Diantara dua dunia

Pada suatu hari, hiduplah seekor kue jahe dan seekor kura-kura. Di dunia itu hanya ada mereka berdua. Mereka bertempat tinggal di tempat yang berbeda. Kue jahe tinggal di daerah manisan dan kura-kura tinggal di danau yang sangat indah.

                Kue jahe merasa sangat kesepian. Dia tidak memiliki teman. Kadang dia membuat teman dari manisan, namun itu hanyalah teman palsu.

                Berbeda dengan kue jahe, kura-kura sangatlah bahagia. Dia menganggap semua yang baik itu adalah teman. Air yang mengalir, udara yang berhembusan, dan semua yang baik adalah teman bagi kura-kura.

                Suatu hari, kue jahe dan kura-kura bertemu di sebuah kuil. Ketika kue jahe bertemu dengan kura-kura dia sangatlah senang, dia merasa bahagia, dia ingin menjadikan kura-kura menjadi temannya yang terbaik. Begitu juga dengan kura-kura, dia sangat senang bertemu dengan kue jahe dan menjadikannya teman sama seperti air,udara, dan semua yang baik.

                Namun, ada satu halangan ketika mereka ingin berkomunikasi secara langsung. Setiap mereka ingin berbicara secara langsung, selalu ada angin yang berisik yang membuat pembicaraan menjadi lebih sulit. Akhirnya mereka menggunakan gelas dan benang. Setelah mereka berbicara melalui gelas dan benang cukup lama, mereka semakin dekat dan dekat. Kue jahe merasa kura-kura lebih dari teman baginya. Namun kura-kura menganggap kue jahe sama seperti temannya yang lain walaupun sekarang dia adalah teman baiknya.

                Suatu ketika, kura-kura berkata “Kue jahe, kau adalah teman baikku”

Kue jahe yang mendengar itu seketika kecewa. Dia merasa keinginannya itu hanyalah sebelah pihak. Kue jahe yang sedang galau itu akhirnya berkata “ohh begitu” dan pergi menjauhi kura-kura. Namun setelah beberapa saat, dia kembali. Bagi kue jahe, dia tidak mau meninggalkan kura-kura. Akhirnya kue jahe berkata “Hmm, maafkan aku, lupakan yang tadi kukatakan, aku memang aneh hehe, yapp benar kamu adalah teman terbaikku”

Kura-kura menatap kue jahe dan berkata “Jangan pergi, aku tidak suka melihat punggung yang semakin lama semakin kecil.”

Kue jahe tidak akan kemana-mana, dia menemukan tempat tinggal tuk dirinya. Namun Kue jahe terbuat dari manisan. Dia tidak akan bisa bertahan lama berada di tempat yang bukan manisan. Kue jahe akan hancur perlahan, keping demi keping, potongan demi potongan, hingga akhirnya menjadi debu manis yang bersatu dengan udara. Satu-satunya cara adalah cinta. Dengan cinta dia dapat bertahan selamanya karena cinta mengandung semua rasa termasuk manis.

Kue jahe tahu akan hal itu. Dia juga tahu kura-kura tidak akan memberikan cinta untuknya. Namun Kue jahe tetap memilih untuk tinggal. Serpih demi serpih, hingga akhirnya menyatu dengan udara. Akhirnya, Kue jahe telah menjadi debu manis di udara. Namun dia tetap bahagia karena dengan begitu, dia tetap bisa hadir untuk kura-kura.

Tamat.

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Diantara dua dunia (25 weeks 6 days ago)
80

WADUHH, LUCU
kue jahe sama kura-kara...
plotnya banyak yang mirip-mirip dan karakternya juga banyak yang mirip-mirip dengan cerita-cerita yang umum kebanyakan. tapi oke, bagus, semangat terusss

Writer niNEFOur
niNEFOur at Diantara dua dunia (26 weeks 5 days ago)
90

ujungnya rada kepaksa rasanya..
Btw, nice