ABOUT PAST LIFE

Aku tak pernah berpikir bahwa kehidupan masa lalu itu ada dan manusia hidup kembali setelah kematiannya berinkarnasi menjadi memiliki kehidupan kedua. Aku belum memahami kehidupan secara utuh. Oleh sebab itulah aku tak begitu percaya sebab manusia pada akhirnya mengalami kepunahan bila larut dalam sikap buruk yang destruktif secara terus-menerus mengeksploitasi alam secara berlebihan. Seperti punahnya hewan purba pada jaman jurasik tentu ada pengganti manusia untuk menjaga dan merawat bumi lebih baik. Atau, bumi hancur setelah manusia punah. Banyak yang bilang bahwa kerusakan itu disebabkan oleh manusia dan kelangsunganpun akibat kebaikan manusia itu sendiri yang merasa harus menjadi pelakon utama dalam menjaga kehidupan. Semisal membantu populasi hewan-hewan langka yang terancam punah, menanami lahan kritis dengan pepohanan dan lain-lain.

Kalau aku memiliki kehidupan masa lalu pada tahun-tahun yang lalu kemudian hidup lagi di masa kini, tentu menjadi sesuatu yang tak mudah dipahami. Aku tak percaya soal 'past life'. Jadi bila ada orang lain yang bilang kalau aku dulunya adalah seorang anu atau itu atau ini maka aku tetap takkan percaya. Menyoal fenomena bermimpi menjadi orang yang hidup di masa lalu, aku lebih menerima teori yang lain. Ada penjelasan yang lain. Teori tentang kenangan atau memori. Bisa jadi mimpi semodel itu adalah kenangan dari memori orang lain yang dipindah ke memori otak kita sendiri. Tapi, itu juga mungkin hanya asumsi yang belum bisa dibuktikan sebab teorinya belumlah valid dan dianggap sebagai pseudo-science.

Aku tak percaya bila ada orang berkata bahwa manusia akan memiliki kehidupan kedua setelah kematiannya dan hidup di jaman yang berbeda dan masih di bumi yang sama. Aku tahu ada kehidupan lain setelah kematian sebab dengan pasti bahwa manusia akan dibangkitkan setelah kematiannya, Tapi bukan dalam pengertian hidup lagi di bumi di jaman yang berbeda. Aku sering bermimpi menjadi orang lain dengan berbeda-beda dan cukup sering dan aku tak pernah beranggapan bahwa itu adalah past life yang pernah aku jalani sebelum kehidupanku saat ini.

Aku pernah bermimpi menjadi seorang lelaki berpakaian jaman dulu seperti di film kolosal era hindu-budha. Aku berjalan menyusuri sungai yang tidak mengalir, Sungai itu disebelah kananku dan pesawahan disebelah kiriku. Lalu ada petani yang menyapA dan beberapa diantaranya menanyakan perihal pembendungan air sungai padaku.

"Kalau tuan bertemu dengan paduka raja, nanti sampaikan agar air sungai tak usahlah dibendung."

Aku menyanggupi menyampaikan pesan orang-orang di pesawahan itu dan ketika aku sampai di istana raja segera kusampaikan. Raja menyetujui mengalirkan air sungai. Disana, di hadapan raja, baru kuketahui bahwa orang-orang itu dari daerah yang kering akibat sungai dibendung. Mereka bekerja sebagai buruh di pesawahan milik petani yang teraliri air sungai yang dibendung. Kerajaan itu ada dua yang sungainya satu. Orang-orang yang bekerja menjadi buruh tani itu dari kerajaan yang lain yang airnya dibendung oleh raja yang membendung sungai. Kedua kerajaan itu bermusuhan.

Raja menyetujui mengalirkan sungai dan aku harus menanggung sesuatu akibat persetujuan itu. Aku keluar dari istana raja dan kembali menyusuri pesawahan yang kulewati sebelumnya dan bertemu lagi dengan orang-orang yang menitipkan pesan kepada raja. Setelah jauh dari orang banyak aku tetap berjalan di pinggiran sungai dan aku terjatuh ke bibir sungai. Dalamnya selutut hingga sedada dan aku terbawa arus pelan di tepian sungai. Anehnya aku tak bisa naik ke tepian. Sangat licin dan selalu jatuh lagi dan lagi dan terus terseret arus pelan pinggiran sungai. Setelah jauh sekali dan kukira akan terus begitu ternyata di depanku ada seorang anak kecil berkulit hitam seperti orang Afrika berjongkok dengan senyum yang tak berhenti begitu. Menyengir. Setelah aku semakin mendekat tangannya terulur untuk menggapaiku dan anak kecil dari Afrka itu menarikku ke tepian sungai.

