Bermain Petak Umpet

masih ingatkah kau
pada permainan petak umpet
di halaman sekolah dasar?
bila mengenangnya,
aku dapat melihat lagi
barisan forget me not
yang tumbuh di belakang jendela ruang guru
—tempatku biasa bersembunyi.

pernah kita duduk bersisian di sana.
sambil menunggu ditemukan
kita membicangkan cita-cita
janji bersama saat libur kenaikan kelas
meskipun pada akhirnya kau sendiri, pergi.
tetap saja tak ada yang datang
meski lonceng telah berdentang
dan kita lambat menyadarinya.

berjalan tanpa suara di lorong kosong dan senyap
bergetar membayangkan hukuman apa
yang kelak kita terima
belum apa-apa, matamu sudah berkaca-kaca.
lalu, ketika guru menjewer telinga kita
seisi kelas terkikik pelan
membuat pipimu semerah udang.

ah, mengenangnya kembali
aku jadi bertanya-tanya,
apa kabarmu sekarang?
masih ingatkah padaku?
pada semua hal bodoh yang kita lakukan?
entah kenapa
memikirkannya membuatku sedih dan terluka.
seolah di antara tahun-tahun yang berlalu,
juga segala hal yang tak lagi kita miliki
masih ada pertemuan yang harusnya bisa kita jelang,
seandainya saja egoku tak terlalu besar
tuk sekadar mencari, dan mengawali langkah.

namun, semenjak tak menemukanmu
di hari pertama tahun ajaran baru,
aku sudah menyerah
dan melupakan kita,
tanpa menyadari,
mungkin saja di sana
kau menunggu ditemukan.
mungkin saja kau tak pernah
benar-benar bersembunyi?

15 Januari — 20 April 2016

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nixyan
nixyan at Bermain Petak Umpet (2 years 29 weeks ago)
80

masa kecil
:)
da7S5