Cermin hati 3

"Apakah ceritanya sudah selesai. Aku bosan dan ingin segera pulang. Memerankan singa yang mati membosankan." Kata anak kecil lelaki yang memerankan singa.

"Don't wake up! you're a dead lion!" Kata anak perempuan yang memerankan penyihir dan mereka tertawa bersama-sama.

Di rumah anak kecil perempuan itu sedang ada permainan drama-dramaan untuk mengisi waktu luang. Orangtua anak kecil perempuan itu sedang pergi beberapa jam saja. Mereka berlima bermain peran dari cerita yang mereka dapat dari beberapa lembar kertas di dekat tempat sampah kertas milik ibu anak kecil perempuan itu. Ibunya mungkin seorang penulis cerita.

Kemudian orangtua anak kecil itu pulang dan tak berapa lama kemudian teman-teman anak kecil perempuan itu berpamitan dan berjalan pulang bersamaan hingga di persimpangan jalan salah satunya berpisah karena berbeda arah pulang. Lalu saat sendirian itu terasa bulu kuduk merinding dan terdengarlah suara sayup-sayup memanggilnya. Suasana semakin menegang dan jantung berdegup tak karuan. Lalu sesuatu terjadi.

Anak itu berlari ketakutan dan terjatuh. Keadaan begitu sepi dan tak ada yang melihat ketika ia berubah menjadi kelinci karena disihir penyihir yang entah datang darimana.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Terdengarlah kisah orang-orang jahat yang hilang dan anak-anak nakal yang hilang. Polisi pun kebingungan menghadapi berbagai laporan yang hampir selalu ada setiap minggu. Masyarakat mengira ulah polisi hitam yang menculiki orang-orang jahat dan menguburkannya sembunyi-sembunyi dan penculik jahat menculiki anak-anak yang mereka anggap nakal.

Ternyata, seorang penyihir dari hutan ingin menjadi pahlawan tak dikenal dengan menculik orang jahat dan menjadikan mereka binatang buas di hutan dan anak-anak nakal dijadikan umpan dan makanan bagi binatang-binatang buas yang asalnya adalah manusia-manusia jahat yang diculik penyihir hutan.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post