Elypsis (Prolog)

PROLOG

 

Menurutmu apa Tuhan itu adil?

 

Ada orang yang dari lahir dikaruniai fisik yang sempurna dan kekayaan melimpah warisan milik keluarga. Orang itu selalu mendapatkan apa yang diinginkannya. Makanan, pakaian, kekuasaan, apa saja. Semua yang diinginkannya terpenuhi hanya dengan satu jentikan jari.

 

Namun disisi lain, ada pula yang lahir dengan keadaan fisik tak seutuh milik manusia normal pada umumnya. Tidak hanya itu, bahkan kondisi finansial keluarganya sangat bobrok sampai-sampai untuk memenuhi kebutuhan pokok saja kelompok kecil tersebut harus bersusah payah hingga keringat menjadi darah agar tetap mampu menopang hidup mereka yang menurut orang lain tidak berharga.

 

Hei, apa menurutmu Tuhan itu adil?

 

Ada sebagian orang yang sejak kecil selalu diberikan kemudahan dalam hidupnya. Mereka memiliki kecerdasan tiada tanding yang membuat mereka dengan mudahnya meraih pendidikan akademik sesuai dengan apa yang mereka inginkan, bekerja di bidang yang mereka sukai, dan mendapatkan pundi-pundi uang dengan cara yang nyaman menurut mereka.

 

Namun sebagian lain tidak begitu beruntung. Sekeras apapun mereka berusaha dan kenyataan membanting mereka, tak peduli sekuat apapapun mereka berjuang, ada kalanya mereka tetap berakhir di tempat kumuh dengan gaji tak seberapa atau bahkan terpaksa melakukan pekerjaan kotor hanya untuk mempertahankan setitik kecil harapan dimana kehidupan mereka akan menjadi lebih baik. Walaupun entah berapa tahun yang kesekian kehidupan yang lebih baik itu tidak kunjung menghampiri mereka.

 

Cahaya harapan kecil yang mereka agung-agungkan itu mengkhianati mereka, meninggalkan segelintir manusia tak beruntung itu dalam kehampaan yang sarat hingga mereka menemui ajalnya.

 

Menurutmu... apa Tuhan sungguh adil, kawan?

 

Dia mengambil apa yang penting untukmu, Dia membuat orang yang kau sayangi berbalik melawanmu, melakukan hal buruk padamu. Ketika kau sendirian, tersesat dalam kegelapan hatimu sendiri, Dia mengabaikanmu. Apa itu adil? Tak peduli sekencang apapun kau berteriak, sekuat apa kau menangis. Tidak akan ada yang datang untuk menolongmu. Bahkan Tuhan pun hanya diam memandangmu dari atas sana. Tapi itu memang hak-Nya. Kau hanyalah salah satu ciptaan-Nya dan Dia berhak melakukan apapun padamu. Merusakmu, menyakitimu, memberimu bahagia, memberimu kesedihan. Kau harus menerimanya karna itu sudah jadi kodratmu. Jadi kau hanya diam disana, tertegun merutuki nasibmu yang tidak beruntung seraya berharap seseorang mendengar rintihan sakitmu, rengekan tangismu yang teramat pilu.

=====

Di tengah kobaran api yang sekarang tak lebih panas dari gejolak dendam, seorang bocah lelaki bertopi beruang berjalan menjauh dari gedung yang setengah terbakar di belakangnya. Api menari-menari dipunggungnya, berdansa, bercumbu dengan tembok dan atap yang mulai goyah karena kalah kuat dengan sang api. Bocah tersebut diam sejenak kemudian berbalik memandang kobaran api besar hasil ciptaan tangan kecilnya.

 

“Indah.” Komentarnya singkat sambil menyunggingkan senyum dengan ekspresi yang tidak terbaca.

 

Sejurus kemudian butir air mata menyelip dari irisnya yang sewarna laut. Ada sesuatu di dadanya yang membuatnya sesak, gelenyar aneh menyakitkan menjalari sekujur tubuhnya. Suatu rasa pedih yang sulit diungkapkan seolah merobek ulu hati dan membuat tubuh mungilnya bergetar. Mimik wajahnya berubah seketika. Dari ekspresi seringai aneh menjadi wajah kekanakan seorang anak kecil yang menangis karna melakukan kesalahan dan takut dimarahi ibunya. Ia memeluk tubuhnya erat, seolah jika ia melepaskan pelukan tersebut tubuhnya akan runtuh seketika menjadi serpihan kecil.

