Orang Kelima

Dua gedung tak berpenghuni berlantai 99 menjadi reruntuhan, gedung kembar itu tak sempat menunjukkan kemegahannya dan luluh berantakan. Pilot helikopter yang bernama Tsutheejo di interogasi oleh petugas dan ternyata aku menjadi tersangka. Lalu aku menekan remot tv ajaib dan pindah keluar dan bertemu dengan perempuan dengan remot tv ajaib yang lain. Dia tersangka seharusnya dan aku tidak perlu pusing karena itu hanya dunia hayalan dari orang yang sangat butuh hiburan untuk meredakan tekanan akibat stres berkepanjangan.

Dalam dunia yang tak nyata si perempuan dan si aku terlibat dialog hebat yang luar biasa tidak berarti. Pada dasarnya apa yang dibicarakan bukanlah sesuatu yang terlalu penting untuki dibicarakan.

"Apa jadinya kehidupan seseorang kedepannya bila terlalu banyak orang yang ikut mencampuri urusan pribadinya?" Katanya sambil memasang wajah biasa-biasa saja. Tanpa mimik berarti. Sangat datar.

"Mana kutahu, aku tidak pernah melakukan hal itu. Itu adalah kebodohan yang nyata." Jawabku.

"Kau tahu beberapa hal yang membuatku menghendakimu untuk menjawab dengan benar."  Katanya padaku.

"Kalimatmu itu aneh sekali. Orang Indonesia sebelah mana? Barat atau tengah atau timur?" Kataku.

"Ayo kita main ledakan lagi di chanel yang lain, percakapan ini hentikan saja." Katanya.

"Jangan terlalu percaya diri, kau pikir aku akan menuruti permainanmu begitu saja." Kataku.

Tiba-tiba perempuan itu menangis tersedu. Kemudian menjerit. Lalu tertawa. Dan aku menatapnya penuh sendu sesaat sampai aklhirnya kukatakan kata-kata yang membuatnya berhenti melakukan itu.

"Kau gila, ya?"

Dia berhenti menagis tersedu, berhenti menjerit, berhenti tertawa. Dia mengeluarkan pedang dan langsung ingin menusukku. Aku lari dan dia mengejarku. Itu hal yang lucu melihat keadaannya yang begitu. Aku berhenti berlari dan dia berhenti mengacung-acungkan pedangnya. Sembari ngos-ngosan dia melempar pedangnya dan membuat gambar kipas tangan dan jadi kipas dan duduk-duduk santai mengoceh banyak padaku dan tak kuhiraukan.

"Hei, orang keempat. janganlah menjadi gila. Gila itu bukanlah pilihan. Perasaanmu kau sendiri yang bawa. Bila perasaanmu itu kendaraanmu kaulah supirnya. Kendalikan jangan sampai menabrak orang dan orang lain menjadi korban dari kemarahanmu, dari kekecewaanmu." Kataku.

"I am a driver. Yeah, amazing. I'm a drtiver." Katanya.

"Kita pernah pada masa bayi. Aku, kau, dia, mereka. Keluarga kita menyambut kita dengan sukacita. Kasih sayang, cinta, perhatian kelurtaga curahkan sepenuhnya, segenap hati. Tidak ada yang membencimu, nona." Kataku padanya dan itu membuat airmatanya kembali meleleh.

"Bahkan ketika kau masih dalam kandungan ibumu. Kedua ibu dan ayahmu menyimpan cita tinggi padamu. Bukan hanya terjadi padamu, padaku juga. Orangtuaku menginginkanku menjadi orang yang berguna. Aku berguna meskipun banyak pembenci dan pendengkiku menganggapku tak berguna. Tanyalah kepada semua orang yang mengalami kekecewaan dalam hidup, tanyalah. Mereka akan menjawab bahwa mereka dilahirkan bukan untuk dikecewakan, bukan untuk tidak bahagia. Kita diciptakan untuk bahagia. Catat itu. Kita diciptakan dan menjalani hidup kita masing-masing untuk bahagia. Berbahagialah dan hentikan kesedihanmu." Kataku. Dia menahan sedihnya.

"Kemana semua orang menuju pada akhirnya tergantung seberapa paham ia dengan kehidupan yang diberikan Tuhan untuknya. Itu adalah kebenaran, nona. Bila kau melihat kehidupan seorang preman pasar misalnya, apakah kau pikir ia mencita-citakan hal itu semenjak ia kecil? Apakah kedua orangtuanya mencita-citakan hal itu ketika semasa ia dalam kandungan, ketika ia dilahirkan, ketika ia mengenyam bangku tk, sd, smp, sma?" Tanyaku pada perempuan itu.

"I know, this is what you mean. Hahahahahaha. Ngomong apaan sih? Ga nyambung. Gua ga gila. Gua ga kecewa sama seseorang. Gua juga sok english biar lucu tapi gua bukan maksud bikin orang bingung. Kata-kata lu oke tapi ngga buat gue." Kata perempuan itu lalu menekan remotnya dan pergi entah ke chanel yang mana. Lalu ada suaranya dan terdengar cukup jelas.

"Mereka membuat konspirasi FOUR HORSEMAN. Lucu gilaaaaaaaa. Hahahahahahahaha."

Tiba-tiba ada orang kelima dengan remot tv ajaib. Dia tersenyum dan menyapa: "Who are you?"

Aku menjawab: "Who am i? I am pretty guy! Haha, is that funny?! I'm not."

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Orang Kelima (19 weeks 1 hour ago)

untuk kesekian kalinya bikin cerita langsung ketik aja dan jadinya begini.............