Surel Internal - Menurut Kalian Apa yang Terjadi?

Dear Mbak Winda,

                Sebenarnya aku tidak mau menulis surel yang panjang, tapi aku harus jelaskan terlebih dulu bahwa alasan mengapa seseorang keluar dari sebuah perusahaan adalah karena bayarannya kurang atau atasannya menyebalkan. ‘Menyebalkan’ tentunya sebuah eufemisme untuk goblok, gak becus, suka makan bawahan sendiri, pengecut, dsb.

                Jadi begitu ya, hanya ada dua alasan. Kalau ada teman yang mengundurkan diri dengan alasan berbeda, dia pasti bohong. Alasannya antara dua tadi.

                Salah satu tugasku di kantor, seperti sudah sering kujelaskan, adalah yang disebut employee retention. Mempertahankan karyawan. Itu artinya para atasan telah mempercayakanku untuk memilih langkah terbaik untuk mencegah seorang pekerja untuk resign. Nah, karena alasan seseorang mengundurkan diri hanya dua itu tadi, pekerjaanku cukup mudah. Aku tinggal usul gaji, bonus, atau insentif seorang pekerja ditambah, atau aku minta diadakan sesi konseling untuk si pekerja, atau atasan, atau dua-duanya guna membahas apa yang bisa mereka lakukan agar hubungan mereka harmonis lagi.

                Setelah penjelasan di atas itu aku yakin kamu tahu kenapa aku mengirim surel ini ke kamu.

                Aku enggak percaya kamu mau pindah karena menemukan pekerjaan yang lebih sesuai. Kolegaku, si Bagus, itu jagonya menemukan orang mana yang paling pantas mengerjakan apa. Pengelolaan SDM berbasis kompetensi, gitu katanya kalau angkuhnya kumat. Skill set-mu itu terlalu spesifik, Win. Aku berani taruhan, kecuali kamu pindah ke perusahaan multinasional, enggak ada perusahaan yang mencari orang seperti kamu.

                Jadi jujur aja ya, kamu mau berapa? Atau kamu ada masalah apa dengan Pak Widagdo.

Salam,

Gegas Apriadi

Human Capital Management Department
Competency Enhancement & Employee Retention Unit
PT Sens Mikrosistem

 

 

Dear Pak Gegas,

                Saya memang di-headhunt sama perusahaan multinasional, pak. Maaf, saya tidak berniat melanjutkan kontrak saya di SM. Hubungi rekrutmen saja, pak. Bilang kalau ada lowongan. Keputusan saya sudah bulat.

Salam hormat,

Winda Setyaningrum

Finance Departement
Collection Unit
PT Sens Mikrosistem

 

 

Win,

                Jangan bohong dong. Aku kenal kebanyakan headhunter di ibukota. Enggak ada lowongan yang nyari orang dengan skill set kamu. Lagipula kamu enggak bisa Bahasa Inggris. Mana ada perusahaan multi nasional yang mau.

                Jujur aja dong. Surel kita ini enggak ada yang baca kok, Win. Kamu mau ngomong vulgar soal berapa duit yang kamu mau juga gapapa. Ngomong mau bersih berapa ke aku. Nanti aku sama orang finance yang bikin rumusnya biar kamu bisa dapet segitu.

                Skill setmu spesifik lho, Win. SM mau nampung kamu karena perusahaan ini memang butuh kamu. Aku gak pernah nyusahin kerjaanmu lho, bantu aku dong.

Salam,

Gegas

 

 

Mas Gegi,

                Jujur nih mas (aku jadi ikutan manggil kamu mas Gegi kan), enggak ada angka spesifik yang bisa mempertahanku di sini. Niatku untuk resign sudah bulat. Bolehin dong mas. L

Salam desperate (aku bisa bahasa Inggris tauk),

Winda

 

 

Win,

                Berarti karena Pak Widagdo ya? Kalian ada masalah apa? Kalau kamu gak ngaku aku bakal nanya dia lho. You know how it goes. Mending kamu cerita sisimu dan nanti ku cross check dengan sisi dia. Kamu mau dibahas lewat surel, WA, atau ketemu langsung sama aku? Gak harus sama aku si, sama salah satu psikolog juga boleh.

Salam kompak,

Gegas

 

 

Mas Gegi,

                Aku ke kantor mas Gegi aja. Please don’t tell what i’m about to tell you to anyone.

