Tidak Berjudul

Tanyakan pada bintang yang mengatur waktu pertemuan kita
Konstelasi selanjutnya saat cahayamu bertemu titik pada kegelapanku
Aku ingin tahu
Supaya aku bersiap untuk lari dari pancaran pesonamu
Aku ingin tahu
Agar kuhilangkan sebelumnya binar berkas pendar sisa masa cahayamu dulu

 

Kemudian yakinkan bulan yang bergerak mengitari bumi menjadikan kita ada
Revolusi ke depannya di mana kamu bergerak mengelilingiku lagi
Kelak ketika kita jatuh pada roda semesta untuk dipertemukan
Karena aku ingin mengelak
Ketimbang kalah telak

 

Dipangku pada tawamu menegak

Aku ingin binasa bersama rasa

Yang kubawa. 

 

 

2016 . 05

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Tidak Berjudul (8 weeks 2 days ago)
70

wah tak berjudul ini,
saya kasih judul aja lah..
DI SUDUT GELAP REMBULAN.
agh.. kurang bagus..
cakakakakakakak cakakak..
judulnya POJOK TERANG BULAN.
aduh, ga pas,
ga usah dijudulin aja lah..

Writer samalona
samalona at Tidak Berjudul (3 years 2 weeks ago)
90

Asik, penggunaan bintang, konstelasi, sebagai perlambangannya.
Juga saya suka pada pola kalimat seperti yang terdapat pada baris ini:
Dipangku pada tawamu menegak


Kalau tidak ada alasan kuat memberi judul "Tidak Berjudul", sebaiknya diusahakan memberi judul. Entah itu yang segaris lurus dengan isi, atau sejajar, atau bertolak belakang, atau memberi makna tambahan pada isi, untuk saat ini saya merasa keberadaan judul mendukung keutuhan puisi. Kecuali, mungkin, misalnya, tulisan ini adalah bagian dari satu rangkaian tulisan, yang mempunyai satu judul saja, dan kemudian sub-sub tulisannya hanya diberi nomer.
Hanya pendapat saya.

Writer MAmphibian
MAmphibian at Tidak Berjudul (3 years 11 weeks ago)
80

Ahhhhhhh sayang banget ga ada judulnya :(