Remah-Remah Roti (Dewasa)

Semua orang rentan  berubah. Tidak heran, bila seseorang berubah dalam satu malam. Ketika Ia terbangun, Ia bisa menemukan dirinya menjadi monster. Ada banyak pengertian dari Monster, Ia tidak selalu berwujud aneh, mengalir entah dimana, berupa ketakutan, gelisah, marah, keinginan seksualitas yang aneh. Semua itu bisa terjadi, tersimpan rapat, seperti terbungkus dalam segumpal otak - Rahasia.
 
Anda tidak jauh berbeda dengan saya, hanya bila anda setuju. Menurutku, kita hidup dalam satu kurungan. entah dimana kita disatukan, tetapi kita adalah satu induk. memiliki kegilaan yang sama.
 
Aku bertemu dengan Lyla. Hari pertama saya memasukki ruangan kelas di-SMA. Aku duduk satu meja dengannya. 
Aku bisa saja memilih tempat duduk yang lain, Aku bisa saja duduk dengan Doni dan menjadi satu-satunya manusia yang mau bersahabat dengannya. Atau dengan Sinta yang punya kebiasaan aneh, seperti marah bila disebut punya pacar, marah bila disebut bukan perawan, mungkin itu agak sedikit menghibur. Aku mengenal kedua manusia itu, karena mereka berasal dari SMP yang sama dengan aku. Mereka membenciku, tentu saja. 
 
Bagaimana dengan anda? Anda akan memilih duduk di sana, karena anda akan merasa lebih nyaman duduk di dekat orang yang sudah dikenal sebelum anda mencari siapa yang layak untuk menjadi teman anda dan meninggalkannya begitu saja sambil bercerita betapa bodohnya orang itu. Saya harap saya hanya mengada-ada.
 
Ada gairah di mata Lyla yang membuat aku memutuskan untuk meletakkan tasku di kursi kosong di sebelahnya. Anda mungkin pernah mengalaminya. Sangat mudah untuk melihat hasrat seksual seseorang saat masih dalam masa-masa puberitas. Itulah yang aku jumpai pada Lyla. 
 
Tersenyum? 
Awal yang baik bukan?
 
Aku menyukai giginya, walaupun panjang taring kanannya lebih panjang dan lebih runcing sedikit. Aku suka caranya membalikkan badan, dengan gerakan paha yang memutar dan rambutnya yang terbawa badan seperti terhentak. Aku suka caranya menyikapi rasa malu, menyembunyikan wajahnya ke meja tetapi membiarkan senyumnya terlihat. Ia sengaja melakukannya. Dan ia terlihat lebih tua 3 tahun dari anak-anak gadis lainnya, aku mengukurnya dari sesuatu yang menonjol di dadanya. Anda memahaminya.
 
Aku bukan manusia suci. Anda juga bukan. Kita sama-sama Rakus. Rakus akan uang, cinta, perhatian, pujian dan mungkin gesekan. Hanya saja sebagian dari orang-orang menyangkalnya, mereka lebih memimpikan surga, tempat orang suci, memimpikan keindahan di surga nanti, mereka ingin balas dendam dengan semua hasrat yang mereka pendam selama mereka hidup. Aku sendiri tidak pernah membayangkan surga dan sudah lama tidak percaya dengan surga. Mungkin, karena aku lebih fokus pada neraka. Ini adalah neraka yang nyata, tempat anda berpijak sekarang adalah neraka. Dan bila kau mencari surga, mungkin cara paling gampangnya adalah dengan mengusap kemaluanmu sendiri atau memberikannya untuk dielus-elus siapapun. 
 
Tidak banyak yang aku ketahui tentang Lyla. Ia berasal dari desa sebelah, dan aku sama sekali tidak mengetahui siapa orang tuanya. Orang miskin. Terdapat sedikit lubang bakar kecil pada kerah bajunya, mereka masih menggunakan setrika arang. Dan kukunya sedikit panjang tanpa pewarna, gadis polos dengan bulu-bulu halus pada tangannya. Bila ia membalikkan badan, Ia mengenakan kaos dalaman tanpa bra. Kaos dalamannya bukan koas baru. Sepatunya seharga Rp.45.000 dan masih baru. Ia menggunakan kaos kaki lama, sepertinya dikasih pewarna biru. Ia bukan tipe gadis yang terlalu peduli dengan penampilan. Bukan anak SMA yang hidup diantara sinetron.
 
