Curahan Hatiku Untukmu

Di kala sepi menghadang
Dikau hadir membawa warna
Di kala kebimbangan mendera
Dikau membawa cahaya harapan

Wahai wanita
Senyummu menggolakkan hati gundah
Sayup-sayup malu kau hidangkan
Demi menemani cuap-cuap mulutku

Namun kini kau menjadi angin
Sedang aku menjadi tanah
Kau mengejar impian
Aku sudah mencapai impian

Tidak apa, kita memang berbeda
Kau angin dan aku tanah
Aku harap kau bahagia
Selama impian terus kau kejar

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Naomi Amaris
Naomi Amaris at Curahan Hatiku Untukmu (2 years 38 weeks ago)
70

Haloo kak hidden. Ehem,, curcol nih ya? #eeh,
Hehe, diksinya bagus, tapi sepertinya saya setuju dengan pembaca lainnya, terlalu gamblang. Tapi tetep saya suka, saya suka :)apalagi bait ketiga.
Tetep semangat and keep writing ya kak (y)

Writer pitaloka44
pitaloka44 at Curahan Hatiku Untukmu (3 years 4 weeks ago)

Puisinya sungguh berisi ungkapan hati yang terdalam cuitttt cuitttttttttttt

_________________________
Percetakan ID Card | Cetak ID Card Jakarta

Writer nusantara
nusantara at Curahan Hatiku Untukmu (3 years 7 weeks ago)
70

Emmh

Writer bintangnatnib
bintangnatnib at Curahan Hatiku Untukmu (3 years 9 weeks ago)
60

Puisinya mudah dipahami, tapi emosinya kurang terbangun dengan baik. Semangat!

Writer Wanderer
Wanderer at Curahan Hatiku Untukmu (3 years 10 weeks ago)
80

Transparan dan kentara jujur. Yang ulang tahunnya belum muncul ya, kutitip selamat saja :))

Writer hidden pen
hidden pen at Curahan Hatiku Untukmu (3 years 9 weeks ago)

Salam balik :v

Sebenarnya kalo she muncul di sini bisa membahayakan. She akan memotong ane pake kapak. Syukurlah hihihi

Makaciww kehadiranmu :v

Writer mas_er
mas_er at Curahan Hatiku Untukmu (3 years 10 weeks ago)
50

Keep writing. Puisi ini bukan absurd tapi polos dan sangat telanjang.

Writer hidden pen
hidden pen at Curahan Hatiku Untukmu (3 years 10 weeks ago)

Eenngg ettoo burukkah? Uhk uhk

Writer mas_er
mas_er at Curahan Hatiku Untukmu (3 years 9 weeks ago)

Nggak buruk. Puisi itu bukan hanya media ekspresif tetapi juga edukatif baik untuk pembaja bahkan untuk penulis. Polos/ telanjang adalah puisi yang terlalu terbuka, terlalu gamlang, tidak ada misteri.

Tidak menjadi masalah memang, tapi kegamblangan ini terlalu sederhana dan tidak ada letupannya.

contoh simple bait pertama yang ditulis,
Di kala sepi menghadang
Dikau hadir membawa warna
Di kala kebimbangan mendera
Dikau membawa cahaya harapan

Saya buat sedikit matang,
sepi menghadang
bimbang mendera
celakanya kau turun bersama rembulan semalam

Keep writing, bro.