Fiksi Mini

Apel

Putri Salju memakan apel yang diberikan si nenek tua. Kemudian ia terpekik kaget dan pingsan di tempat. Ia tercekik bukan karena apelnya beracun, tapi ada ulat yang menyembul dari bekas gigitannya.

 

Apel (2)

Putri salju memakan apel yang diberikan si nenek tua. Kemudian ia pingsan setelahnya. Saat diperiksa, ternyata apelnya mengandung sianida. Sang nenek langsung melapor ke komnas HAM karena dituduh sebagai tersangka.

 

Apel (3)

Nenek tua menyiapkan apel beracunnya, kali ini sesuai skenario. Tinggal mengetuk pintu dan menunggunya terbuka. Kemudian diberikan ke gadis cantik di dalamnya. Tapi sampai satu jam menunggu, ia tidak disambut juga. Akhirnya sang nenek menepuk jidat, ini kan musim panas. Putri Salju pasti mengungsi ke kutub utara.

 

Apel (4)

Nenek tua melihat kalender, pas musim dingin. Sekarang waktunya mengincar nyawa Putri Salju. Di depan pondok ia mengetuk pintu. Terbuka, seorang gadis muda berwajah pucat menyambutnya, tidak secantik bayangan si nenek tua kalau tidak salah.

“Mau apel? Manis lho.”

Gadis itu memekik nyaring, “Hansel! Nenek sihir itu masih hidup.”

“Cepat bakar dia, Gretel!”

 

Apel(?)

Putri Salju sedang jalan-jalan di pasar. Tanpa diduga, ia berpapasan dengan si nenek tua. Tapi nenek itu hanya tersenyum dan menyapanya. Heran, Putri Salju pun bertanya, “Nenek tidak menawariku apel lagi?”

“Untuk apa? Bisnis kacang polong lebih menguntungkan. Lihat, aku dapat seekor sapi.”

 

Suara

Arni mendengar jeritan ngeri dari kamar mandinya. Ia pun ketakutan sambil meringkuk di dalam selimut. Peluh dingin membanjiri tubuhnya. Akhirnya, dengan sisa keberanian ia mengambil tongkat baseball. Menyalakan lampu kamar mandi, dan menemukan seorang gadis penuh darah di bak mandinya.

“Belum mati juga, dasar!”

 

Lukisan

Tak ada yang salah dengan memiliki lukisan. Apalagi yang indah dan sedap dipandang. Yang salah adalah, ketika kau menatap lukisannya, orang di dalam gambar itu berkedip ke arahmu.

 

Jangan Pergi

Aku sangat mencintaimu. Kau segalanya bagiku. Tanpamu, aku bukanlah apa-apa. Aku takut bila suatu hari kau pergi dari sisiku. Karenanya, kupatahkan kedua kakimu hidup-hidup.

 

Nina Bobo

“Nina bobo

Oo Nina bobo

Kalau tidak bobo, digigit nyamuk.”

Ibu mengelus lembut rambutku. Aku meringkuk dalam selimut. Suaranya masih terdengar seperti dahulu. Padahal Ibu sudah meninggal setahun yang lalu.

 

Pemakaman

Banjir melanda Kampung Anu. Serta merta seluruh warganya mengungsi ke dataran yang lebih tinggi. Para mayat berteriak di dalam kubur, bahu-membahu mereka membongkar makam masing-masing. “Keluargaku sudah tidak peduli padaku.”

Saat gerombolan mayat itu sibuk menggulung kain kafan dan membawa nisan ke atas bukit, keluarga mereka ketakutan dan akhirnya menggantikan posisi mereka.

 

Kembang Desa

Cantiknya seperti bunga dan manis wajahnya seperti kembang gula. Sayang bau badannya seperti kembang pasir.

 

Kembang Gula

Ia memang manis, makanannya pun yang manis-manis. Lihatlah, ada goa hitam di antara gigi serinnya sekarang.

 

Lebih Manis

Seorang pedagang gula mengalami kebangkrutan. Ia pikir berjualan saat kampanye berlangsung akan menguntungkannya. Ternyata, gulanya kalah manis dengan janji-janji para calon gubernur.

 

Gatal

Tadi malam, nyamuk mencium pipiku.

 

Ulangan

Bu Ila sadar, saat ulangan seluruh muridnya jadi lebih sering menguap, bersin, batuk dan menggaruk badan sambil melebarkan dua-tiga jari. Kadang mendesis. Mungkin besok dia harus memanggil orang pintar untuk mengusir siluman ular di kelasnya.