 Aku mengingatnya sebagai gadis berambut bergelombang yang dibasahinya setiap pagi. Rambut hitam itu terkadang membasahi buku tulisku dan ia akan buru-buru minta maaf dan mengesekkan jarinya di sana sambil menoleh sebentar dan tersenyum. Ia suka menekuk. tengang sambil memandang ke depan ketika aku melebarkan kakiku dan mengenai kakinya. Bola matanya sedikit memaksa menatap lurus dan air liurnya tertenggak. Ia suka meremas jari-jarinya saat aku mengajaknya bercanda, terutama saat aku menyandarkan punggung ke kursi, membantalli telapak tanganku dan melebarkan kakiku. Ia akan meremas tangannya beberapa kali, membalas lelucon, tersenyum, tertawa, melihat ke arah mataku, tetapi ia akan mampir dulu sekejap ke celah lengan seragam putih sekolahku itu. Entahlah, ia ingin melihat bulu.
 
Tidak banyak yang aku ketahui mengenai kegemarannya. Apa yang ia lakukan sehabis sekolah, apakah ia masih bermain lompat tali dan sulit melupakan masa anak-anakknya. Apakah ketika ia duduk memakai rok di rumah dan masih belum terbiasa menutupi selangkangganya. 
 
Yang aku tahu, aku sudah terbiasa mencium bau Lotion handbody di tangannya, di lehernya, dan di sekujur tubuhnya sampai di telingganya. Dan itu membuat darahku berdesir ke bawah setiap saat.  Hingga saat kebutuhan biologisku memuncak, aku harus memuaskannya sendiri sambil mencium bau lotion handbody di kamarku. 
 
Anda juga sama sepertiku. Ketika 'cinta' sudah memenuhi bilik jantung, maka semuanya akan berubah. Hal yang kau benci akan menjadi sangat menarik. Aku sendiri ingin sekolah setiap hari, ingin merasakan gesekan tangganya di di bahuku. 
 
Ada saat-saat dunia ini terasa seperti di surga. Saat ia mulai kesal dengan tingkahku, saat ia membalikkan tubuhnya dan dengan kasar menghadap ke arahku, menjambak rambutku sambil tertawa dan membiarkan pahanya menempal di pahaku. Aku bisa merasakan lututnya menuntunku pada rahasia-rahasia orang dewasa. Ia bisa bercerita melebihi ribuan lembar syair dengan hanya satu kali gesekan, ia memberikan kenikmatan yang disembunyikan surga, ia berhasil menumbuhkan lebih banyak bulu-bulu pada sekujur tubuhku. Aku benar-benar jatuh cinta.
 
Anda akan sibuk dengan urusan birahi tanpa menyadarinya. Menyamarkan birahi anda dengan kebaikan dan kita menyebutnya perhatian. Perhatian tidak akan pernah berlebihan saat kau mengharapkan sesuatu, itu akan  mengatarkanmu pada surga kedewasaan. Awalnya aku berpikir ini hanya tentang barangku yang tergantung kecil di selangkangan, ternyata lebih dari itu. anda merasakannya pada setiap lekukan tubuhmu, mereka bereaksi secara bersamaan, ini bukan lagi hanya mengenai hasrat, tetapi apa namanya, aku sendiri tidak tahu.
 
Tapi saat kau jatuh cinta, pandangannya saja bisa mengelus dadamu, memuncratkan semua kegelisan hidupmu, membuang semua masa lalu berat yang kau bungkus rapat di perutmu. 
 
