MEMBACA ITU MENYENANGKAN, MENULIS JUGA

Mengambil potongan kalimat dari buku 'kecerdasan spititual' oleh Sukidi Imawan untuk menambah pengetahuan sekaligus sebagai bahan perbandingan dengan apa yang sudah dipahami sebelumnya tentang struktur emosi dalam diri sepertinya tidak lah sesuatu yang dilarang. Jadi, aku mengambilnya beberapa. Mengutip, itu namanya.

Dalam kamus Webster, spirit didefinisikan sebagai "the animating or vital principle; that wich give life to the phisycal in contrast to its material elements; the breath of life". Tafsir psikologi atas "spirit" ini dikontraskan sedemikian rupa dengan elemen material. Ini menandakan  suatu turning point, dimana pada saat perkembangan psikologi manusia cenderung mengarah ke sesuatu yang serba sekuler dan material, terjadilah arus balik (the turning point) ke arah psikologi ke-Tuhan-an, yang tak lain dan tak bukan adalah kecerdasan spiritual itu sendiri, yang berkiblat pada kerohanian sebagai hatinya psikologi.

Kemudian aku juga membaca informasi tentang ''faktor-faktor pengaruh perilaku manusia'' dan kuketahui bahwa secara garis besar ada dua faktor personal yang memengaruhi perilaku manusia, yaitu faktor biologis dan faktor sosiopsikologis. Katanya itu, menurut Wilson, perilaku sosial manusia dibimbing oleh aturan-aturan yang sudah diprogram secara genetis dalam jiwa manusia yang disebut "epigenetic rules".

Lalu kupahami "Amr" semacam suatu program dalam arti perintah sepertihalnya suatu program yang berada dalam suatu sistem komputer pada suatu mesin dan aku berpikir bahwa manusia sejak sebelum dilahirkan sudah memiliki program itu bagaimana ia harus hidup dan menjadi seseorang. Manusia memiliki kemampuan menerima informasi tentang apa yang baik dan yang buruk dan bergerak melakukan sesuatu hal yang dianggapnya perlu dan itu terprogram dari awal mula penciptannya. Dan, "wahyu", adalah sesuatu dari Sang Pencipta kepada ciptaan-Nya berfungsi sebagai pengingat (dzikr) kepada si manusia itu sendiri bagaimana ia seharusnya menjalani hidup. Maka setiap Nabi dan Rasul dari masa Adam sampai Muhammad adalah pembawa "wahyu" itu.

Ini bercerita tentang siapa kita. Manusia.

How to life with love and compassion (cinta kasih), honesty (kejujuran), coordination (koordinasi), and civilized?

Bila kita sebagai manusia yang menjadi mahluk ciptaan-Nya yang paling sempurna diantara ciptaan yang lain, kita bisa menciptakan kedamaian itu hari ini, sekarang, tanpa harus menunggu esok nanti.

Stop war make love and peace.

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post

baru baca saya ini jadi semoga tidak ada yang komen negatif seperti biar disangka pinter atau lain-lain, hehehe
saya ini orang bodoh yang ga mau bodoh terus-terusan.
dipikir-pikir ternyata eh ternyata ini bisa jadi informasi yang menjelaskan kenapa seseorang berbuat sesuatu.
WHY i write this?