 

Ulangan (2)

“Zaza!”

Gadis itu tidak menoleh sama sekali.

“Zaza! Psst! Hei, noleh dong.”

Ia tetap bergeming. Mati-matian sudah belajar, enak saja mau minta jawaban. Nilai harus diperjuangkan dengan usaha sendiri.

“Zaza! Woy!!” Sebuah penghapus menghantam kepalanya.

Kesal. Zaza menoleh ke belakang “Apa sih?!” Lalu diam. Ia sadar tempat duduknya adalah deretan terakhir.

 

Ulangan (3)

Tono melempar kertas ke Mita. Mita membuka pesan tersebut, “1-20, plis.” Lagi-lagi, Mita mendesah, kemudian menuliskan jawaban. Hap! Dilempar lagi ke Tono yang menunggu sambil nyengir.

Kertas kedua, “21-40 dong.” Sialan! Mita menulis sesuka hatinya. Dilempar lagi ke Tono. Kali ini gantian Mita yang nyengir, pasti nilainya jeblok.

Saat pembagian hasil ulangan, nilai Tono jauh lebih tinggi daripada Mita.

 

Ulangan (4)

Lola sangat percaya diri hari ini, ia sudah semalaman belajar matematika. Semua soal di buku paket dan PR telah dikerjakannya. Pasti nilainya akan sempurna nanti. Kemudian saat pembagian kertas soal, wajah Lola memucat seketika. Hari ini jadwalnya ternyata Kimia dan Seni Budaya.

 

32 Murid

Hari ini, Intan pindah ke kelas barunya. Dengan girang ia memperkenalkan dirinya di depan teman-teman baru, kemudian sang guru menunjuk bangku di sudut belakang tempat Intan akan duduk. Kebetulan, ada seorang gadis yang sibuk membaca di sana. “Hai,” sapa Intan. Gadis itu terkejut dan buru-buru menyembunyikannya dengan senyum bahagia.

Istirahat, Intan langsung berkenalan dengan anak-anak lainnya. Tak lupa ia melambai ke arah teman sebangkunya yang berlalu ke luar kelas.

“Dadahin siapa?”

“Teman sebangkuku.”

“Kelas kita kan ber-32 orang. Kamu duduk sama siapa?”

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Fiksi Mini (18 weeks 2 days ago)
70

lumayan

Writer Hell_Warrior
Hell_Warrior at Fiksi Mini (2 years 22 weeks ago)
60

good

Writer BlackWings
BlackWings at Fiksi Mini (3 years 7 weeks ago)
100

Kak Thiyyyaa
akhirnya bisa berkunjung.
twistnya mantap kak. bertubi-tubi blam tuk dang /apasih

Writer etikawdywt
etikawdywt at Fiksi Mini (3 years 16 weeks ago)
80

Lucuuuuuuuk!!! XD
Unik-unik gitu lah pokoknya

Writer kukuhniam
kukuhniam at Fiksi Mini (3 years 21 weeks ago)

keren... pantes ratingnya tinggi. tak terduga di setiap ending, ajarin dong! haha

Writer fuaina
fuaina at Fiksi Mini (3 years 24 weeks ago)
100

Bagus bangettt, tapi awal2 ga nyangka bakal ada yang horor ahahha

Writer ditira
ditira at Fiksi Mini (3 years 24 weeks ago)
80

Hahaha. Lucu tapi ada seremnya.
Suka pas bagian apel.

Writer Alf_17
Alf_17 at Fiksi Mini (3 years 25 weeks ago)
100

Ceritanya lucu semua imut... Walau ada yang serem pun aku suka eheheh....

Aku terdampar disini kan malahan *aneh

Terus nulis yah Thiyakkk... :* kecup cium* muach!!!!!

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at Fiksi Mini (3 years 25 weeks ago)

Terdamparnya jangan sampai karam ya Alf B-)
Makasih atas kunjungannya. Salam cium juga :*

Writer niNEFOur
niNEFOur at Fiksi Mini (3 years 25 weeks ago)
100

saya penasaran sama si nyamuk, apakah dia masih hidup setelah mencium sianida?
wkwkwk :v
lucu lucu semua :3

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at Fiksi Mini (3 years 25 weeks ago)

Mungkin sekarang dia berinkarnasi jadi vampir :v
Makasih atas kunjungannya Kak Nefo^^
Jangan kapok mampir #Plak

Writer niNEFOur
niNEFOur at Fiksi Mini (3 years 25 weeks ago)

ahahaha :D
ia, gak kapok lah..