Dan bukan hanya aku yang merasakannya. Lyla diam-diam menyukai pandanganku, aku seolah bisa mendengar detak jantungnya ketika dengan sengaja menyentuh tangganya dan membiarkan mataku mengatakan sesuai pada matanya. Menatapnya dengan tajam, menatapnya dengan bernafsu, menatapnya dengan cinta dan membiarkan semua cerita hidup yang aku miliki mengalir begitu saja, mengalir  ke matanya hingga jantungnya memompa begitu keras dan pahanya bergerak-gerak gelisah. Aku menyukai permainan itu.
 
Berbulan-bulan, aku jatuh cinta.
 
Ada saat-saat anda merasa gelisah yang berlebihan. Merasakan perhatian itu telah berkurang, menuduhnya telah melirik orang lain. Dan membiarkan perasaanmu berkecamuk, ia seperti jari-jari anda sendiri yang anda biarkan mengarut hati anda sampai terluka. Susah mengatakan kalau itu hanya kecemburuan, tetapi bila anda pernah jatuh cinta dan melihat kekasih anda tertawa, bermesraan dengan orang lain, sakitnya itu tidak bisa digambarkan. Sepertinya operasi yang paling tepat untuk mengobatinya adalah dengan mengambil seutas tali dan mengantungkan leher anda sendiri. Atau beberapa orang melakukannya dengan lebih sederhana, melompat dari gedung dan membiarkan otaknya berserakan begitu saja.
 
Ia melirik guru olah raga seperti sedang melihatnya mastrubasi. Dan aku tidak bisa menerima itu. Aku ingin mengatakan betapa aku sakit melihatnya begitu. Aku bukan kekasihnya, aku bukan pacarnya. Kita berdua hanya saling menikmati gesekan-gesekan yang kita lakukan, semakin sering dan semakin brutal. Aku tidak pernah mengatakan kalau aku mencintainya, aku tidak pernah mengatakan kalau aku ingin memilikinya, tetapi ia harusnya bisa merasakan jantungku, ia harusnya bisa mengerti betapa kecewanya aku. 
 
Anda tahu istilah cuckold. Suami banci yang melayani istrinya saat bersetubuh dengan pria yang lebih tangguh. Aku merasa seperti itu ketika kami sedang mengikuti pelajaran olah raga. Tanganya mulai merayap kepinggangku, pahanya merapat ke pahaku tetapi matanya melekat ke benjolan yang ia lihat di depan sana. Ia seperti memimpin kepalaku untuk menjilati selangkanganya saat Pak guru menikmati lubang belangkangnya. Itu sangat menjijikkan. 
 
Saat itulah aku mulai berkeringat, mencari ide untuk menjatuhkan kearoganan gadis itu. Aku suka mengumpulkan kelemahan orang-orang, membingkai semua kelemahannya dalam satu kata. Satu kata yang akan menjelaskan siapa dia dan membuatnya terkejut seperti disambar petir, seperti guru SMP-ku yang akhirnya memutuskan untuk mutasi setelah diteriakki 'homo'. Atau seperti pak pendeta yang memutuskan untuk berhenti mempercayai tuhan setelah seseorang menyebutkan 'Mesum'. AKu akan menemukan kata itu, aku akan mencari kata yang paling tepat untuk membuat wanita ini menyesali apa yang telah dia lakukan padaku.
 
Apa yang telah lyla lakukan kepadaku?
bukankan aku juga sama, aku menonton dvd porno hampir setiap malam sambil mengelus kemaluannku dan menghamburkan spermaku di mana-mana, tetapi itu tidak bisa membuat aku melupakan lyla. Apa yang terjadi, apakah pak Guru baginya hanya semacam aktor porno, tetapi itu terlalu nyata. Bagaimana kalau Pak guru yang belum menikah itu menangkap pandangannya dan merasakan gairah Lyla, mengerti gerakan dari setiap bola matanya?
 
Bagaimana kalau mereka akhirnya bertemu di suatu tempat, menyusup ke semak-semak dan meniduri rumput-rumput di sana? Itu terlalu berbeda dengan kasusku, karena artis bokep yang aku tonton tidak akan pernah melihat mataku dan tidak akan pernah mengajakku ke rawa-rawa. Menidurkanku di sungai dan membuka celana sma ketatku, bahkan ia pasti tidak akan tertarik dengan batanganku yang masih berbentuk  wortel muda. 
 
