*****

****** diambil untuk keperluan pribadi, misal bungkus gorengan gitu *****

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at ***** (2 years 41 weeks ago)
100

saya gak baca serius, cuma selewat. saya mau komen apa juga bingung. banyak hater. nanti disalah artikan.

Writer 2rfp
2rfp at ***** (2 years 47 weeks ago)
100

Kereeen abiiiis (y)

Writer Ichi mochi
Ichi mochi at ***** (3 years 4 weeks ago)
50

keren............

Writer BlackWings
BlackWings at ***** (3 years 7 weeks ago)
80

Gila Kak Thiy, nyesel banget baru nemu nih cerita. keren banget diksi dan pembawaan.
ah, aku banyak-banyak baca karyamu aja kali ya biar ketularan bagusnya /gakk
POV 2-nya pas, sampai saya senyum sendiri xD
Dah gitu aja >.<

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at ***** (3 years 7 weeks ago)

Baca yang lain juga Ester XD
Masih banyak kok member lain yang tulisannya lebih ketjeh daripada saya.
Makasih atas kunjungannya.
Ayo dong, kamu posting sesuatu, mwehehehe :v

Writer The Smoker
The Smoker at ***** (3 years 8 weeks ago)
80

Ini cerita yg dikirim taun lalu yah.
Yg katanya nyoba niru style seseorang itu. Haha.
Iyah sii, gw ingat polanya...
Tetap Menderu, Tuyul...

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at ***** (3 years 7 weeks ago)

Busyet, taun lalu ya? Kok saya gak inget.
Gak banyak berubah sih Bang, cerpennya, paling potong sana-sini :v (malasnya perlu obat).
.
Iya, saya nyoba niru style nulis dia. Tapi kayaknya gak bisa mirip ya :p
Kalau kata Kak Nine sih, kayak Zeth Barker versi SMA, tapi pakai rok *bayangin*Jiahahahaha XD
.
Terus bersinar bung '-')/
Makasih atas kunjungannya :D

Writer The Smoker
The Smoker at ***** (3 years 7 weeks ago)

What? Kayak Zthbrkr pakai rok, mwahahaha.
*barubacakomen*
Elu mah Harus pengusiran setan, yul, biar nggak males.

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at ***** (3 years 7 weeks ago)

Lah, kalau pengusiran setan, saya mau tinggal di mana Bang? :v

Writer Wanderer
Wanderer at ***** (3 years 8 weeks ago)
90

Ini manis, thiya. Suka dengan ungkapan-ungkapannya, ada yang jahil dan ada yang manis khas remaja, bikin tangan gatal ingin mengutip beberapa kalimat menjadi quotes. Seperti bagian tentang Einstein dan Newton serta alis tebal yang bisa dijadikan bernaung dari hujan ((bernaung hujan atau bernaung dari hujan?))
Btw, baru tahu keseringan duduk bisa bikin pantat bisul .__.
Transisi si Kamu dari peminum teh menjadi kopi pula yang bikin cerita ini makin mulus. Dan dari narasinya, seolah thiya gak hanya berperan jadi 'author' saja, tetapi sekaligus menjadi 'narator' yang benar-benar mengenal tokoh Kamu seperti ... teman sekelasnya atau pengagum rahasianya ((entah mengapa aku membayangkannya begini))
Paling cuma heran di bagian drama itu sih. Mulanya disebutin Rahasia berperan jadi gigolo, terus di paragraf berikutnya malah jadi pemulung miskin. Memang sengaja diubah sama tokoh Kamu, ya?
Terus semangat nulis ^^

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at ***** (3 years 7 weeks ago)

Omay, Mbak Wanderer lewat >,<
Ketahuan kan, belang-belang bangsat cerpen ini bahwa sesungguhnya ... (biarkan tidak terisi).
.
Saya gak bisul sih, pegel iya :v *dijambak
.
Oh, bagian drama itu. Kan awalnya panjang naskah ada 38 halaman, lalu dipotong 8 halaman. Di sanalah cerita berubah drastis (bahkan keseluruhan perannya). Sepertinya kurang kentara ya penyampaian bagian tersebut T.T
Sengaja diubah memang, kan yang buat naskah dia, suka-suka dia :v *digaplok
.
Kak Wanderer juga, terus semangat menulis^^