Salam,

Winda

 


Dear Pak Rudolph,

                Setelah berdiskusi dengan Bu Winda mengenai alasan pengunduran dirinya, dengan berat hati saya harus melaporkan kalau tidak mempunyai pilihan selain mencari pengganti beliau secepatnya.  Walaupun skill set yang dimilikinya cukup unik namun saya sudah bahas hal tersebut kepada bagian rekrutmen dan mereka ada beberapa kandidat yang cocok. Beberapa harus di headhunt, namun bagian rekrutmen cukup yakin kita mempunyai sumber daya untuk menarik orang-orang tersebut.

Salam,

Gegas Apriadi

Human Capital Management Department
Competency Enhancement & Employee Retention Unit
PT Sens Mikrosistem

 

 

Mas Gegi,

                Kenapa si Winda? Lu gaya amat ngomong ke gue pake bahasa formal gitu. Kalo memang rekrutmen cukup yakin kita punya sumber daya buat nyari gantinya Winda ya kita pake aja sumber daya itu buat mempertahankan dia. Gue direktur finance, bro. Gue tinggal ketak-ketik dikit, teken, pindah tuh dana. Lu yakin ngedobel gaji dia aja ga cukup?

 

Rudolph Wawengka,

Director of Finance
PT Sens Mikrosistem

 

 

Pak Rudolph,

                Nanti saya ke kantor bapak.

Salam,

Gegas

 

 

Dear Bu Helen,

                Bu, Winda jadi keluar ya. Tolong kasih go ahead ke rekruter-rekruter kita. Cari yang paling bagus tapi jangan headhunt dulu deh. Sekalian aku mau minta SP buat Pak Widagdo. Diem-diem buka lowongan juga lah untuk posisi beliau. Kadang suka gak bener tu orang.

Salam kompak,

Rudolph
 

 

Mas Gegi,

                Heh kampret, Pak Rudolph kamu ceritain kok aku enggak? Emang ada apa dengan si Winda? Kenapa Pak Widagdo mau di SP? Awas ga bales lo, Geg!

Salam sebel,

Helen Margrieta Sibolga
Human Capital Manager
PT Sens Mikrosistem

 

 

Bu Helen,

                Nanti saya menghadap ibu juga deh. Sekalian juga saya mau tanya soal Pak Tendi. Habis makan siang ya bu saya mampir.

Salamat siang,

Gegas Apriadi

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
50

Seperti tidak selesai :D awalnya saya kira saya bisa ngerti, tapi ujungnya bermunculan nama-nama lain, jadi tidak paham.

Cara berceritanya (surel) bagus, tiru ah~ *?* tetapi mungkin karena ceritanya kurang sesuatu, jadi kurang mengerti ciri khas tokoh masing-masing (selain Winda yang mendadak menggunakan Bhs Inggris).

Apa cerita ini kurang panjang? Tidak tahu. Waktu itu saya baca cerpen seseorang, formatnya bahkan lebih pendek: sms. Dan, tidak mencantumkan nama, hanya nomor. Jadi: +62857xxxxxxxx
Harusnya lebih susah dipahami, kan? Yah. . mungkin, meski hanya sms, alur ceritanya masih terbaca.

Sekian~

80

Cerita modern yang menarik juga untuk dibaca

____________________________________________
Hubungi Gesunde Medical yang Jual Nebulizer Omron dan berbagai alat kesehatan penting lainnya

70

oke, alur cerita ini menarik. Mungkin seseorang terinspirasi dari suatu hal, makanya membuat cerpen semodel ini. Hanya saja, saya kira nanggung ya. Di sisi ide peristiwa, saya masih penasaran. Sedangkan dari sisi teknis dkk, meski saya rasa ini asyik, tetap mengurangi nilai seninya. Maksud saya hal-hal teknis saja, unsur-unsur umum. Namun, saya harus akui bahwa apa terjadi dalam komunikasi elektronik para tokohnya mampu menghadirkan karakteristik mereka, yang mana mengarah pada konflik dan penyelesaian. Namun, belum selesai.

Kip nulis.

Tanggung ya? Heheh, aku si berharap nanggungnya itu jadi semacam daya tarik. Apalah daya. Terima kasih udah mampir ya.