Aku harus menemukan kata itu. menemukan apa yang akan membuat Lyla menangis dan merasakan penghinaannya padaku. 
Ini hari yang panas. Hari senin itu seperti neraka, berdiri lama menunggu bendera itu dinaikkan, aku ingin sekali menaikkan bendera itu dalam sekali tarikan. Tidak perlu ada lapor-lapor, tidak perlu mengulangi Pancasila jutaan kali yang mulai terasa menyiksa. Sekolah itu seperti neraka, setiap kali Pak guru dengan celana trainingnya berdiri di depan sana, saat itu juga bara api dengan anak panah sedang melayang-layang di udara. sementara Lyla membiarkan keringatnya mengalir di lehernya, membasahi lotion yang menerbangkan baunya ke sarafku sambil matanya tetap pada dua kaki yang berdiri tangguh di depan sana.
Pelajaran Olah Raga dihari senin itu rasanya seperti Orang Yahudi di jaman Nazi. Dan Hari ini peranku bukanlah lagi sebatas orang Yahudi. Aku menjadi Yahudi yang menikahi wanita nazi dan wanita itu sedang jatuh cinta pada tentara nazi. Aku ingin mengorok leherku, saat Lyla pura-pura terjatuh saat main Volly dan terpaksa digendong oleh Guru Mesum itu ke ruang P3K. Apa-apaan, dasar 'Lonte'.
 
Oh Iya. aku telah menemukan kata itu. Akan aku teriakkan keras-keras di wajahnya besok pagi. Akan aku teriakkan betapa ia mengingikan garukan tanganku di kemaluannya setiap pagi. Aku berharap ia akan bunuh diri setelah mendengar perkataanku itu.
 
"Roy, Hari ini kamu dan Lyla ke rumah Bapak, Bapak mau kasih Obat keseleo ke Lyla"
"Kenapa saya harus ikut?"
"Lyla kan Temanmu? Ayolah, nga enak bila dilihat orang hanya lyla yang masuk ke rumahku"
 
Tai! Bahkan guru itu sudah menganggapku suami banci Lyla. Aku seperti diperalat untuk kenyamanan kisah percintaan mereka. Mereka pikir aku ini bodoh, mereka pikir aku ini masih bocah smp. Yah aku bocah sma, tetapi ratusan orang dewasa telah kubuat menderita, aku sudah tersiksa dan aku suka menyiksa dan itu menjadikan aku bahkan lebih dewasa dari Pak guru yang sedang membodohi aku ini.
 
"Baik Pak."
Kata apa itu? harusnya aku bisa lebih tegas
Harusnya aku berdiri dan berkata seperti ini
"Maksudnya Apa? Bapak mau bercinta dengan Lyla di dalam rumah dan menjadikan aku security yang akan menambah kenyamanan kisah percintaan kalian. Bapak tahu, bapak itu 'pedofil'"
Harusnya aku berkata seperti itu. Bagaimana ini?
 
**
Apakah semua orang pernah menyamar. Mereka diam-diam bersembunyi pada umur tertentu saat mereka sudah terlalu dewasa untuk berboncengan bertiga dalam satu sepeda motor. Seperti anak ingusan, seperti bocah yang belum memiliki apa-apa, seperti bocah yang masih belum ditumbuhi bulu, terlihat santai mengapit seorang gadis di antara paha yang sudah mengerti isyarat kehangatan tubuh yang saling bergesekan. Dan aku berada di belakang. 
 
Tangan Lyla merangkul tubuh Pak Guru itu. Rangkulannya seperti paksaan dari sesuatu yang terhimpit di bawah sana. Itu bukan rangkulan karena takut jatuh, rangkulan yang meneteskan keringat di pinggangnya dan membuat punggunya terlalu hangat. 
Haruskah? Haruskah aku merangkul seorang wanita yang sedang merangkul lelaki lainnya? Apa aku ini sekarang? diposisi mana tepatnya aku sedang berperan?
 
