Suspect

Orang yang menghina dan orang yang membalas hinaan dengan hinaan sama-sama merasakan panas. Karena sama-sama menggunakan kepala panas menghadapi persoalan. Sebab sama-sama tak sadar diri bahwa setiap kata yang keluar dari mulut adalah pilihan. bila berpikir sebelum berkata-kata bisa dipastikan ia sadar untuk memilih kata-kata yang baik agar mendapat kebaikan dari Tuhan.

Setiap kejahiliahan (kebodohan sikap) akan berujung pada perbuatan buruk orang lain dan terhadap dirinya sendiri. Oleh sebab itu maka pengajaran adalah penting untuk memberikan kesadaran bahwa kata-kata yang diucapkan bukan takkan untuk tidak dipertanggung-jawabkan. Orang bodoh akan beralasan boleh menghina biar dia bisa merasakan bagaimana dihina. Dan ada yang lebih bodoh dari itu, dia membela temannya yang dihina dan menghina orang lain untuk membela temannya. Padahal belum tentu betul-betul menghina, mungkin saja hanya bentuk provokasi agar terkesan dihina oleh yang menghina padahal belum tentu betul-betul menghina. Bisa saja.

Setiap kata adalah pilihan dan orang yang baik pandai menjaga lisannya. Saya bukan orang yang pandai menjaga lisan. Dan orang yang membenci saya memanfaatkan itu untuk membuat kesan saya adalah orang yang selalu berkata-kata buruk. Bila Jannah adalah apa yang diinginkan dan bahagia adalah apa yang diharapkan maka hentikanlah, segeralah tinggalkan perbuatan saling menghina dan saling merendahkan, gantilah dengan perbuatan saling menasehati dan mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Saling asah-asih-asuh. Al-'ashr:3.

Saya tidak menyalahkan Rini nuraeni, tidak juga menyalahkan Tedi alias Ade si montir vespa yang tak lain adalah tetangga saya di gang wibawa 2 yang ikut campur urusan orang lain dan membuatnya bertambah buruk hingga kini. Saya ingin menyebutnya penjahat bagi saya tapi itu akan membuatnya bertambah buruk saja. Pertama kali saya tahu bahwa cerpen di kemudian.com itu dibaca banyak orang adalah ketika selesai menulis cerpen "PALU DARI LANGIT", entah namanya siapa orang itu, ketika di mesjid waktu itu sebelum berjamaah dia nyinyir dan mengucapkan kalimat ejekan, "hayang jadi hakim". Dan sms saya ke Rini nuraeni bukan hanya dibaca orang di tempat kerja saja tapi orang di sekitar tempat tinggal saya dan mereka menyinggung soal reset. Saya minta reset itu supaya jangan menganggap saya orang jahat. Terlalu banyak yang iktu campur dan saya merasa dipermainkan dan perasaan yang dipermainkan.

Waktu itu saya merasa ada yang memasang kamera sembunyi-sembunyi , dengan cara yang kotor mereka membuat konspirasi akibat dari membaca artikel-artikel di internet, mereka membaca apa yang saya baca dan menuduh, memfitnah, dan lempar batu sembunyi tangan. Akibat membaca artikel itulah yang diantaranya adalah, Isa bugis, KWS (kitabullah wa sunaturasul), Ali sina faith freedom, penghina ulama, dan banyak hal lain, sanagat banyak termasuk blog pondok cindelaras budi utomo, si montir vespa dan temannya membuat isu-isu hinaan dan menempelkan semua itu ke saya. Dan ada teman dari pabrik gitaprint, Febrian priandana. Entah cerita-cerita apa saja yang sudah disebar yang jelas membuat kesan saya memusuhi ulama padahal tidak. Saya ingin setop kegiatan mereka yang mencurigai dan memata-matai yang sudah terlalu berlebihan. Lebih dari empat tahun.

Ayo kita baca Al-imran:61, berani jujur jangan berani dusta, berani yang benar bukan berani yang salah, menjadi ahli-ahli ngintip dan hobi mempermalukan orang apa baiknya. Siapa yang dusta laknat baginya.

Ini juga memuncak setelah saya bercerita tentang mimpi saya ke Indra setiawan, saya bermimpi lalu menceritakan mimpi saya dan saya dihakimi. Ketika mimpi ada perempuan berkerudung yang memberitahu saya bahwa ada 3 hal yang harus saya tahu, saya beri judul "Pasta Gigi Ajaib", salah satu dari ketiga itu adalah menunjukkan bahwa banyak orang sebagiannya menganggap saya orang gila yang telanjang. Perlu diingat bahwa saat itu saya sudah merasa ada yang tak beres dengan tetangga saya (SUDAH TERMAKAN ISU-ISU ALIRAN SESAT) dan memata-matai saya, menyudutkan saya sejak 2013 dan entah siapa yang sudah memengaruhinya. Perlu diingat juga bahwa saat itu saya bukan sedang ingin menghasut atau memprovokasi tetapi sedang menceritakan mimpi. Perempuan dalam mimpi itu bilang sambil menunjuk sosok tetangga saya itu yang di mimpi tertampak telanjang dalam posisi jongkok. Ketika perempuan itu bilang ke saya banyak sebagian orang menganggap saya orang gila yang telanjang, perempuan itu menunjuk ke sosok orang jongkok tanpa pakaian dalam mimpi saya yang tak lain adalah tetangga saya itu.

Hingga kini saya masih dibayangi, merasa diteror, diintip, dihina, dan banyak hal. Saya tahun kemarin sering marah tak jelas kata orang padahal saya marah dikamera terus dan dikuntit terus. Siapa dalangnya? Orang-orang yang saya tulis disini tahu atau pura-pura tidak tahu atau tidak mau tahu.

Orang tua saya mengganti nama saya agar saya sembuh dari gangguan jin dan siluman yang mereka anggap mengganggu hidup saya. Mereka tidak percaya ada orang-orang jahat berkonspirasi tentang cinta dan agama dan mencari tumbal dari kebodohan mereka untuk dipersembahkan pada ego-ego mereka yang menjadi Tuhan bagi mereka.

Suatu ketika diwaktu itu pada tahun saat masih di Bandung, saya menulis kata "stop", di buku modul PPKN kejar paket c, setan pengamera malah menyimpulkan stop ketakwaan, stop keyakwaan dia bilang hanya karena halaman sebelahnya ada judul ketakwaan, bab 9. Belum lagi saat saya baca cerpen "susu" di kemudian.com, si setan itu bilang saya membaca untuk menghina babi panggang. Banyak hal yang membuat saya marah-marah.

Ketika disini adalah saat menonton tv, waktu itu acara Steve ewon, si setan pengamera bilang saya menghina Steve ewon. Dan banyak hal, banyak hal yang dia anggap saya sedang menghina. Lalu saya berpikir ada ustad yang oknum, yang mungkin termakan isu orang bisa meramal, teman setan, punya kekuatan supranatural, musyrik, penyihir, dan saya marah dan orang sebagian bingung. Lalu mereka menghasut orang banyak untuk tidak percaya saya dan harus percaya mereka yang padahal mereka yang berbohong. Mereka membuat konspirasi. Mereka akan bilang jangan percaya apa yang saya laporkan. mereka bilang saya orang sakit jiwa. Bukalah yunus ayat terakhir dan jangan mengangkat diri menjadi hakim bagi saya. Allah sebaik-baik hakim. Jangan jadi orang yang meniadakan eksistensi Tuhan dan menjadi hakim bagi orang lain dan main hakim sendiri.

FANAJ'AL LA'NATILLAHI 'ALALKADZIBIN

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post