Writer Shinichi
Shinichi at ***** (3 years 8 weeks ago)
90

Haloo...
.
Kayaknya saya bisa cuap-cuap di sini. Sebagai prolog, saya ceritain dulu nasib (meski belum sepenuhnya menjadi kenyataan) sebuah buku dengan judul, yang buat saya sangat kalakupand dan enggak banget. Itu buku romance, cinta-cintaan yang khas banget buat anak-anak muda meski nyenggol seru-seruan di dalamnya. Saya udah baca buku itu, tandas, dan enggan membuat apresiasi karena saya khawatir mengecewakan penulisnya. Meskipun begitu, saya enggak bisa menepiskan bahwa judul buku itu sudah sangat provokatif, dalam artian positif tentu saja. Dan hal itu enggak terjadi dalam cerpenmu ini. Kisah buku itu sekarang dalam obrolan antara penulisnya dan seseorang yang menawarkan kesempatan buku itu diangkat ke layar kaca. Betapa kalakupand!
.
Lantas, hubungannya dengan cerpenmu ini, dalam hemat saya sangat mirip. Ayolah, postinganmu ini sudah seminggu dan masih berada di kamar yang salah, menurut saya. Kopi ini harusnya sudah ada di kamar 100an, melihat siapa-siapa yang sering berkomentar di cerpen-cerpen serupa. Aslinya, saya sudah komentar tadi malam, namun karena gangguan jaringan, hilanglah komentar itu sebelum sempat diposting. Tapi isinya tak jauh beda dengan yang saya ketik via PC ini. Judulmu, Nona, sangat mengecewakan. Saya yakin karena pilihanmu inilah makanya cerpenmu enggak dilirik. Lain dari itu, saya punya keyakinan, setelah pengalaman diskusi dengan penulis buku tadi, bahwa cerpenmu ini bisa mendapatkan peluang bagus. Namun, jelas ada syaratnya.
.
Percuma saya bilang bagus kalau saya enggak bisa menunjukkan bagusnya di mana. Hal pertama yang langsung saya dapati adalah cerpen ini punya karakter dalam bernarasi. Entah karena itu POV 2, yang enggak umum. Kedekatan penulisnya dengan masalah yang dihadapi tokoh, membuat penulis mengeluarkan kemampuannya mencari cara menyampaikan konflik itu. Hasilnya, bagi pembaca, mereka tampak hidup dan bergerak. Dan pengetahuanmu tentang itu sudah lebih dari cukup. Saya membandingkannya dengan buku tadi, sambil di kepala saya muncul pertanyaan penting "kenapa buku itu menarik minat si penulis skenario". Hal berikutnya adalah kisah dalam cerpenmu ini menyentuh konten yang sedang digandrungi khalayak umum. Saya akan menyebut khalayak umum dalam rentang usia tertentu, yang rela mengeluarkan uang untuk hal-hal sesepele membaca buku-ringan, atau menonton film-tanpa-perlu-berpikir. Kopi jelas memenuhi kriteria itu, dalam hemat saya. Sampai saya berani songong, jika Kopi ini dipilih judul yang lebih mengintimidasi (walaupun norak), dirancang outline demi memanjangkannya menjadi novel, menambah kedalaman konflik dan karakter, membuatnya happy ending, mempertahankan karakter bernarasimu, karya ini bakal diterima penerbit seperti Grasindo atau Elexmedia. Katakanlah saya ketumbar, tapi itulah pendapat saya. Makanya saya kecewa tulisanmu ini minim "komentar".
.
Saya enggak ingat kapan terakhir kali membaca tulisanmu, tapi jelas perkembangan kepenulisanmu terbilang pesat. Enggak mudah menulis cerita dengan sudut pandang orang kedua semanis ini (tapi berbeda tujuan dengan model cerpen POV 2 punya saya).
.
Terakhir adalah butuh kerja keras untuk mempertahankan karakter bernarasi seperti ini, guna menjadikannya novel minimal setebal 200 halaman. Apalagi, kasus nyata adalah buku novel tebal kurang menarik minat untuk dijual (karena kisaran harganya). Ya sudah. Kira-kira itu yang bisa saya sampaikan di sini. Semoga dirimu segera melangkah lebih jauh ke dunia buku. Posting ini di wattpad, dan undang sebanyak-banyaknya viewers. Kali saja ada editor yang memintamu membuat outline novelnya. Kip nulis kalakupand.

Ahak hak hak

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at ***** (3 years 7 weeks ago)

Butuh waktu cukup lama untuk mengkhatamkan komentar Om Momod XD
Amboi, amboi, ini bukan mimpi kan dapat komen panjang dari Om Momod? #TamparDiriSendiriBolak-balik
.
Oke, poin penting yang saya dapatkan:
Judul yang tidak menarik (serius! Saya kehabisan ide buat judul, saya cuma kepikiran Kopi karena itulah objek yang disinggung-singgung sampai akhir oleh tokoh Kamu. Sepertinya saya harus lebih kreatif lagi mengolah judul).
.
Dan balasan lainnya, saya tidak tahu harus berkata apa lagi.
Saya terharu Om, selama ini tulisan saya seolah tidak pernah "memuaskanmu", selalu ada aja yang kurang (semua karya punya kekurangan emang). Itu bikin jengkel :'D
.
Perihal kisah-kisah Om Momod, sepertinya saya masih belum sanggup untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi (mengolah novel lebih serius), karena manjaga karakter bernarasi itu (benar, seperti kata Om Momod) susah dan angin-anginan. Gak bisa setiap saat dipancing T.T
Tetapi saya akan berusaha ( '-')9
.
Kalau diposting di wattpad mah, nama saya masih kalah XD
Di wattpad lagi tren terbit-terbitan buku yang viewers-nya menyentuh angka jutaan. Apalah saya yang nengok cuma ratusan biji, itu pun gak yakin karena kayaknya saya suka bolak-balik karya sendiri XD
.
Yosh! Arigatou gozaimasu Om Momod^^

