SEPERTI DI RAHIM IBU

Ada saja yang tak bisa dirasa, suatu momen yang tak bisa dibaca menjadikanku tak mampu mengingatnya. Sebab itulah pula kegelapan kupahami sebagai fase awal kehidupan sebelum kelahiran yang mengenalkan manusia pada cahaya terang yang menghapus garis malam mengenalkan kehangatan yang mampu singkirkan hawa dingin sebelum pagi datang. Dan tiada satupun orang yang sanggup mengingatnya. Rahim ibu.

Teman, bisakah kau ceritakan kehidupanmu saat kau di rahim ibumu?

Nampaknya semacam metamorfosis mahluk sel yang ibarat kupu-kupu yang lupa bahwa sebelumnya adalah ulat. Apakah kupu-kupu memiliki memori saat menjadi ulat? Sayangnya, aku tak bisa bertanya kepada kupu-kupu karena kupu-kupu tak memiliki pita suara. Tak punya lidah juga. Dan entah bagaimana cara mereka berkomunikasi dengan sesamanya.

Lalu, saat-saat keluar dari rahim ibu pun aku tak mampu mengingatnya. Semua orang pun begitu sepertinya. Kecuali bila memiliki kesempatan untuk merekam proses-proses itu. Namun tetap saja itu bukan suatu pengalaman yang mampu dirasa oleh indera. Masa bayi adalah suatu fase yang menunjukkan sisi kelemahan manusia yang tak berdaya. Sangat tak berdaya. Itu adalah saat-saat ke-tidak -sempurna-an terlihat jelas dan mampu bercerita banyak tanpa perlu dijelaskan.

Lalu, terpikir juga akhirnya bila kehidupan yang ada sekarang ini pun tak ubahnya seperti berada di rahim ibu. Ada yang mati sebelum berkembang. Ada yang hidup kemudian lahir dan menjelma sesuatu. Ada yang digugurkan. Apa itu?

Apa itu dalam kehidupan yang ada sekarang ini?

Keluar dari rahim ibu masuk ke rahim ibu. Kupikir sudah seharusnya dipahami bahwa kita bukan lagi bayi yang baru keluar dari rahim ibu. Semua indera berkembang dan terus berkembang dan tetap menjadikan manusia sebagai mahluk yang yang tak bisa dipecahkan kemisteriusannya. Ada yang menjadi pesulap menyihir mata manusia yang lain dengan ilusi sulapnya. Ada yang ilmuwan menemukan segala hal yang tak bisa dilakukan oleh para pesulap. Ada juga yang lain lagi yang tak bisa diceritakan sebegitu rupa saking rumitnya penjelasan. Bahkan ada yang sampai tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Itulah manusia. Aku juga manusia. Manusia biasa yang bukan pesulap juga bukan ilmuwan. Bukan politikus juga bukan jurnalis. Bukan yang harus menjadi perhatian publik.  Hanya manusia biasa, yang menerka-nerka, Kemana arah Sang Nasib akan membawa?

Bila setelah kematian adalah keabadian maka bisa dipastikan bahwa aku dan semua manusia yang lain adalah mahluk abadi. Abadi di neraka atau di surga?

Banyak yang bilang bahwa manusia adalah mahluk yang memiliki jiwa, bukan cuma raga. Maka jiwa itulah yang abadi dan raga adalah lambang ketidak-abadian. Lalu ada yang bilang bahwa raga kita pun dibangkitkan lagi. Berarti aku dan manusia yang lain adalah mahluk abadi jiwa dan raga dan akan hidup lagi setelah kematiannya. Aku belajar. Aku mencoba memahami. Aku bertanya pada langit tua: "Hey, langit tua. Bumiku lebih dulu tercipta dariku jadi aku tak mengingat bagaimana bumiku diciptakan? Dan aku belum paham mengapa aku diciptakan di bumi ini?."

Aku melihat huru-hara dan peperangan, dan aku juga membaca sejarah huru-hara dan peperangan dari setiap masa. Hingga datang masa depan, dan semua manusia pun dengan berani bisa berkata dengan lantang dan pasti bahwa di bumiku akan tetap ada beberapa golongan manusia yang berperang.

Dan seorang anak kecil akan bertanya kepada ibunya: "Ibu, kembalikan aku kedalam rahimmu. Aku tidak dilahirkan untuk kekacauan ini dan aku tidak diciptakan untuk menumpahkan darah di atas bumi ini."

Maka dimanakah surga?

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at SEPERTI DI RAHIM IBU (2 weeks 2 days ago)

SURGA ADA DIBAWAH TELAPAK KAKI IBU,
ALJANNATU TAHTA AQDAMIL-UMMAHAT,
JADI BUAT SI PENDENGKI JANGAN BUAT FITNAH KALAU SAYA SUKA MAIN PEREMPUAN, SAYA ITU BUKAN YANG MODEL BEGITU,

Writer nusantara
nusantara at SEPERTI DI RAHIM IBU (2 weeks 3 days ago)

INI CERITANYA DIJAHIT AJA, DISAMBUNGIN AJA SAM YANG JUDULNYA AKU BERARTI.
TOKOH DALAM CERITA DISINI BERARTI TOKOH RIJAL,
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA.
DARI SABANG SAMPAI MERAUKE DARI KOTA SAMPAI KE DESA-DESA.
THANK YOU SO MUCH.

Writer nusantara
nusantara at SEPERTI DI RAHIM IBU (2 weeks 3 days ago)

Tuhan menciptakan benda jadi Tuhan bukan benda. Benda itu ada yang nampak dan yang tak nampak. Tuhan itu tak seperti apapun yang Dia ciptakan.
untuk apa Tuhan menciptakan manusia?
carilah jawabannya sendiri.

Writer nusantara
nusantara at SEPERTI DI RAHIM IBU (2 weeks 3 days ago)

tentu Tuhan bukanlah seseorang tetapi juga Tuhan itu bukan sesuatu.
Dia mencipta segalanya, Allah SWT