 

Rapuh. Ia merasa begitu rapuh.

 

Tubuhnya jatuh perlahan ke bumi. Beban yang dirasakannya tak sanggup ia tahan lebih lama. Bendungan air matanya hancur seketika, berondongan arus air mata menyeruak keluar dari manik birunya yang berkilat merah terkena pantulan api dihadapannya. Ia memeluk tubuhnya lebih kuat sambil menekannya sedikit kearah bumi. Berharap sakit yang ia rasakan mampu teredam dengan cara menekan dada dan perutnya kuat-kuat. Namun nihil, perasaan pedih yang menyesaki dadanya tak kunjung hilang, tentu saja, hal itu karena sakit yang ia rasakan bukan menusuk tubuh, namun menusuk sanubarinya. Ia menangis sejadi-jadinya.

 

Kau membiarkanku tersesat dalam kegelapan hatiku, begitu pikirnya.

 

Gelenyar aneh lain mulai menghantam kepalanya, membuat bocah kecil itu sedikit merintih diantara isak tangisnya.

 

Tidak… Kumohon Jangan lagi.

 

Dari kejauhan tampak sesosok anak-- yang kemungkinan hanya beberapa tahun lebih tua dari si bocah bertopi beruang --diam berdiri, berkamuflase diantara rimbunnya semak dan pohon yang berwarna hijau semburat merah terkena pantulan api. Tubuh sosok tersebut diselimuti aura hitam yang membuat siapapun yang menatapnya merasa tidak nyaman. Sosok itu menatapnya tajam. Ekspresinya tak terbaca karena sebagian wajahnya tertutup asap hitam yang membutakan mata.

 

Sang bocah bertopi beruang menyadari bahwa seseorang sedang menatapnya. Ia tahu betul siapa itu. Ia tahu betul siapa yang sedang menatapnya dengan pandangan mengadili. Perasaan terror menyelimutinya, ia ketakutan. Tak berani menatap balik ke arah sosok yang sembari tadi melotot kearahnya, bocah kecil itu terpaku diam disana, terisak berat sambil memeluk tubuhnya yang sekarang bergetar makin hebat.

 

Seseorang kumohon tolong aku…

 

=======PROLOG END========

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer citapraaa
citapraaa at Elypsis (Prolog) (2 weeks 4 days ago)
50

Tidak hanya itu, bahkan kondisi finansial keluarganya sangat bobrok sampai-sampai untuk memenuhi kebutuhan pokok saja kelompok kecil tersebut harus bersusah payah hingga keringat menjadi darah agar tetap mampu menopang hidup mereka yang menurut orang lain tidak berharga.
------
Mungkin ini masalah selera, tapi menurut sy kalimat di atas terlalu panjang. :) begitu pula dengan beberapa kalimat lainnya.

Apakah Tuhan itu adil? Aku tidak tahu, tapi yang jelas, Dia keren. Bisa mewujudkan cerita dalam bentuk kehidupan nyata. Tokohnya miliaran dan semuanya jadi tokoh utama

Writer cinta44
cinta44 at Elypsis (Prolog) (2 weeks 6 days ago)
90

Cerpen yang berbau agama atau dakwah ini ya

____________________________________________________________
Hipnoterapi nampaknya bisa jadi cara jitu mengendalikan emosi yang meledak-ledak

Writer merkuri
merkuri at Elypsis (Prolog) (9 weeks 5 days ago)

cerita yang sangat menyentuh kalbu

_________________________________________
Untuk melakukan jual beli saldo atau pengisian paypal balance secara online dan cepat kunjungi => https://triv.co.id/id/home/paypal

Writer embun88
embun88 at Elypsis (Prolog) (12 weeks 6 days ago)

cerita ini endingnya kok gak tepat gitu ya

__________________________________
Percayakan pada Perusahaan Cargo Surabaya yaitu SRA Cargo untuk urusan pengiriman barang / dokumen Anda