Writer rian
rian at Fiksi Mini (3 years 25 weeks ago)
80

Favorit saya yang ulangan. Ini gara2 habis baca fiksi mininya Dayeuh?

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at Fiksi Mini (3 years 25 weeks ago)

Udah lama baca yang Fiksi Mininya mbak Dayeuh. Tapi emang, inspirasinya dari sana juga.
Makasih kunjungannya Rian^^

Writer puTrI_keg3lapaN
puTrI_keg3lapaN at Fiksi Mini (3 years 26 weeks ago)
100

Thiyaaaaaaa, ini lucuuuuuuu. Dan seram, tapi lucu. Kayakny Thiya emang identik dengan dongeng yah, ahahaha suka sama yang bagian Putri Salju, dan aku paham rasany gimana kalau orang yang nanya jawaban ke kita nilainy lebih tinggi dibanding kita atau kamu salah belajar pelajaran pas mau ulangan
.
BTW iy, kalau 32 kan berarti mereka pas masing2 dapet temen sebangku. Atau maksudmu 32 itu karna ditambah sama si anu? BTW apalah kampung Anu

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at Fiksi Mini (3 years 25 weeks ago)

Kak Puuuuuuuuutrriiiiiiiiiiii *putar lagu india* #LebayModeOn
Makasih kunjungannya Kak Putri, wkwkwkwk stay Anu dan keep anu XD #ambigu

Writer ddearst
ddearst at Fiksi Mini (3 years 26 weeks ago)
90

32 orang? bukan nya berarti emang masing-masing punya temen sebangku ya? maaf otak ngga sampe :(

lebih seneng baca fiksimini daripada cerita panjang-panjang yang ngalahin bab dua skripsi

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at Fiksi Mini (3 years 25 weeks ago)

Wahahaha, kak ddearst curhat yak? Semangat ngerjain skripsinya '-')9 Ganbatte!
Iya, maksudnya 32 siswa itu ya, masing2 udah ada teman sebangku sendiri. Nah, jadi dengan siapa dong si anak baru duduk?
Saksikan kelanjutannya setelah lewat pesan-pesan berikut #nggak
Btw, makasih atas kunjungannya ya^^

Writer rirant
rirant at Fiksi Mini (3 years 26 weeks ago)
100

Eh speechless dah, full twist. Paling doyan yang judulnya jangan pergi hahahak

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at Fiksi Mini (3 years 25 weeks ago)

Njirr Rirant, yang temanya gore malah suka kamu XD
Jangan-jangan ... #plak
btw, makasih atas kunjungannya ya^^

Writer daniswanda
daniswanda at Fiksi Mini (3 years 26 weeks ago)
80

wah rame twist-twist nya haha.

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at Fiksi Mini (3 years 25 weeks ago)

Wkwk, makasih kunjungannya ya Daniswanda^^

Writer hidden pen
hidden pen at Fiksi Mini (3 years 26 weeks ago)

Ini apa? Kumpulan cerita 100 kata yang di sambungkan dengan cerita lain?

Atau cerbung?

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at Fiksi Mini (3 years 25 weeks ago)

Gak ada sangkut pautnya sih. Tiap fiksi mini punya ceritanya sendiri.
Kalau pernah baca Fiksi Mini punyanya Kak Dayeuh, pasti tahu maksudnya.
Btw, makasih udah berkunjung^^

Writer kartika demia
kartika demia at Fiksi Mini (3 years 26 weeks ago)
100

Yang 'pemakaman' nyong ora mudeng. ._.

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at Fiksi Mini (3 years 25 weeks ago)

Mwahahaha, Mak Dem, saya juga gak ngerti, beneran #lho?!
Makasih ya udah berkunjung^^

Writer JP
JP at Fiksi Mini (3 years 26 weeks ago)
100

Wow mantap...paling suka saat baca yg ulangan 3 dan ulagan 4. Haha sekarang kata'sianida' semakin ramai dipakai orang-orang. Salam

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at Fiksi Mini (3 years 25 weeks ago)

Halo JP
Iya, kata sianida mulai dimana-mana sekarang. Makasih ya udah berkunjung^^