Way too Hate You Ch.1

"Jelek! Cewek jelek! Nggak usah kesini."

Reflek Rena mundur selangkah. 

Meskipun ia bukan satu-satunya gadis di tempat itu, tapi ia tahu kata-kata itu ditujukan kepadanya. Cara Hafi melihatnya, ia selalu mengingat cara mata anak laki-laki yang memandang dengan tatapan cemoohnya.

"Intan sama Tiara boleh deh. Sini!"

Dua gadis di samping Rena berlari sambil terkekeh ke arah Hafi.

Rena tidak lantas menundukkan kepalanya. Ia ikut maju bersama Intan dan Tiara. Rena juga ingin tahu apa yang sedang dipamerkan Hafi kepada teman-temannya yang bergerombol di sekitarnya.

Begitu Rena mendekati dan mencoba menjulurkan kepala mendekat, sebuah tangan mendorongnya mundur. 

"BIlangin yang jelek jangan kesini! Kamu itu jelek, Rena!"

Saat itu Rena tidak tahu bahwa dirinya mungkin sejelek yang dikatakan oleh Hafi. Padahal Mamanya selalu berkata dirinya manis, Papa-nya juga, dan tidak ada satupun teman-temannya yang merasa dirinya jelek seperti kata Hafi. Dari sekian orang, hanya Hafi yang membencinya. Anak laki-laki yang tahun lalu pindah ke daerahnya, anak orang kaya, yang juga bersekolah di SDnya, dan masuk ke kelasnya.

Itulah kenapa, dalam bermain Rena berusaha sebisa mungkin tidak dekat-dekat Hafi. Entah kenapa anak laki-laki yang lebih rumahan dari Rena itu hari ini memutuskan untuk ikut bermain.

Walaupun biasanya anak-anak komplek mengikuti Rena kemana-mana, tapi begitu Hafi muncul mereka selalu berkerubung di sekelilingnya.

Hafi tidak hanya sering mengata-ngatainya saat bertemu. Ia sering nakal pada Rena saat di sekolah.

Karena mereka saat ini kelas 6, Rena sering disuruh mencatatkan tugas menulis soal latihan ujian karena tempat pensil dan uang-uang Rena diam-diam diambil dan tidak mau di kembalikan.

Rena sudah berusaha mencoba untuk merebut tempat pensilnya kembali, tapi karena Hafi anak laki-laki, maka lebih mudah baginya untuk mengelak, sambil tertawa-tawa.

"Kerjain dulu, nanti aku balikin."

"Aku kan udah kerjain yang bahasa indonesia tadi."

"Lagi, jeleeeekk."

Belum lagi Rena ingat saat-saat ia suka menata peralatan di atas mejanya, kemudian Hafi lewat dan tangannya menyapu semua isi meja itu sampai bersih, sampai semua barang berjatuhan ke lantai. Rena harus memunguti kembali dan memutuskan memasukkan semuanya ke dalam tas.

Rena paling membenci Hafi saat ia kalah cepat ke parkiran untuk mengambil sepeda. Karena Rena sering hampir terlambat, posisi sepedanya berada di jajaran belakang. Jika ia kalah cepat, Hafi sudah menata banyak sepeda dalam posisi vertikal sehingga Rena tidak bisa mengeluarkan sepedanya. Rena harus kembali menata satu-satu sepeda yang diberantaki oleh Hafi agar ia bisa mengeluarkan sepedanya.

"Ini siapa, nak, yang bikin kayak gini?"

Saat itu, pernah seorang guru kebetulan lewat.

"Hafi, pak."

Hari berikutnya, Hafi diceramahi guru. Rena tidak peduli sekalipun Hafi kesal karena ia mengadu. Rasakan.

Tapi kemudian, saat berangkat sekolah dan sepeda Rena sedang rusak sehingga ia jalan kaki. Hafi ternyata sudah menunggunya di tengah perjalanan. Rena tidak tahu apa yang mau Hafi perbuat, hingga seekor anjing muncul di hadapan Rena, dan Hafi mengayuh sepedanya menjauh sambil tertawa.

"Rasain, jeleeek!"

Rena terlambat sekolah karena ia ketakutan dan terus-terusan jongkok di jalan agar tidak di kejar anjing.

Rena benci Hafi

Bahkan sebelum rasa benci itu pudar, keluarga Rena pindah dari komplek perumahan itu. Rena senang ia sama sekali tidak perlu melihat wajah anak laki-laki itu di hari terakhirnya. Hari terakhirnya ia habiskan dengan penuh tawa dengan tawa bersama teman-temannya. 

Tapi perasaan benci itu tidak pernah hilang

Usia Rena 12 tahun. Perasaan benci adalah perasaan pertama yang paling mendominasi dirinya terhadap seseorang.

 

 

 

...TBC...

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Kuro_kaze@akiba
Kuro_kaze@akiba at Way too Hate You Ch.1 (6 weeks 3 days ago)
70

Pasti Ada alasan kenapa Hafi terlihat sangat membenci Rena. Alasannya Itu yang belum diceritakan oleh Author, dan membuat penasaran khususnya saya.
Akan Sayang sekali jika cerita ini tidak Ada lanjutannya.
Jika Ada, saya tunggu.
Keep writing.

Writer nusantara
nusantara at Way too Hate You Ch.1 (37 weeks 22 hours ago)
80

ceritanya bagus, tentang emosi hati,
tapi bisa lebih dikembangkan lagi sebenarnya,,
semangaaaat.

Writer alinaza
alinaza at Way too Hate You Ch.1 (37 weeks 21 hours ago)

terimakasih... memang niatnya ini masih berlanjut kok hehe