TEARS 2

Seorang lelaki flamboyan terpampang di berita utama sebagai seorang korban pembunuhan. Tak bernyawa lagi dengan beberapa luka tembakan yang menembus kaca mobilnya. Sang pelatih si mantan juara dunia pergi untuk selama-lamanya.

Seminggu kemudian desas-desus tentang skandal perjudian di dunia tinju semakin tak terbendung dan dibicarakan dari mulut ke mulut loeh setiap orang dari pelbagai kalangan. Si petinju merasa ada yang salah dan tak percaya bila pelatihnya ikut campur dalam bursa taruhan. Namun, seminggu kemudian rumor baru tersebar bahwa sang pelatih dibunuh oleh orang suruhan si petinju itu sendiri yang merasa kesal dengan pelatihnya. Seminggu kemudian, rekaman percakapan sang pelatih dan si juara dunia yang menghina pasien kanker tersebar. Semua menjadi lebih kacau ketika sang juara dunia baru tidak terima bila pertandingan yang menjadikannya juara dunia baru adalah pertandingan setingan. Sang juara dunia baru menantang tanding ulang untuk memastikan bahwa dia layak disebut juara dunia tinju baru.

Sangat disayangkan, dikarenakan si mantan juara dunia adalah anak dari pemimpin negara alias presiden, maka banyak hal yang membuat acara tanding ulang itu tak segera dipertandingkan. Si mantan juara dunia adalah anak presiden dan demi beberapa hal yang lebih penting dari persoalan gelar juara maka pertandingan itu batal digelar. Pemberitaan semakin tak terkemdali dan kasus pembunuhan sang pelatih masih belum menemui titik temu. Dan, situasi semakin bertambah kacau ketika sang juara dunia baru ditemukan tewas didalam mobilnya yang menjadi rongsokan di tepi jurang. Hancur berantakan dan pemberitaan semakin liar. Berbagai teori konspirasi bermunculan sedang kebenaran tetap tersembunyi dan tertutupi menanti ditemukan oleh orang-orang yang berjuang demi kebenaran bukan demi uang.

Ketika semua nampak samar, pihak yang tersudutkan berlomba dengan waktu untuk mengungkap fakta sebenarnya dan menampik semua tuduhan dan fakta-fakta palsu, bukti-bukti palsu serta saksi-saksi palsu. Lalu hal yang paling tak diinginkan dan tak diperkirakan terjadi. Semua semakin larut dalam kebingungan. Dan apa yang disembunyikan oleh pihak yang berwajib ternyata adalah sesuatu yang lebih besar dari sekedar kasus perjudian dan pembunuhan. Ada kemungkinan yang bisa dipastikan bahwa itu bukan kasus pembunuhan biasa dan perjudian biasa. Negara sedang dalam krisis besar. Apalagi kalau bukan soal ulah teroris. Banyak yangh mengira ini ulah teroris yang menggunakan isu-isu lain untuk kamuflase misi. Sang mantan juara dunia yang anak presiden itu ditemukan tewas dengan luka tembak di dada. Presiden terluka dalam baku tembak ketika pemakaman putranya. Tak ada satupun pihak yang mau bertanggung jawab. Entah teroris yang mana. Ketika baku tembak terjadi semua begitu cepat dan kilat dan semua kebingungan. Media tak tahu harus memberitakan apa karena semua samar-samar. Apakah ulah teroris internasional atau ulah mafia judi internasional di dunia olahraga? Siapa yang tahu?

Tiba-tiba, listrik padam di kota-kota besar dan semua tak tahu apa penyebabnya. Semua kebingungan. Pada malam yang kesekian saat listrik belum selesai diperbaiki. Suara ledakan besar begitu menggelegar. Suara pecahan kaca berlomba dengan deru angin hawa panas untuk sampai ke telinga orang-orang yang dalam sekejap tak sempat berteriak hilang disapu ledakan. Nuklir.

Empat kota besar rata dengan tanah dan peperangan tak terelakkan. Hingga seratus tahun kemudian spesies manusia diambang kepunahan.

Seratus tahun kemudian, cucu dari putri  juara dunia baru yang tewas kecelakaan di jurang menjadi orang bijaksana, terlihat ia sedang menceritakan kisah masa silam kakeknya saat menjadi juara dunia baru dengan sudut penceritaan dari lawannya yakni si juara dunia sebelumnya. Ia bercerita di atas reruntuhan puing-puing sisa peperangan dan mengajarkan kepada kedua pemuda-pemudi dihadapannya untuk memilih menjadi anggota nonblok. Non blok barat dan blok timur.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post