Bukan Cerita Lawak 2

Para pencari Tuhan terkadang divonis sebagai penganut atheisme oleh orang-orang yang bodoh yang selalu merasa pintar dan paling benar. Namun, nyatanya masihlah belum memahami kehidupan. Apalagi Tuhan.

Suatu ketika, para pencari Tuhan bertemu seseorang yang dianggap mampu memberi pencerahan dan karena itu disebut Sang pencerah sebab dianggap mampu memberikan pencerahan tentang Tuhan dan kehidupan.

Mereka saling memengaruhi satu sama lain tentang Sang pencerah itu yang tak lain adalah seorang tunawisma yang bernaung dibawah jembatan asa dan berbagi tempat dengan para orang gila dan pengemis. Tunawisma itu nampak lusuh dalam berpakaian umpama mahluk gagal dalam berkehidupan atau mahluk gagal yang tersisihkan dari keduniaan.

Percakapan dimulai oleh salah seorang dari mereka setelah mereka menemukan Sang pencerah dibawah jembatan asa. Memang ceritanya ini jembatannya itu bernama jembatan asa. Jadi, asa itu nama sebuah jembatan.

Pencari Tuhan 1: "Kek, saya pernah dipukuli preman hanya karena bertanya. Padahal saya tidak bersalah apa-apa."

Sang pencerah: "Hanya karena bertanya, dipukuli?! Keterlaluan. Memangnya kau bertanya apa?"

Pencari Tuhan1: "Apakah minuman keras membuat kalian merasa menjadi lebih gagah dan hebat? Allah melihat anda dan anda dan anda dan saya disini karena Allah maha melihat. Apakah ibu kalian membesarkan kalian seperti induk ayam dan kalian itu diperlakukan seperti anak ayam dan besar menjadi seperti ayam? Bahkan kalian lebih buruk dari ayam. Sudah mabuk-mabukan, melakukan penodongan juga. Kalian tidak takut kepada Allah?"

Sang pencerah: "Oh, pantas saja kau dipukuli kalau begitu."

Pencari Tuhan 2: "Kau tak dilindungi Tuhan dan Tuhanmu kalah sama preman. Hahahaha."

Sang pencerah tersenyum saja kemudian  sedikit mengeluarkan kata-kata bijak.

"Allah melindungimu tak seperti superman dengan kekuatan fisik imajinasi manusia. Allah melindungimu dengan memberimu ilmu pengetahuan tentang bagaimana bersikap dan bertindak disaat-saat genting. Kau belajar ilmu beladiri tidak? Ilmu beladiri itu manusia yang menemukan dan Allah yang menciptakan ilmu itu. Kalau kau dipukuli preman gara-gara bertanya itu karena pertanyaan yang diajukan salah. Itu bukan pertanyaan tapi penghinaan. Dan salah kau sendiri kenapa tidak bisa ilmu beladiri sehingga babak-belur dipukuli."

Pencari Tuhan 3: "Hahaha. Allah tidak menolongmu kau bilang?! Allah maha melihat dan hanya melihat saja. Melihatmu dipukuli preman gara-gara bertanya? dan Allah kalah sama preman. Hahaha. Kau pikir seperti di film-film yang kemudian tiba-tiba Tuhan mengirimkan penolong dalam wujud pahlawan? Hahahaha."

Pencari tuhan 1: "Allah melihat uang saya dicuri, hape saya dicuri. Hanya melihat saja! Dan aku potret kecil dari kehidupan dalam skala besar! Dunia ini luas dan dipenuhi ketidak adilan! Orang lemah dianiaya orang kuat! Orang kecil dimakan orang besar!. Tuhan diam saja! Apakah karena manusia belum menemukan ilmu untuk tidak menganiaya! Dalam kehidupan yang lebih luas lagi semisal negara-negara rawan konflik, apakah belum jera dengan efek perang-perang besar yang sudah terjadi sebelumnya?!!!! World war 1 and 2?!!!! Kenapa ada latihan perang dan selalu ada?!!! Latihan damai ada tidak?!!!! Latihan damai gabungan?!!!! Dan semua manusia sepakat untuk menghentikan pembunuhan-pembunuhan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang selalu terkikis di masa-masa perang itu terjadi!!!!!!"

Pencari Tuhan 2: "Pelankan suaramu, bung. Kau terlalu serius. Salah manusianya bukan Tuhannya. Dan kau jangan melebar terlalu jauh. Aku tahu kau membenci premanisme karena pengalaman dipukuli itu tapi responmu terlalu berlebihan terhadap kata-kata bijak Sang pencerah."

Sang pencerah tersenyum dan berkata: "Dengan cara berpikir seperti itu, kau tak mungkin mendapatkan pelajaran apa-apa. Tidak ada Allah dalam hati orang-orang yang menganiayamu. Mereka itu hanya percaya saja akan adanya Allah dan dihati mereka itu tidak ada Allah. Hati mereka ditutup dari petunjuk Allah ketika mereka menganiayamu. Didalam hati mereka tidak ada Allah. Semoga Allah memaafkan mereka dan kau diberi kesadaran bahwa memaafkan mereka itu lebih baik dan mendoakan mereka agar kelak diperkenankan menjadi orang yang lebih baik."

Pencari Tuhan 3: "Hey, apakah kau sudah jadi orang lebih baik? Hehehehe."

Pencari Tuhan 1: "Ya, besok dan lusa. Sekarang aku yang sekarang. Aku yang sedang menjadi orang tidak baik dengan terlalu terbawa emosi! Aku marah!!!! Tapi tidak lama!!!! Aku harus tidak lama marah dan sesegera mungkin tersenyum!!!!"

