AKU, SETANKU, MALAIKATKU

Aku memiliki banyak keunikan yang bagi orang lain adalah sebentuk kelainan. Salah satu keunikanku adalah membaca di setiap perjalanan. Kemarin, aku pergi mengantar saudara ke Jetis, Cilacap. Ya, aku membaca di perjalanan. Membaca setiap tulisan di bokong truk, di kaca belakang mobil orang lain, di spanduk-spanduk, bahkan di kaus yang dipakai oleh orang lain.

"Dipuji tak terbang dihina tak tumbang."  Itu adalah yang paling berkesan. Kalimat yang langsung disetujui oleh otak untuk disimpan di memori kepalaku. Alasannya karena kalimatnya pendek dan mudah diingat. Dan aku ingat.

Aku hidup penuh dengan hal-hal yang kurang menyenangkan tapi aku harus membuatnya menyenangkan. Betul-betul menyenangkan dengan senang hati mengubah suasana hati agar tetap  pada jalan yang membawa bahagia bagi diri.

Aku hidup di hari ini, bukan hari kemarin dan belum tentu di esok hari. Aku bergelut dengan setanku dan mencoba menuruti malaikatku.

Aku puasa dan setanku berkata: "Pura-pura puasa, suka menghina puasa, aslinya tidak pernah puasa."

Aku puasa dan malaikatku berkata:"Tak usah dengarkan setan, puasalah, kuatlah, itu yang harus dilakukan dan itu lebih baik bagimu."

Aku salat dan setan berkata:"Pura-pura salat, suka menghina yang salat, aslinya tidak pernah salat."

Aku salat dan malaikat berkata:"Tak usah dengarkan setan, salatlah yang rajin, itu yang harus dilakukan dan itu lebih baik bagimu."

Aku salat terawih ba'da isya dan setan berkata:"Pura-pura terawih, suka menghina yang terawih, aslinya tidak pernah terawih."

Aku salat terawih dan malaikatku berkata:"Tak usah dengarkan setan."

Aku salat terawih pukul dua dini hari dan setan berkata:"Menghina-hina yang ba'da isya."

Aku salat pukul dua dini hari dan malaikat berkata:"Tak usah dengarkan setan."

Aku menonton tipi dan setan berkata:"Nonton buat menghina."

Aku membaca buku dan setan berkata:"Baca buat menghina."

Aku membaca Alquran dan setan berkata:"Baca Alquran buat menghina."

Aku melakakukan apa saja dan setan berkata:"Melakukan apa saja buat menghina."

Lalu malaikatku berkata:"Tak usah dengarkan. Jangan seperti kemarin dan kau akan marah-marah oleh setan. Meskipun setan mengintip kamarmu dan kamar mandimu, jangan marah. Nanti setannya akan malu."

Setiap hari aku selalu begitu. Dan setan selalu membuatku marah sedang malaikat selalu membuatku untuk tak marah. Setanku adalah orang yang membenciku dan malaikatku adalah orang yang menyayangiku.

Hari ini aku sedikit memikirkan tentang awal mula aku belajar menulis. Dari Indra setiawan, teman sekolah dasar. Teman tsanawiyah tak ada yang suka menulis. Sepertinya semua sudah banyak yang salah memahami oleh sebab isu-isu yang begitu banyak berkembang dan semua samar. Belum soal foto-foto di multiply yang oleh orang yang membenciku dijadikan cerita-cerita palsu dan gosip-gosip jalanan. Indra setiawan, Niken rosady serta gosip bikinan yang dihubungkan adalah hal yang membuat semua seperti konspirasi.

Lalu ku urungkan niatku menulis tentang cerita Indra setiawan dan Niken rosady. Nanti jadi aku yang biang gosip padahal bukan.

Hari ini aku menulis tentangku saja. Aku puasa dan setanku berkata:"Batalkan saja puasanya."

Kalian tahu malaikatku berkata apa?

"Tak usah dengarkan, lanjutkan puasa. Terkecuali emosimu tak terkendali. Batalkan saja. Daripada cuma dapat lapar dan haus."

Kalau bicara soal kehidupan yang seharusnya itu indah tetapi tidak indah, ternyata eh ternyata sebabnya adalah pujian dan hinaan yang diucapkan dan salah direspon orang. Entah siapa manusia yang pertama kali melayangkan pujian dan entah siapa manusia yang pertama kali melemparkan hinaan, yang jelas aku bukan keduanya. Aku tidak sering memuji orang dan tidak suka menghina orang namun ketika marah saja dan itu hanya sebentar. Orang yang membenciku membuat kesan seolah-olah aku selalu marah dan menghina padahal suka bercanda. Aku suka bercanda dan itu adalah benar.

Aku orang yang tidak pernah menjahati orang lain tetapi merasa dijahati orang lain. Meskipun begitu aku tetap berpikir normal dan tetap menganggap bahwa banyak orang yang baik. Dunia ini tak dipenuhi orang jahat, banyak orang baik. Salah satunya adalah pak Timin, entah betul atau tidak ia bernama Timin, ia seorang juru parkir di bank BRI cabang Sokawera. Ia orang baik bagiku karena ia mengajariku mengambil uang di ATM. Ia tidak mengejekku justru membimbingku. Ia orang baik dan semua tertawa melihat kenyataanku yang baru belajar menabung dan masih bingung dengan ATM. Pak Timin bagiku adalah salah satu dari sekian banyak orang baik yang ada dan membuatku yakin lebih banyak orang baik yang baik kepadaku daripada yang jahat kepadaku.

Tentu soal bingung di ATM ituadalah perkara yang lalu dan sekarang aku sudah bisa. Dan semoga lebih banyak lagi orang baik di muka bumi ini dimana pun aku berada.

Orang baik bilang:"Hati yang ada kebencian akan dibisiki setan dan berbisik dihati tentang perbuatan-perbuatan buruk lagi jahat sedang hati yang bersih dari kebencian akan dibisiki malaikat yang menganjurkan berbuat segala hal yang baik-baik."

Aku bukan malaikat. Aku juga bukan setan maupun iblis. Aku manusia.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post