AKu tidak mau merangkulnya. Aku lebih baik berpegangan pada bagian belakang motor dan menjauhkan dadaku dari punggungnya. Tetapi, kesempatan seperti itu hanya sekali saja. Bagaimanapun Ia sudah jatuh cinta kepada Pak Guru, Ia tidak akan pernah menjadikan aku sebagai lelaki utama. Selamanya aku hanya akan menjadi alat gesek-geseknya, aku berperan sebagai suami banci yang sangat mencintai istrinya. Maka biarkan aku berpegangan pada pinggangnya yang hangat, dan biarkan dadaku yang sakit menubruk-nubruk punggungnya yang berkeringat. Karena bagaimanapun besok hari, Ia tidak akan duduk lagi disebelahku, setelah aku berteriak 'Lonte' ke wajahnya.
 
 
***
"Bapak pasang perban di kaki Lyla, Lyla di jemputkan yah? Nanti Roy biar Bapak Yang ngantar."
 
"Oh, tidak usah Pak, saya bawa sepeda."
 
"Tapi sepeda  kamukan di sekolah, Bapak antar kamu ke sekolah saja!"
 
"Oke Pak"
 
Aku sudah binggung dengan peran yang sedang aku jalani. Aku melihat Lyla menangis sejadi-jadinya ketika kakinya di pasangi sebuah alat. Apakah itu benar-benar terluka, atau Ia baru saja mendapatkan penolakan? Apa yang sedang ia rasakan. Apa  yang sedang aku rasakan? ini mustahil. Anda tidak bisa membayangkan apa yang terjadi saat aku bilang, aku mendapat lebih banyak perhatian. Mulai dari sentuhannya pada tangganku, mulai dari caranya menatap mataku, mulai dari bola matanya yang liar di kancing celanaku. Apa yang Ia lakukan? 
 
Apa yang harus anda lakukan, ketika peran anda berganti, apa yang akan anda lakukan saat anda merasa dicintai. Apa yang akan anda lakukan bila seseorang bernafsu kepada anda dan anda jijik kepadanya. Apakah aku harus menemukan kata untuknya.
 
"Roy, mau langsung pulang atau main PS dulu barang Bapak?"
 
"Eh..saya Pulang saja Pak"
 
"Yakin? Main PS dulu lah, Bapak selama ini lawannya Komputer terus."
 
"Baik Pak"
 
Anda mulai ragu dengan orientasi seksual saya. Bagaimana kalau saya benar-benar membutuhkan kasih sayang. Bagaimana kalau anda diperlakukan oleh Ayah anda seperti babi. Tidak ada siapapun yang pernah menuangkan air ke gelas anda. Tidak ada seorangpun yang pernah mengusap rambut anda. Tidak pernah ada seorang Ibu dalam hidup anda. Tidak ada ulang tahun, tidak ada makan malam bersama, tidak ada basa-basi, tidak ada yang tahu saat anda sakit perut, tidak ada yang peduli dimana dan siapa teman anda. Bahkan saat anda lapar, anda terpaksa harus pura-pura bertamu kerumah tetangga, atau anda makan ubi yang seharusnya untuk babi.  Apakah anda akan pergi saat seseorang mulai menawarkannya. 
 
Aku seperti seekor tikus yang ditawari ratusan kaleng ikan sarden di dalam sebuah perangkap. Kemana aku harus melangkah, atau itu bukanlah sebuah perangkap, bagaimana kalau itu adalah bentuk surga yang lain. Apakah sentuhan itu benar-benar menjijikan? atau hanya karena anda merasa itu tidak terhormat. Apa itu kehormatan, apakah itu memberikan kenikmatan.
 
"Roy, kamu yakin masih mau Pulang, nginap di sini aja. Tapi kamu akan dicariinyah?"
 
