Bukan Ksatria

BUKAN KSATRIA

 

Prajurit itu masih membawa peluru

yang kemarin tembus di dadanya

yang kini ia genggam

mencari-cari siapa pelakunya

 

Sebenarnya siapa yang salah

peluru mesti tembus

dan dada mesti lubang

lalu kenapa masih mengeluhkan jari

si penarik pelatuk?

 

Sang Prajurit masih membawa peluru

yang kemarin ia genggam di tangannya

mencari-cari siapa pelakunya

sayang … perang sudah lama selesai

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer venus88
venus88 at Bukan Ksatria (1 year 50 weeks ago)
90

Kagak paham dengan isi atau pesan yang ingin disampaik pada puisi ini

___________________________________________________
Jual aneka mikroskop monokuler & binokuler berkualitas harga termurah di Gesunde Medical Jakarta

Writer arsenal mania
arsenal mania at Bukan Ksatria (1 year 51 weeks ago)

pakabar om aseeek hehehe
jadi ceritanya gini om, kan saia baca terus saia bingung. kaya nggak ada korelasi pada tiap kalimatnya. gatau juga sih, saya ngerasa mereka seperti berdiri sendiri2 gitu.

"Prajurit itu masih membawa peluru
yang kemarin tembus di dadanya"
(si prajurit kemarin kena tembak, dan pelurunya dibawa. entah di bawa di dalam dada (kaya iron man) atau sudah dikeluarkan)
......

"yang kemarin tembus di dadanya
yang kini ia genggam"
(ini agak membingungkan. kenapa harus ada pengulangan kata hubung "yang"? yg saya tangkap si prajurit tidak memegang peluru tapi menggenggam dadanya. cuma gimana caranya menggenggam dada? kalau buah dada sih bisa lah wkwkwkwk -guoblok lu nal!! cuci muka cepaaat!!-)
.......

"yang kini ia genggam
mencari-cari siapa pelakunya"
(kalau yg di genggam dada, berarti dada itu sedang mencari seseorang (atau sesuatu) yang telah melakukan kekejian tak terkira terhadapnya. tapi kalau peluru yang digenggam, berarti dia mencari siapa orang rese yang ngeluarin doi pas arisan keluarga di dalem senapan.)

............
....

saya gak tau sih si om sadar apa nggak nulisnya. kalau sadar, saia mau tanya maksudnya ini apaan? soalnya saya nangkepnya malah cowo jomblo yg nyari cewek yg kemaren curi2 pandang sok imut gitu. wkwkwk membikin dada si prajurit kecucuk panah/pedang/tombak asmara.

kalo gak sadar, saia rasa ini kesalahan. musti ati2. soalnya kalo salah pilih, puisinya malah jadi nggak bermaksud. nggak bertujuan. bisa2 nyasar. kan kasian. sunyi sepi sendiri. tidak punya siapa2. sedih lah pokoknya.

menurut hemat saia sih gitu. meskipun saya sisah buat berhemat. ya gapapalah. -garing banget nal, nyampah mulu lu bego!-

wkwkwkwkwk semangat om. cepet lulus yak
XD

Writer Nine
Nine at Bukan Ksatria (1 year 51 weeks ago)

Hooo, gituyak? Ahahaha. Gak papa, Bang. Jelas2 yg ini bukan sampah. ini masukan yg paling saia butuhkan ^^ -- tiba2 muncul langsung komen kyak mau buat fiksi mini ^^
.
Ini nulisnya sadar kok--mudah2an--saia mau nanya panjang lebar, tpi lebih baik ngejapri dirimu sahaja ^^. Wokeeee!!!