SEVITO

"Apa bedanya bagus dan bagus banget?" Katanya.

"Sebenarnya tidak ada bedanya. Akhirnya setiap individu tak peduli dengan penilaian orang lain. Akhirnya setiap individu mengevaluasi sendiri dan belajar lebih bagus sendiri. Ia membaca buku, belajar menulis, membaca buku semakin banyak dan menulis semakin banyak. Semakin lama semakin mampu. Ibarat orang belajar memasak yang makin lama makin enak dan makin khas menjadi ciri bagi diri. Entah denganku." Kataku.

"apa bedanya 0 dan 9 dan 10 atau 5 atau 6?" Katanya.

"Sebenarnya tidak ada bedanya. Setiap individu tak perlu menganggap angka rendah sebagai penilaian buruk dan setiap angka tinggi sebagai panilaian baik. Banyak angka 5 yang jadi 10 dan 4 jadi 8 dan lain hal pun berkata begitu tentang sebuah angka." Kataku.

"Kata-katamu membingungkan." Katanya.

"Memang. Bila tak bingung kau tak berpikir dan tak bertanya dan tak ada komunikasi." Kataku.

"Kau siapa?" Katanya.

"Aku bukan dirimu" Kataku.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer JP
JP at SEVITO (10 weeks 5 days ago)
70

Setuju bangat..tapi ini cerita yah,,,? keep writing dan tetap di kegemaranmu!

Writer nusantara
nusantara at SEVITO (12 weeks 3 days ago)

SI CEWE ITU PEMERANNYA MIRIP PENELOPE CRUZ CAMPUR AISHWARYA RAI.
heran bener ada mimpi gitu.
itu keunikan bukan kelainan.

Writer nusantara
nusantara at SEVITO (12 weeks 3 days ago)

Ini inspirasinya dari mimpi.
mimpi kayak nonton film pendek.
film tanpa kata.
menceritakan penyandang tuna wicara dan tuna rungu.
di mimpi itu nonton film pendek itu yang menceritakan gadis cantik yang bisu dan kurang pendengaran yang sedang jatuh cinta sama pemuda di seberang jalan raya satu arah di daerah tempat tinggalnya.
saya terinspirasi dari itu dan nulis ini dengan judul sama, SEVITO, ga tahu artinya apa...
mungkin berhubungan dengan komunikasi.
film pendek tanpa kata itu dibuka dengan scene perempuan atau gadis cantik sedang memasak dengan riang dan ceria, ternyata untuk orang yang dicintainya di seberang jalan. Pemuda itu tiap hari di kasih masakan dan ternyata keduanya benci kedua hal yang digeluti masing-masing. pemudanya itu suka menulis dan menjadi penulis dan benci memasak, si cewe nya itu hobi memasak dan senang memasak dan benci menulis alias tidak bisa dan bingung kenapa orang ada yang suka menulis.
ceritanya pada suatu hari saat cewe itu masak dengan bahagia banget, riang, sumringah, buat kekasih nya itu si pemuda seberang jalan itu, musiknya tenang banget mengiring adegan. ada musiknya kayak film aja biasa.
nah si laki itu atau cowo itu ceritanya pengen nyebrang bantuin masak si cewe itu tapi jadi korban tabrakan mobil dan meninggal.
semua keluar rumah dan jalan di tutup sementara tapi si cewe bisu dan tuli itu tidak dengar dan menyiapkan masakan dan siap-siap sambil benerin rambut, rapih-rapih baju dan ketika di depan pintu lihat jendela dan banyak orang berkerumun. kan bisu dan tuli jadi ga denger suara tabrakan, sirene ambulan dan polisi, ga denger sama sekali dan enjoy aja masak dengan wajah sangat bahagianya itu.
keluar rumah lah dia dengan langkah pelan, maju kedepan selangkah-selangkah dan ada beberapa ibu-ibu mendekatinya, memeluknya dan dia pingsan. makanannya jatuh ke tanah. itu film ga ada percakapan, ga ada kata, ga tahu juga negara mana, orangnya mirip-mirip india campur spanyol, di ceritakan itu si cewe dan si cowo itu ngobrol pake bahasa isyarat saling memuji dan menilai dengan menulis angka di kertas juga dengan gerakan tangan, itu sehari sebelum kejadian tabrakan terjadi.
lalu di layar ada tulisan SEVITO.
lalu ada scene sebentar-sebentar, sepotong-sepotong dengan cepat. dua mobil dari arah berlawanan, yang satu berisi pasangan kekasih yang mabuk dan melawan arah untuk ugal-ugalan dan yang satu isinya suami istri yang lagi berantem adu mulut di mobil dan terjadilah tabrakan dan si pemuda penulis itu mati kehantam mobil dan si cewe bisu dan tuli jadi bersedih setiap hari.
lalu ada lagi tulisan di layar, SEVITO.
terus film pendek belum beres,
akhirnya si cewe itu memasak lagi, mau memasak lagi, dan setiap hari memasak dan dia memberikannya pada orang jalanan, lalu dia bekerja dan dia menemukan pemuda lain yang jadi suaminya.
lalu ada tulisan lagi di layar, SEVITO.

saya sih simpel belajar dari film pendek itu,
1.hati-hati dengan langkah kita yang salah dan orang lain menjadi korban dari kecerobohan kita.
2.yang bisa bicara berantem adu mulut harus malu sama yang bisu.
3.jangan mabuk dan ugal-ugalan.
4.move on buat yang patah hati.
5.ikhlas.