MENONTON BERITA

Murid berkata kepada guru: "Saya menonton berita televisi beberapa waktu yang lalu dan beritanya tentang pembunuhan suami terhadap istri. Untuk mengurangi itu terjadi dan semoga tidak terulang berikut beberapa ayat yang sudah dikonsepsi menjadi ilmu psikologi untuk rumah tangga, anak dan parenting:

1. Taghabun:14

Hai orang-orang yang beriman (yang wajahnya berseri-seri dan selalu tersenyum), sesungguhnya (dalam permasalahan rumah tangga) dari pasangan-pasangan kamu dan anak-anak kamu (dalam beberapa hal) menjadi seteru bagimu. (Kalian akan mendapatkan suatu situasi dimana individu per individu berselisih pendapat, bersitegang karena salah paham dan cemburu). Oleh sebab itu hendaklah kamu awasi mereka (dari perpecahan dan perseteruan yang panjang yang akan menyebabkan keadaan broken home). Dan jika kamu maafkan (kesalahan-kesalahan mereka itu sama dengan mengajarkan mereka caranya memaafkan agar mereka menjadi pribadi yang pemaaf) dan redamlah amarahmu mengambil sikap tenang (itu sama dengan mengajarkan mereka caranya menghadapi persoalan dengan kepala dingin, bijak, tak memihak pada ego diri, sabar, mampu mengendalikan situasi agar cepat tenang dan merumuskan solusi yang tepat demi kebaikan bersama tanpa ada yang merasa dirugikan, win-win solution) dan kamu tutup (dosda-dosda mereka), Maka sesungguhnya Allah (dengan ilmuNya itu) Maha Pengampun Maha penyayang (membekalimu bekal ilmu pengetahuan untuk mewujudkan keadaan home sweat home, baiti jannati, sakinah mawada wa rahmah)"

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at MENONTON BERITA (10 weeks 6 days ago)

latihan bermain peran ortu dan anak juga bagus, kok.
ini lingkup kecil.
keluraga dalam lingkup besar bisa ke organisasi tingkat rt.
ketua rt mengambil peran orang tua, yang dibawahnya mengambil peran anak.
ketua rw mengambil peran orang tua, setiap ketua rt bawahannya mengambil peran anak.
dan seterusnya sampai kepala-kepala desa yang mengambil peran orang tua dan setiap ketua-ketua rw mengambil peran anak.
begitu terus sampai tingkat para gubernur dan walikota yang mengambil peran anak sedangkan paling atas ya tentu kepala negara mengambil peran orang tua.