MENYAMBUNG CERITA

Menulis adalah kegiatan mengisi waktu luang yang positif. Selain bisa menghibur diri juga bisa mengasah kreatifitas dalam melatih menulis. Menulis butuh imajinasi yang sederhana dan sangat membantu bila segala hal bisa menjadi bahan untuk tulisan yang ingin ditulis. Ketika menulis tentu otak bekerja aktif dalam menyusun setiap kata dan itu bai untuk kehidupan sehari-hari ketika mengetahui bahwa setiap kata dalam setiap kalimat begitu dapat memengaruhi suasana hati atau suasana batin.

Aku membayangkan adegan seseorang yang berada di bianglala melihat orang yang disukainya pergi tanpa lagi menoleh ke belakang. Tentu lelaki dan permpuan. Bukan pasangan homo atau pasangan lesbi. Situasi dibangun pada malam hari di tempat taman bermain semisal TMII dan sejenisnya. Lalu, si lelaki di bianglala diceritakan menghibur dirinya sendiri.

Lalu kucoba memikirkan hal lain. Kenapa tidak disambungkan saja ceritanya dengan si lelaki dengan remot tv ajaib di cerita yang lain. Sepertinya menyenangkan bila hal itu adalah sesuatu yang tidak melanggar hukum dan berakhir di penjara.

Beberapa saat sebelum naik bianglala....

"Halo. Ya, aku sudah sampai di tempat janjian." Kata si lelaki.

"Kamu dimana?" Kata si perempuan.

"Pokoknya sudah dekat, langsung saja lurus dan lihatlah lelaki berkemeja hitam yang juga menggenggam handphone. Itu aku." Kata si lelaki.

Lalu, si perempuan telingak-telinguk sambil berjalan pelan-pelan dan matanya tertuju langsung pada si lelaki berkemeja hitam yang menggenggam handphone.

"Wah, ga nyangka. Keren banget." Kata si perempuan dalam hati lalu melambaikan tangan.

"Kenapa dia tidak membalas melambaikan tangan? Jangan-jangan dia kecewa aku tak secantik yang dia harapkan?" Kata si perempuan.

"Sebaiknya kutelpon lagi untuk memastikan." Kata si perempuan dalam hati.

"Hai, aku sudah melihatmu. Apakah kau sudah melihatku. Aku melambaikan tangan kepadamu. Kau lihat aku tidak?" Kata si perempuan menelpon si lelaki.

"Ya, aku melihatmu. Aku dibelakangmu." Jawab si lelaki tapi lelaki yang lain yang bukan lelaki yang dilihat si perempuan. Si perempuan terkaget.

"Sialan, lu!" Kata si perempuan dan melihat sebentar.

"Cari siapa mas? Maaf, salah orang." Katanya pelan dan berjalan buru-buru.

"Mbak, mbak. Blind date itu harus ketemu dan ngobrol dulu. Makan lalu ngopi dulu gitu." Kata si lelaki yang jadi pasangan blind date si perempuan.

Si perempuan lalu berhenti melangkah. Wajah cemberutnya berganti senyum yang dipaksakan lalu menghampiri si lelaki.

"Baiklah. Aku minta maaf. Ayo kita makan dan ngopi dulu." Kata si perempuan.

Singkat cerita mereka makan dan si lelaki terheran-heran. Makannya itu banyak sekali. ""Perempuan yang rakus makannya." pikir si lelaki. Lalu mengobrol sebentar. Dan tingkah si perempuan membuat orang lain menggeleng-gelengkan kepala. Rupanya si perempuan sengaja berbeuat begitu untuk membuat si lelaki ilfil.

"Kamu bilang kamu takut ketinggian. Aku tantang kamu naik bianglala. Kalau kamu berani nanti aku cium pipi kamu. Berani, kan. Naik bianglala?" Kata si perempuan.

"Berani. Oke, lah. Siapa takut." Kata si lelaki dan wajahnya terlihat bahagia betul.

Akhirnya, terjadilah seperti apa yang diceritakan di bianglala. Di cerita berjudul bianglala.

Lalu si lelaki berjalan lunglai hingga kemudian bertemu lelaki dengan remot tv ajaib.

"Hai, bodoh. Aku ulang waktu buat kamu untuk mengulang waktu. Tapi cuma samp[ai di saat  bianglala macet. Mau?" Kata si lelaki dengan remot tv ajaib.

"Sialan, lu!" Kata si lelaki yang ditinggalkan si perempuan.

"Kau disana waktu itu menulis kata-kata untuk menunggu teknisi memperbaiki bianglala dan kata-kata itu seperti penyanggahan atas apa yang sebenarnya kau rasakan. 'kumohon beri aku tawa'. Hahahaha, lucu." Kata si lelaki dengan remot tv ajaib.

"Sialan, lu!" Kata si lelaki yang ditinggal si perempuan.

"Kumohon beri aku cinta." Kata si lelaki dengan remot tv ajaib. Tentu saja dia berkata dengan tertawa.

"Sialan, lu!" Kata si lelaki yang ditinggal si perempuan.

"Tenang. Tenang. Kau hanya butuh sedikit make over dan itu mudah." Kata si lelaki dengan remot tv ajaib.

"Sialan, lu!" Kata si lelaki yang ditinggal si perempuan dan menonjok si lelaki dengan remot tv ajaib.

"Hey, jangan kasar begitu. Aku tahu siapa perempuan itu. Dia itu masih temannya bu Yu...." Kata si lelaki dengan remot tv ajaib dan ia tak selesai bicara karena keburu pingsan ditonjok lagi.

"Sialan, lu!"

DEZIGH!!!!

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post