Writer Shinichi
Shinichi at ***** (3 years 7 weeks ago)

oh, saya tau kok soal tren jutaan viewers itu, bahkan di "golongan" tertentu, kami menyindirnya sebagai genre baru yang perlu banget ditempelin di depan kaver buku. dan kenajongannya enggak membuat buku-buku dan penulis-penulis koplak itu gentar. maka, santai saja.

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at ***** (3 years 7 weeks ago)

Pengalaman pun bicara.

Writer daniswanda
daniswanda at ***** (3 years 9 weeks ago)
90

Apa kabar Mas Thiya, sukses UAN-nya? yauda gpp ngulang setaun lagi.

Tulisanmu yg ini kayaknya lagi eksperimen diksi ya? enak diksinya. Seger. Walau ada bbrp yg bikin dahi saya berkerut. Tapi secara keseluruhan udah enak.

Lalu ada bbrp dialog/kalimat yg sepertinya si narator bicara pada diri sendiri. Misal: "Oh Tuhan" - "Semu?" - "Memang" ---> ini agak janggal di sayanya mengingat ini PoV2. Dan kalaupun ada, bukannya lebih baik dicetak miring?
Itu aja sih pendapat saya. Mudah2an berkenan.
Salam timpuk.

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at ***** (3 years 7 weeks ago)

Halo, Mbak Wanda :v
UAN-nya ... ooohhh, itu, ano, nilainya, lulus sih, cuma ... *ke sudut bentar buat motong bawang*
.
Wakakaka, iya, lagi nyoba-nyoba setelah baca beberapa karya seseorang (psstt, beliau juga ikut komen di sini).
.
Sesungguhnya, saya tidak mikir ini tulisan Pov2 meski memakai kata ganti "kamu". Saya pribadi, lebih suka nyebutnya "aku yang tak langsung" #Tsaahh #DihajarKarenaSeenaknya
Itu kayak, Mbak Wanda ngomong sendiri ke tokoh, seolah Mbak Wanda di sana dan menceritakan sendiri si tokoh utama ngapain aja. Gitu kali ya @_@
Iya, kayaknya memang cetak miring biar kelihatan beda daripada yang lain. Tetapi, selama nyaman dibaca sih, kayaknya tidak masalah.
.
Terima kasih atas kunjungannya ya Mbak Wanda :D
Salam Timpuk ( '-')9

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at ***** (3 years 9 weeks ago)
80

