Palyas Suit - Part 2. Orb

'Trtttt... Trtttt...' "Download 94 percent completed..."

'DARR!'

"Kolonel Abe, ada tembakan dari dalam rumah."

"Aku mendengarnya Pilot."

"Pak Data yang kami terima berhenti pada 94 persen." kata seorang pria muda berambut cepak melaporkan kepada atasannya dari balik notebook dihadapannya.

"Agen Grey gagal. Nite apa lagi yang kau dapat?" jawab Kolonel Abe.

'DARR!'

'DARR!' terdengar 2 tembakan lagi dan Nite terpaku dengan suara tembakan itu.

"Nite!"

Nite kembali memandangi notebook-nya "Agen Grey masih hidup Pak. Kita tidak terhubung dan tidak terdeteksi Pak, kita aman." "Tapi pasukan pendukung Searca sudah tiba pak"

"Ok, Nite terus awasi tanda kehidupan Agen Grey, kita akan menyelamatkannya dan kirimkan semua data yang kau terima kepada satelit Agni d atas kita, sertakan 'Plan A gagal' di paket datanya."

"Pilot, bersiap kecepatan penuh setelah Agen Grey masuk."

Lalu Kolonel Abe menunjuk 2 orang lainnya yang ada dalam pesawat "Sona, Levi gunakan sepatu magnet kalian, bantu Agen yang akan kita selamatkan dan ikat dia."

"Siap Pak" jawab mereka bersamaan

Suara tembakan terus terdengar dari bawah pesawat stealth mereka. Seorang pria muda melompat dari jendela dan menggapai tali perak yang mereka turunkan. Dengan kuat tali itu ditarik oleh katrol otomatis. Kurang dari 5 detik pemuda itu sudah ada dalam pesawat. Lubang tempat ia masuk langsung menutup. Kedua orang yang sebelumnya di perintah Kolonel Abe membantu, mendudukkan pemuda berlumuran darah itu dan mengikatkannya pada kursi kosong yang mereka sediakan.

"Pilot, Sekarang!"

Pesawat jet pengangkut ringan NS-08 yang tadinya dalam keadaan diam dan menutupi jejak panas mesinnya diatas rumah lab itu, kini memuntahkan tenaga dorongnya.

"Pak paket datanya sudah di terima sepenuhnya oleh satelit Agni." Lapor Agen Nite kepada atasannya.

'TEET TEET TEET TEET' alarm pesawat meraung-raung tanda ada yang tidak beres.

Goncangan pada pesawat semakin terasa. pilot berteriak, "Semuanya. Pegangan erat-erat dua buah misil mengejar kita."

"Pak satelit Agni meluncurkan sesuatu ke rumah itu."

"Apa? Meluncurkan apa?"

NS-08 bermanufer menghindar dan mengeluarkan bunga api disekitarnya untuk mengecoh misil-misil itu. Satu misil berhasil meledak di udara. "Tinggal 1 misil lagi yang mengejar kita." Teriak pilot yang merasa menang.

"Pak yang diluncurkan satelit Agni ke rumah itu adalah rudal dengan label 'A-CANOPUS BOMB 256-74G' Pak."

"Oh tidak, Canopus-G itu rudal nuklir gravitasi yang menyedot semuanya ke pusatnya dan membuat lubang yang dalam" jawab Kolonel Abe kepada Agen Nite atas laporannya.

NS-08 bermanufer terbalik kemudian kembali lagi. Misil kedua yang mengejar mereka meledak di udara. Manufer itu menyebabkan tetesan darah Agen Grey menyebar kemana-mana.

"Pilot lebih cepat lagi! Kita harus menjauh dari zona ledak rudal Canopus."

'TEET TEET TEET TEET'

"Dua misil lagi mengejar kita." "Misil ini lebih cepat dari sebelumnya." Lapor pilot NS-08.

"Itu misil baru mereka." Akhirnya Grey bersuara sambil menahan sakit luka-lukanya. "Jangan di tangkis dengan bunga api, tembak dengan apa yang kau punya di pesawat ini Pilot!"

"Baik." Pilot pun melepaskan dua misil penangkis yang mencari dan menghancurkan misil pengejarnya.

Misil milik NS-08 melaju beriringan dan sudah mengunci target mereka masing-masing. Misil terdepan milik lab dihantam oleh misil pertama NS-08. Kedua misil bertubrukan dan hancur, tapi ada reaksi lain dari misil milik lab. Misil milik lab menyebarkan peluru kecil disekitarnya, dan peluru kecil itu pecah menyebarkan peluru yang meledak lagi. Misil penangkis kedua milik NS-08 terkena ledakan peluru kecil tersebut dan meledak di udara tanpa mengenai apapun.

Misil kedua milik lab melaju semakin dekat dengan pesawat NS-08. Langkah terakhir, Pilot mengeluarkan bunga api menangkis misil tersebut. Misil itu meledak pecah di udara, mengeluarkan peluru lebih kecil dan pecah lagi mengeluarkan peluru yang meledak seperti misil pertama. Sayap kiri dan pendorong utama NS-08 terkoyak oleh ledakan itu.

NS-08 kehilangan kendali. "Semuanya! Pesawat akan jatuh" Pilot berusaha menjaga kestabilan pesawat, tapi NS-08 berputar-putar tak terkendali. NS-08 pun jatuh dan patah di atas gurun pasir Mars yang kering.

Sebelum kesadarannya menghilang Grey bangkit dari tempat duduknya, melepas sabuk pengikat kursinya dan merangkak keluar dari puing-puing pesawat. Grey melihat kelangit diatas rumah lab yang baru ia tinggalkan. Cahaya kecil jatuh ke rumah itu, 'A-CANOPUS BOMB 256-74G' itu nama cahaya malapetaka yang akan menghancurkan mereka semua.

Kesadaran Grey semakin menipis. Dia bergumam "Serena, aku percaya kau akan selamat."

Rumah lab tidak tinggal diam. Mereka meluncurkan misil dengan ujung berbentuk bola, misil baru yang belum pernah sekalipun di uji coba. Misil yang berbentuk aneh itu semakin dekat dengan rudal gravitasi Canopus. Bola di ujung misil itu berpisah, menyambut rudal Canopus sendirian. Bola itu terbuka, menelan rudal Canopus dan kembari tertutup.

Bola itu berubah bentuk, cangkang luarnya pecah seperti ada yang mendorong dari dalam. Membesar dan mengecil tak beraturan hingga gravitasi mars menjatuhkan bola itu, entah apa yang terjadi ketika bola itu jatuh di permukaan.

Read previous post:  
14
points
(571 words) posted by zetna_yoga 6 years 46 weeks ago
46.6667
Tags: Cerita | Novel | politik | energi | ilmuan | perang modern | perjuangan
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Palyas Suit - Part 2. Orb (8 weeks 3 days ago)
80

bagus tapi kurang bagus,
ada yang kurang unik, pokoknya kurang aja,
don't angry, ini lagi belajar komen, hehehehe