingnya adiknya dapet andil sih dari buku itu..walo menjadikannya kliping wkwk)..
i love the way you put things in your writings.
profesionally written. truly.

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Untuk Adik (3 years 27 weeks ago)

he ... terima kasih oma amanda :")
pendapat oma tepat benar dengan hikmah cerita yang sebenarnya (yang jadi inspirasi menulis ini).
bagi dong brownisnya yang rasa jeruk nipis :3