Sang pencerah tertawa dan kelama-lamaan semua menjadi ikut tertawa dan yang sedang marah jadi sedikit tidak marah dan lebih tenang.

Sang pencerah berkata-kata bijak lagi.

"Melihat yang berwujud sama dengan melihat ketiadaan. Setiap ketiadaan wujud adalah narasi sampah. Penuh kebohongan dan dusta. Kita diciptakan oleh Tuhan dan kita akan memahami Tuhan dengan cukup logis sebagai Sang maha pencipta alam semesta. Aku melihat Allah dalam setiap kebaikan manusia dan melihat setan dalam keburukan dan kejahatan manusia."

Pencari Tuhan 1: "Pikirkanlah suatu masa ketika alat untuk melihat kuman belum ditemukan. Apakah manusia bisa melihat kuman sebelum itu? Tuhan bukan kuman sebab kuman diciptakan Tuhan. Dan apakah manusia akan menemukan alat untuk melihat Tuhan di masa depan?"

Pencari Tuhan 2: "Hihihi. Hihihi. Hihihi. Kau ini lagi-lagi bertanya tentang sesuatu yang tak perlu ditanyakan. Hihihi."

Singkat cerita mereka mau pulang tetapi Sang pencerah meminta dibelikan 'tahu'. Ya, 'tahu'. Makanan itu yang dari kedelai. Singkat cerita mereka membawakan 'tahu' yang dipesan itu. Singkat cerita Sang pencerah dengan lahap memakannya dan menyisakan satu. Kemudian mengeluarkan kata-kata bijak lagi.

"Diantaraku dan kalian ada ini. 'Tahu'. Ketika kubilang 'tahu' kalian langsung paham apa yang kumaksud karena kalian sudah berpengetahuan tentang 'tahu'. Kalian langsung membawakan benda dengan wujud ini dan kalian 'tahu' ini dari kedelai. 'Tahu' itu ada dalam otak kalian dalam pikiran kalian setelah kalian mendapat informasinya dari orang-orang terdekat kalian. Dan manusia tak memiliki memori tentang Tuhan karena Tuhan itu tidak seperti apapun yang Dia ciptakan."

"Bila 'tahu' ini ibumu, atau siapapun itu yang kau sayangi baik dari keluargamu maupun bukan keluargamu. Apakah kau akan menghentikan sandal jepitku ini sebelum menghantam 'tahu', ibumu? Atau membiarkan saja dan semoga Tuhan yang menghentikan sandal jepitku? Tuhan akan diam saja ketika sandal jepitku menghantam 'tahu' ini, maksudku ibumu, anggaplah ini ibumu. Apakah akan diam dan menunggu Tuhan yang menghentikan tumbukan sandal jepit dan tahu ini? Tuhan yang maha kuat?"

"Ahzab:25, Allahu qawiyyan 'aziizan. Tuhan yang maha kuat dipahami dengan salah dan akalpun berkarat."

"Bila 'tahu' ini adalah orang yang paling kau benci yang bahkan untuk melihatnya saja kau jijik, apakah kau akan membiarkan sandal jepitku menghantam tahu ini? Atau lebih dari itu? Kau membuka sepatumu dan menghantamkannya lagi dan lagi setelah 'tahu' itu remuk? Bagaikan seseorang yang memukuli orang yang dibencinya sampai mati dan terus memukulinya padahal  sudah menjadi mayat?" Lalu tanpa disadari kau menghilangkan eksistensi Tuhan yang sedari kecil kau yakini keberadaanya dan kau main hakim sendiri menghukumi orang-orang yang pernah menyakitimu? Lalu untuk apa kau berikrar MAALIKI YAUMIDDIIN?

Pencari Tuhan1: "Kau membuatku mengerti sedikit."

Pencari Tuhan 2: "Aku tidak mengerti."

Pencari Tuhan 3: "Pulang, yuk."

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Bukan Cerita Lawak 2 (12 weeks 1 day ago)

kalimat yang disisipkan di kata-kata Sang pencerah itu ada yang ini,
"setiap ketiadaan wujud adalah narasi sampah"
itu maksudnya adalah bahwa manusia tak memahami betul-betul tentang sesuatu yang bernama ke-tiada-an.
ya, semacam mahluk organisme itu kan kehidupan yang tak nampak oleh mata dan orang-orang pada masa sebelum ditemukan mikroskop kan tidak tahu. Sampai masanya tahu bahwa ada mahluk kecil sekali dan bernyawa tentunya dan berkembang-biak juga.
hubungannya tentu dengan keberlangsungan manusia sebagai spesies tertinggi di muka bumi, bagaimana tidak, ilmu embriologi misalnya, virus-virus dan sebagainya, dan dapat dari baca-baca juga bahwa sperma itu sel yang dicipta di tubuh pria. hanya di tubuh pria saja. dan ovum, hanya di perempuan saja. Manusia pertama itu Adam. wah, panjang ngoceh gini..

Writer nusantara
nusantara at Bukan Cerita Lawak 2 (12 weeks 1 day ago)

ini saya tulisan urek-urekan udah lama, mungkin 2 tahun yang lalu kemudian dihubung-hubgunhkan dengan fakta yang ada di berita tv,
saya nonton berita tentang latihan perang vostok, saya nonton berita tentang di jakarta yang itu uth polisi yang memberantas premanisme dan pungli itu yang di berita kemarin itu.
jadinya begini....