KENDURI

Dihadapanmu aku tak banyak berucap canda. Sedikitpun tidak. Sama halnya denganmu, menunggu hingga suapan terakhir sebelum semuanya dimulai. Lantunan musik pengiring pun terhenti seketika setelah kau tembak dengan pistol ditanganmu. Musik berhenti berganti serentetan tembakan demi tembakan dariku dan darimu. Kita saling menembak dan saling menghindar dan tak satupun peluru menembus kepalaku dan kepalamu. Kita masih duduk berhadapan sedang sekeliling kita hancur berantakkan.

Kau, berdiri dari tempat dudukmu dan kuselesaikan suapan terakhirku. Kau curang. Kau memulai tembakan padahal suapanku belum usai. Untung saja aku menghindar. Di rumah ini hanya ada aku dan kamu. Kita. Dan pertengkaran di meja makan bukanlah suatu keindahan. Bila kubersalah maka maafkan. Dan diantara kita tiada kedengkian.

Ini bikin cerita begini menggambarkan adegan film tentang suami dan istri yang bertengkar di meja makan. ga ada hubungannya sama mimpi atau sedang menyindir atau apapun. Jadi pembaca jangan terlalu berspekulasi dan terlalu jauh menghubung-hubungkan dengan dunia nyata. Hehehe.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post