Lama tidak menjumpai gadis (mantan) SMA yang satu ini, ia sudah tumbuh semakin cantik rupanya. Meski tetap ... yah ... begitulah ....
.
Karena sudah dipuji, mari kita kritik.
.
Awal cerita ini kurang menarik bagi saya pribadi (kesan egois dari Aa-mu ini, bwahahaha).
Mari kita serius.
.
Mungkin karena kalimat awalnya agak tidak padu dengan sudut pandangnya.
"Tahukah kau, betapa pahitnya rasa dari secangkir kopi di tanganmu? Tanpa gula dan krimer."
.
Saya merasa di sini narator akan menceritakan tentang kopi, karena ia bertanya pada tokoh (Kamu) yang dikesankan tidak tahu menahu soal kopi tersebut. Jatuhnya malah narator menceritakan tokoh (Kamu) yang mencari gula. Lalu tentang PR dan sebagainya.
.
Di bagian ini pula saya menemukan kalimat "Sehambar raut wajahmu yang ditinggal olehnya."
.
Menurut hemat saya, kalimat tersebut tidak sepenuhnya (tidak terlalu cocok) menggambarkan isi keseluruhan cerita. Tokoh lebih dekat ke arah "kehilangan" (karena kepengecutannya) bukan "ditinggalkan".
.
Masuk ke bagian "elemen pengalaman" (kalau boleh saya memberi istilah sendiri). Seperti pandangan tokoh terhadap dirinya, lingkungan sekolah, masalahnya, PR, kelas, yang menurut saya menarik. Ditambah ada istilah fisika yang berpartisipasi. Membuat ceritanya semakin menarik.
.
Kalau diibaratkan sebagai manusia, cerita ini seperti orang yang baru saya temui.
.
Ia tidak menarik pada awalnya, tapi setelah ia menceritakan padangannya terhadap sesuatu (dirinya, lingkungan, ideologi) ia menjadi orang yang menarik untuk diajak ngobrol. Apalagi saat ia tahu tentang hukum fisika, game yang lagi hits dan dunia Anime "itu".
.
Saya menaruh perhatian lebih padanya saat menceritakan tentang kehidupan cintanya, yang terpendam (saya terhanyut pada bagian ini, sampai pada kalimat terakhir). Dan ia tidak mau dikasihani meski ceritanya cukup menyedihkan. Menyebalkan, tapi saya tidak akan pernah melupakan pertemuan ini. Ia dan ceritanya.
.
Satu lagi sebelum kesadaran saya bangkit (saya sedang dalam mode kesurupan).
Bagian ini:
"Kadang kau berpikir, untuk melajang saja dewasa nanti. Menyewa dildo atau gigolo jika memang sudah tidak tertahankan."
.
Seperti irisan daging steik yang tercelup ke mangkuk es campur. Keseluruhan cerita mengongsepkan "cinta" sebagai rasa suka terhadap lawan jenis (normal: sebagai mana remaja). Tapi pada bagian itu kesannya tidak lebih dari hasrat ingin kawin, bukan perasaan bahagia karena memiliki pendamping, pasangan hidup, berbagi pengalamam, dan saling memberi rasa aman, bahagia, perlindungan. Seperti satu Neotron yang tidak dibutuhkan dan akan menghancurkan kestabilan suatu atom jika ditaruh pada intinya.
.
.
.
Sekian.
Maaf jika tidak berkenan, dan salam.
#melambaikan tangan
@backsound: AKB48 - 青春と気づかないまま.

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at ***** (3 years 7 weeks ago)

Alkisah, ada seorang k-ners bernama Shin Elqi yang gendernya sampai saat ini masih dipertanyakan :v
Oke, kalimat di atas gak ada nyambungnya sama sekali.
.
Pertama, terima kasih banyak. Sejujurnya (cerita dikit), awalan cerpen ini hasil ketak-ketik kalimat random di atas kertas digital bernama word. Lalu, setelah satu-dua paragrap baru saya tahu tujuannya mau kemana. Naasnya, saat revisi saya tidak menyadari betapa tidak nyambungnya antara awalan dengan isi cerpen. Njay, keslipet kayaknya waktu nge-edit >_<
.
Tentang kalimat berhasrat kawin, mungkin saya kebablasan buatnya. Sesungguhnya, banyak kalimat yang kena penggal di tulisan ini.
.
Dan pada akhirnya, saya ingin mengucapkan terima kasih :D
Lain kali saya akan lebih jeli lagi.
.
.
.
Arigatou~~~
Berkenan kok, selalu berkenan^^
#LemparLilin
@backsound: ONE OK ROCK - Deeper Deeper

Writer citapraaa
citapraaa at ***** (3 years 9 weeks ago)
100

pertamax
kayaknya baru pertama kali baca tag-an cinta di sini, selain yang udah lama itu. dan yang itu beda jauh sama yang ini.
di sana-sini terselip hal-hal yang bikin ngakak (pasti isi hati penulisnya nih :P) seperti "yaoi" dan lain-lain. jadi ada rasa / warna lain di ceritanya, ga jenuh :P
ga setuju sama masakan kantin lebih enak dari masakan Mama lol
pas di "Dalam tatapan yang teduh, kemudian bertukar jaket seperti drama-drama alay dimana judulnya menggantengkan serigala." udah ngerasa mau maki-maki penulisnya karena ga jelas, tapi udah ada "Pikiranmu mulai ngawur." duluan jadinya batal memaki.
di luar ceritanya, paling cuma kesalahan (?) yang tidak kentara seperti kalimat yang tak utuh (?)
"Selama ada satu teman setia, yang mau berbagi contekan meski akhirnya nilai kalian sama. Hidup di sekolah tidaklah begitu buruk."
"hidup" dst sepertinya harus nyambung sama kalimat sebelumnya.
bisa dinikmati, terimakasih :P

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at ***** (3 years 9 weeks ago)

Isi hati saya? Sejak kapan Kak Cita tahu? Aw aw aw, jadi maloe >///<
Iya, dikit-banyak ada yang nyelip-nyelip curahan sendiri, konflik emang rasa-rasanya mirip sama yang kena tag cinta-an kemaren.
Masalah kalimat tidak utuh, itu niatnya buat madetin. Tapi sepertinya, saya yang salah karena menganggap beberapa kalimat sudah 'utuh'.
Terima kasih komentarnya.
Kak Cita kayak kak Hidden aja nyari pertamax :v
Pertalite gak jalan?