He's Everything 2.2

 

Aku membuka mataku dan melirik jam di nakas. Pukul 4 pagi. Aku bangun terlalu pagi lagi karena mimpi-mimpi masa kecilku. Mimpi-mimpi yang seharusnya sudah tidak aku ingat kembali tetapi sering muncul belakangan ini sehingga rasanya seolah baru saja terjadi.

Mimpi tentang pertemuanku dan Deva.

Kenapa aku memimpikannya?

Sudah lama aku tidak memimpikan masa kecilku terutama saat-saat aku bertemu Deva, tetapi belakangan ini aku mulai sering mengingatnya. Hari ketika ia mengajakku berteman dan menemaniku pulang. Lucu ternyata Deva tinggal di sebelah rumahku.

Ketika ia mengantarku pulang saat itu dan menuju ke daerah rumah-rumah komplek, aku akhirnya menyadari bahwa itu daerah rumahku, tepat ketika ia mengantarkanku ke rumahnya, mama dan papa berhambur memelukku dengan wajah khawatir dan panik. Mereka berkata mereka tidak bisa menemukanku, mungkin karena mereka tidak terpikir aku akan keluar terlalu jauh. Deva yang saat itu masih bersamaku hanya memandang kami bingung, lalu kemudian ia tersenyum.

"Denada, kita tetangga!" katanya saat itu.

Aku memutar tubuh dari pelukan mama dan menatap Deva bingung. Deva menunjuk tangannya ke arah rumah di sebelah rumahku. "Itu rumahku!" katanya riang.

Kemudian mama juga ikut tertawa menyadari bahwa saat itu aku akhirnya memiliki teman dan memelukku lagi. "Kalian harus berteman yang baik ya." Itu yang mamaku bilang sambil memelukku saat itu.

Respon Deva sangat positif. Aku tidak tahu apa yang mendorongnya untuk mau mendekatiku, dan bahkan berteman denganku. Sejak saat aku tidak dianggap sebagai teman bermain di lapangan, aku tidak pernah lagi muncul di tempat tersebut. Aku memutuskan aku tidak cocok bermain bersama siapapun, itulah kenapa aku kembali ke rutinitasku bermain dengan koleksi mainanku. Tapi kemudian Deva muncul dari serambi rumah sebelah dan melambaikan tangannya padaku dengan wajah riangnya.

"Hei, Denada! Main yuk!"

Aku menggelengkan kepalaku .

"Kamu nggak mau main?"

Sambil menunduk, aku memeluk erat bonekaku "Aku nggak suka main sama mereka."

Deva mengerutkan keningnya, bingung. "Kenapa? Mereka baik kok."

Saat itu aku bukanlah anak yang pandai berbicara ataupun mengungkapkan perasaanku dengan gamblang. Karena itu, ketika aku bingung akan menjawab apa, yang kulakukan adalah berlari ke dalam rumah untuk kabur dari pertanyaan-pertanyaan selanjutnya yang dilontarkan Deva.

Hanya saja tiba-tiba Deva muncul di depan pintu rumahku lagi, dan memaksaku untuk bermain bersamanya di rumahku tanpa pernah lagi membahas anak-anak di lapangan tersebut. Deva bermain di rumahku hampir setiap hari sejak saat itu. Lalu aku sudah tidak bisa mengingat lagi kapan kami tidak bersama. Deva selalu ada di sampingku, ia selalu menjadi satu-satunya orang yang mengajakku bermain dan mau berteman denganku. Hingga aku merasa hal tersebut wajar.

Bahkan ia menunggu setahun untuk masuk SD agar bisa sekelas denganku. Ya, dia memilih sekolah yang sama denganku. Sejak dulu, hingga saat ini.

Mungkin itulah kenapa mimpi-mimpiku sering muncul, kadang secara berurutan. Sekarang Deva sedang tidak disampingku, dan aku tidak bisa menyalahkannya. Aku yang mendorongnya menjauh, dan aku jelas tidak pantas untuk memintanya kembali di sampingku lagi.

Hanya saja, rasanya perasaan kesepian seringkali menggerogotiku.

***

 

 

Read previous post:  
9
points
(770 words) posted by alinaza 1 year 17 weeks ago
45
Tags: Cerita | Novel | cinta | Cinta | remaja | sahabat | SOULMATE | young adult
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer duvernoy
duvernoy at He's Everything 2.2 (36 weeks 1 day ago)
40

Ehm.. Saya baru kembali dari yang 'He's Everything 2.1'. Ini ceritanya sambungan dari cerita sebelumnya kah? Atau loncat-loncat alurnya? Karena agak nggak pas dengan akhiran yang sebelumnya, kutipan kata-kata akhirnya seperti ini:

“Denada?”

Aku menengok cepat ketika mendengar suara yang cukup familiar. Anak laki-laki yang tadi.

Lalu tahu-tahu tokoh utama sudah bangun dan settingnya di pagi hari. Jujur sy bingung ahahah XD.

Sy masih berpikir ini belum ada konflik apa-apa ya? Kata-katanya mirip kalimat-kalimat di buku harian, simpel dan sederhana. ^^

Writer alinaza
alinaza at He's Everything 2.2 (31 weeks 5 days ago)

Iyaa sebenarnya sambungan dr 2.1 dan dr 1.1 wkwk emang ribet ya liatnya kepisah2 gini hehehe...
Oh iyaaa sebenarnya itu mimpi masa kecil tapi ga aku tulis, jadi pas bangun itu pas masa skrg tapi dia trus jadi nostalgia gitu huaaaa maaf ya kalau gak paham hehehhe
nanti coba saya baca ulang deh biar gak membingungkan wkwkwk
anyway thanks banget udah mampirrr

Writer lokideautorin
lokideautorin at He's Everything 2.2 (41 weeks 2 days ago)
60

bagus. lanjutkan. mungkin butuh latihan lagi akan menjadi semakin baik.

Writer adlinaraput
adlinaraput at He's Everything 2.2 (47 weeks 1 day ago)
90

good