Itu mimpi yang sudah lama tetapi aku masih ingat. Dan aku tetap meyakini bahwa itu bukan past life. Itu kuyakini sebagai kenangan orang lain yang kulihat dalam mimpi. Entahlah aku ini hanya orang biasa yang bodoh. Tapi, jujur saja memang aku tak meyakini aku terlahir berulang kali atau reinkarnasi atau apapun itu.

Aku juga pernah bermimpi yang lain dan tetap kuingat. Tahun 2004. Bukankah itu 14 tahun yang lalu?!

Saat itu aku bermimpi terbangun di tempat yang gelap. Sangat gelap. Aku tak bisa melihat diriku sendiri. Kedua tanganku tak kulihat sama sekali padahal kudekatkan ke mataku. Aku terkaget-kaget mendengar suara seseorang. Suara lelaki. Dengan keras hingga aku sangat terkaget-kaget dan takut. Yang kuingat adalah kalimat terakhirnya, "kamu harus shalat," kata suara itu padaku. Saat itu aku jarang shalat. Dua kali sehari atau lebih yang pasti banyak kurangnya. Karena aku takut au menjadi rajin shalat selema beberapa bulan atau beberapa minggu dan lama kelamaan menjadi jarang lagi. Aku kemudian berdoa lagi ketika sedang rajin. Aku berdoa agar aku bermimpi lagi ke tempat gelap pekat itu untuk mendengarkan semua kata-kata dari suara misterius itu. Dan, terkabul. Alhamdulilah. Aku terbangun di tempat gelap pekat. Aku kesini lagi, pikirku. Suara itu mana? Tanyaku dalam hati. Kutunggu terus. Dan, aku langsung terkaget-kaget lagi seperti mendengar suara petir kagetnya padahal suara misterius itu tiba-tiba berkat-kata panjang memberiku ceramah. Tentu saja aku tidak fokus karena jantungku seperti mau copot saja. Lalu kucoba menenangkan diri dan berhasil kusimak dengan jantung masih berdegup kencang seperti sehabis lari. Lagi-lagi, rupanya itu kalimat terakhir dari suara misterius itu. Yang kuingat adalah kalimat terakhir.

"Sebelum akhir 2004 kamu harus bisa berakhlak karimah." Kata suara misterius itu padaku dan aku bangun seketika dan kesal dan agak marah.

"Bagaimana mungkin, ulama saja belum tentu sanggup untuk menjadi baik dalam waktu sebentar." Kataku dalam hati.

Efeknya adalah aku jadi lebih banyak mengurangi hal-hal buruk seperti menjadi penuh penyesalan bila meminum miras walaupun sekedar menghargai teman dan akhirnya berhenti dan tidak mau walau setetes. Paling hanya bercanda-canda saja untuk minum tetapi tidak.

Aku tidak berpikir apa pun ketika itu. Tidak berpikir soal apa dan kenapa. Suara itu bilang akhir 2004. Lalu aku sampai di akhir tahun dan menyaksikan berita bencana alam. Aku hanya bercerita tentang mimpi. Bukan ingin dianggap sebagai orang pilihan. Aku tak pernah beranggapan aku ini mendengar suara Tuhan. Aku tak pernah merasa diri menjadi Nabi. Ahahahaha. Pemitnah saja yang kurang ajar. Siapa? Orang yang kuajak bicara tentang ini ketika awal-awal aku bercerita sebab kebingungan kenapa bermimpi seperti itu. Aku hanya merasa mungkin diingatkan untuk jadi lebih baik. Itu saja. Dan banyak mimpi yang lain. Sangat banyak. Aku ini berbeda. Sedikit autis namun bukan anak kecil. Hanya sering bersikap tidak dewasa. Itu saja.

Aku hati-hati dalam mencari tahu melalui banyak bahan bacaan agar aku tidak berpikir yang tidak-tidak. Aku juga sering bermimpi seperti menonton film. Banyak sekali mimpinya dan menginspirasi isi dari tulisan yang dikemas untuk supaya tidak dikira penyihir atau orang aneh oleh beberapa oknum yang mendiskreditkan terlalu berlebihan. Bahkan menghubungkan setiap kekacauan yang terjadi di indonesia atau bahkan di dunia itu akibat karena ulahku. Punya kekuatan supranatural juga tidak. Anehnya, sejak gunung Sinabung meletus itu isu-isu bertebaran. Aku masih merasa ada orang mengintip kamar dan kamar mandi di rumah. Dan bila ada itu berarti mereka yang bertanggung-jawab atas semua isu yang aneh tentangku. Aku ini normal. Orang banyak salah memahami soal autisme yang disamakan seperti suatu penyakit otak padahal bukan begitu.

Dan, sekarang aku harus mengambil keterangan yang mana? Apakah aku percaya past life?

Tidak. Dan aku juga tidak pernah berpikir kalau aku ini mirip tokoh Jonas dalam kisah film The Giver. Aku juga bukan seperti Jerry Mcguire. No, i'm not.

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post