Siapa yang akan mencari aku. Siapa yang peduli apakah aku masih hidup atau sudah mati. Lelaki  tua yang dirumah. Ia tidak pernah mencariku kecuali tanganya sedang keram dan membutuhkan sesuatu untuk membetulkannya. Ia lebih menikmati memberikan makan anjing daripada memberikan aku makanan. 
 
"Iya Pak sebaiknya aku pulang saja"
 
"Kalau kamu mau main PS datang ke sini aja!"
 
Semuanya telah berubah. Hanya dalam hitungan detik, aku bukan lagi suami banci, bukan berperan sebagai cuckold. Dan Lyla, entahlah siapa Ia sekarang, dan kata untuk lyla 'Lonte' apakah masih tepat? Atau itu lebih tepat di lemparkan ke wajahku saja?
 Apa yang sudah aku lakukan? Aku belum melakukan apa-apa. Aku hanya menikmati sebuah kasih sayang yang tiba-tiba terjun dari Surga. Kasih sayang yang memutarbalikkan fakta dan menjadikan Lyla sebagai korban dalam hubungan ini. Apakah kami memiliki hubungan? Apakah kami bertiga memiliki sesuatu? Dan apa ini namanya? Ataukah ini hanya tentang aku. aku? 
 
Tapi anda tidak akan mengira ini gangguan mental. Karena setiap mata pelajaran Olah raga, ada tiga segitiga yang membentuk bentangan surga di asbes sekolah. Pandangan liar, sentuhan tangan, gesekan paha, dan benjolan, itu terlalu nyata. 
 
Sampai aku harus memberanikan diri untuk lebih jujur pada anda. Bawah jutaan bisikan nafsu telah kuterbangkan ke aroma lotion gadis berambut bergelombang di sebelahku itu dan ia melakukan hal yang sama padaku. Dan seseorang lainnya, melakukannya dengan lebih bergairah dan aku membutuhkannya. Kami selalu bertiga dalam bingkai dunia yang membusuk, mencari celah-celah darimana matahari akan membiaskan cahaya. Merangkak diantara remah-remah roti yang mungkin saja masih terasa manis dan bisa dicicipi. 
 
Anda akan berkata kalau ini adalah cerita yang menjijikkan sebelum anda membaca lembaran-lembaran yang seharusnya tertulis sebelum cerita ini. Di sana anda akan menangis dan berteriak kepada Dunia, apakah Ia adil memperlakukan sebagian orang seperti Binatang?
 
 
 
Untuk Krisna (sabahatku) jangan bunuh diri! :)
 
 
 
 
 
 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Remah-Remah Roti (Dewasa) (17 weeks 6 days ago)
90

CERITA yang memiliki intrik emosi diri,
sebenernya ada unsur-unsur pemahaman tentang pola keterbukaan dalam alur yang transparan,
dulu pernah baca tentang psikologi tentang itu lho, penerimaan sisi diri yang minus, yang kurang, yang arogan, yang pemarah, yang pembenci, yang berhasrat tinggi akan seksualitas, yang bengis, dan lain-lain.
ya waktu itu baca kalau untuk meyakinkan diri kita siapa itu harus mengetahui sisi lain dari diri kita itu yang biasa kita tolak, yang biasa kita sembunyikan, yang biasa kita tutupi, sehingga terkesan kita menolak sisi hitam kita yang padahal memang ada dan itu adalah sisi diri yang hitam itu,
lupa lagi baca dimana waktu itu, hahaha
cerita disini juga bagus buat saya pribadi yang memang menandakan manusia dalam konteks kemanusiaannya yang ada dua sisi dan kita harus memahami betul dan saling merangkum pengetahuan tentang itu untuk menatanya agar terkendali pada satu jalan yang tidak menjadikan stigma buruk mengemuka.
kita ini memang takut dengan stigma, dan penghakiman,
padahal segala sesuatu dari sisi yang hitam itu yang ada pada manusia harus tahu, harus kenal, harus menerima namun bukan berarti sesukanya, menerima dalam arti mengetahui dahulu dan memutuskan apa dan bagaimana manajemennya.

lagi belajar komen, maaf kalo kurang nyambung, akakakakakak