Before 29 2

Arah pandanganku pada satu arah, tajam kebawah meniti anak tangga berdarah-darah. Pergelangan kakiku terkilir jatuh berguling merobek pelipis hingga parah dan melangkah tak tentu arah. Aku tak bisa melanjutkan, sudah terlalu payah. Akhirnya aku berhenti dan duduk tersudut di pojokan lantai 30 menahan amarah.

Perlombaan lari menuruni gedung bertingkat 99 tak mampu kulanjutkan, diam dalam kekecewaan yang mendalam dalam nafas panjang yang terengah-engah.

Aku melihat peserta lain tak menoleh ke arahku sedikitpun, hingga salah satunya dan entah siapa, ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan menuruni anak tangga, ia tersenyum padaku dan ia mengangkat jempol dan berkata : "Kau harus sepertiku, mengikuti perlombaan ini bukan untuk sambutan meriah di garis finish dibawah sana. Tiada terkilir tiada berdarah-darah. Perhatikan langkahmu."

Tak perlu lama kubangkit dari tempatku terduduk dan mulai melangkah, terus melangkah. Aku peserta terakhir yang mendapat sambutan paling meriah meskipun bukan sebagai sang pemenang.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer iman
iman at Before 29 2 (23 weeks 20 hours ago)
80

Lanjut gan....

Writer nusantara
nusantara at Before 29 2 (22 weeks 19 hours ago)

YO I