Mimpi Aneh, Seperti biasanya, Orangnya Berbeda-beda

Memahami yang sulit dipahami membuat pening kepalaku dan tiada satupun orang yang bersedia membantuku untuk menjelaskannya, menjelaskan apa yang terjadi. Dalam kebingungan semacam ini tak baik kuterlihat nampaknya orang yang bingung. Jadi, aku harus tetap terlihat seperti orang yang dipenuhi tanda tanya besar. Harus terlihat nampaknya orang yang penuh ketenangan jiwa.

Mimpi hari rabu, malam kamis, aku bermimpi melihat seorang perempuan yang matanya sedikit berkaca-kaca. Dia sedang berbicara dengan teman bicaranya, seorang lelaki, dan pasti itu seorang teman bagi si perempuan dalam mimpi itu. Matanya sedikit berkaca-kaca dan dia sedang membicarakan seseorang.

"Dia itu cuma seorang karyawan pabrik. Orang biasa. Kukira dia itu pendeta. Kemudian kukira dia itu seorang ustad. Aku tidak tahu apa yang sudah aku lakukan?! Aku menyeretnya dalam permasalahan ini. Dia bahkan tidak tahu apa yang terjadi. Seharusnya aku tidak membawanya lebih jauh lagi terlibat dalam permasalahan ini. Aku malu kepada diriku sendiriku."

Itulah kalimat yang diucapkan perempuan cantik itu kepada teman bicaranya dab aku tak tahu siapa yang sedang mereka bicarakan. Lalu, mimpi berganti dan aku tidak begitu ingat atau memang mungkin aku enggan untuk menuliskannya.

Hari berikutnya yakni hari kamis, malam jumat, aku bermimpi lagi dan aneh tentunya sebab ini mimpi seperti berada di tempat yang tak kuketahui. Dalam mimpi yang ini ada perempuan yang berkerudung, mengaku kenal denganku. "Aku, Sri Mardianah." Kata perempuan itu. Dan itu perempuan yang berbeda dengan mimpi sebelumnya.

"Kamu, Sri Mardianah? Sri Mardianah betulan atau bohongan?" Kataku sambil sedikit tertawa kecil dan kulanjutkan tersenyum. "Iya, ini aku temen kamu dulu Mts. Beneran. Kamu lihat aku terakhir, kapan? Kata perempuan itu.

"Aku tidak ingat. Mungkin tahun 2000 atau 2001?" Kataku.

"Ini aku yang sekarang." Kata perempuan itu.

"Kamu jin atau siluman atau Sri Mardianah beneran?" Kataku.

"Dulu, kamu pernah merhatiin tangan aku. terus kamu bilang kalau jari tangan aku lebih panjang dari kamu. Aku ingat waktu itu dan kamu ingat tidak? Itu berarti aku bukan jin atau siluman yang masuk kedalam mimpimu." Kata perempuan itu.

"Aku ingat walaupun itu bukan momen penting. Hanya komentar biasa saja. Dan bukan komentar penting. Kalau begitu aku percaya tapi tidak percaya. MUngkin saja kau jin atau siluman yang ada di kelas waktu aku mengobrol dengan Sri Mardianah. Apa bagusnya kau datang lewat mimpi? Kalau kau Sri Mardianah asli kau akan datang berkunjung ke rumah dan tentu bukan ke alam mimpi." Kataku pada perempuan dalam mimpi itu.

Setelah itu aku tak ingat mimpinya.

 

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post