Mimpi Seru

Aku ingin bercerita tentang mimpi yang aneh dan itu sepertinya tidak menyalahi aturan manapun dan akan kuceritakan yang sudah lama. Mimpi bertahun-tahun yang lalu. Yang ingin kuceritakan kali ini mimpi petualangan. Ya, aku bermimpi dan mimpi tentang petualangan. Tentu aku juga berduka atas bencana yang terjadi tapi aku tak ingin menulis apapun tentang bencana alam gempa dan tsunami itu, aku hanya bercerita yang ingin kuceritakan saja. Bercerita tentang mimpi petualangan.

Pada suatu ketika aku bermimpi menjadi orang yang berpedang dan sedang berperang dengan entah kelompok mana. Tidak tahu sama sekali sebab langsung masuk dalam medan pertempuran. Pertempuran di hutan itu sangat menakutkan sebab pemandangan di sekitar hanya mayat-mayat yang bergelimpangan. Ada juga mahluk monster beberapa dan aku bertempur dengan gagah membabat monster-monster itu dan tersisa tinggal monster paling besar.

Pedang menebas kaki depan monster dan suara memekikan telinga membuatku menutup telinga karena jeritan monster itu membuat sakit gendang telinga. Lalu, kaki depan monster itu tumbuh lagi dan kembali mengejarku dan menyerangku dengan membabi buta. Aku terluka cukup parah. Dan ketika monster itu hendak menerkamku tiba-tiba tombak dari samping menancap menembus perut monster itu dan terpelantinglah itu mahluk menyeramkan ke arah kiriku. Lemparan yang sangat kuat yang ternyata dilakukan oleh seorang perempuan.

Perempuan itu meloncat seperti setengah terbang dan memutilasi monster itu dengan sangat cepat menggunakan pedangnya sebelum monster itu mampu berdiri tegak kembali. Monster itu roboh dengan begitu banyak bagian tubuhnya yang terpotong-potong. Perempuan itu lalu menghampiriku dan membantuku bangkit lalu menuntunku berjalan tertatih hingga tak kusadari sudah begitu jauh berjalan meninggalkan hutan. Pemandangan di luar hutan adalah bertumpuknya bangkai-bangkai tikus disana-sini dan kami terus berjalan meninggalkan daerah itu.

Perempuan itu sangat cantik. Rambutnya bergelombang sepinggang. Pakaian yang digunakan seperti gaun berlapis yang sangat anggun. Entah apa yang terjadi sebab aku kemudian terbangun dari mimpi dan aku sangat senang dan bahagia seperti mendapat pengalaman seru seperti nyata padahal sedang bermimpi.

Bila aku menganggap diriku sebagai orang berpositif thinking maka aku harus berpikir positif dan mengambil pelajaran dari mimpi itu. Lalu setelah dipikir dari waktu ke waktu maka sedikit kupahami bahwa hidup ini siapa pun itu orangnya pasti membutuhkan daya dorong dan daya dorong itu adalah perempuan. Banyak kata-kata mutiara yang mendukung kebenaran hal itu, diantaranya adalah dibalik kesuksesan seorang pria tentu ada sosok seorang wanita dibelakangnya. Terus ada juga yang lain, bila lelaki adalah anak panah maka perempuan adalah busurnya. Dan masih banyak lagi kata-kata mutiara yang menunjukkan kekuatan perempuan begitu hebatnya bagi seorang lelaki. Itu yang kupahami dari betapa kuatnya lemparan tombak yang dilempar oleh sosok perempuan dalam mimpi itu hingga membuat monster itu binasa.

Ada juga mimpi yang lain, sudah lama juga. Pada waktu itu ada sosok perempuan yang membangunkanku dan tentu sosok perempuan dalam setiap mimpi selalu tak sama. Dalam mimpi kali ini sosok perempuan itu mengajakku bermain melompat seperti astronot tetapi didalam rumah. Aku keluar dari kamar dan melompat-lompat seperti astronot dalam film scince fiction dari lantai ke dinding dan seperti berada di bulan dalam adegan di film luar angkasa padahal di dalam rumah. Aku melompati ayahku yang sedang tidur di kursi dan aku sesekali melihat keluar kaca jendela.

Perempuan itu berkata padaku: "Sekarang kau merasakan sensasi ini, kan? Bukankah seperti di bulan dalam film astronot?"

Aku tersenyum dan perempuan dalam mimpi itu juga tersenyum. Lalu aku terbangun dari tidur.

Bukankah itu mimpi aneh dan unik. Dan aku senang bermimpi seperti berpetualang dan bermimpi itu tentu bukan tindakan kejahatan yang melanggar hukum.

Ini juga mimpi aneh yang menjadi  inspirasi karya dengan judul MERANA KATA. Mimpi yang sangat seram dan memilukan. Lalu dibuat karya. Mimpinya seperti di jaman entah dan aku bermimpi menjadi orang lain juga.

Aku berlari sambil menuntun seorang perempuan yang menggendong bayi. Sesekali terjatuh. Mungkin sosok dalam mimpi itu istriku dan bayi yang digendongnya adalah anakku. Anak kami. Kami terus berlari dengan cepat bersusulan dengan orang lain yang juga ikut berlari bersama kami. Kami diburu. Kemudian kami beristirahat dan sebagian berjaga hingga pagi bergantian.

Matahari muncul perlahan di ufuk timur dan kami mendengar seseorang berteriak ada yang mendekat dan kami buru-buru berlari lagi. Hingga sampai di sebuah jembatan biru dan kami sebagian sudah berada di tengah jembatan dan sebagian masih di ujung jembatan. Tinggi jembatan mungkin sekitar 10 meter menghubungkan dua bukit dan dibawah mengalir sungai dengan kedalaman tak seberapa sebab terlihat beberapa bebatuan diantara arus deras sungai itu. Bahkan terlihat beberapa orang menyeberang melintasi sungai.

Rupanya kami dihadang dari depan dan yang berada di jembatan terjebak dan dengan pasrah menunggu sabetan senjata tajam menghabisi dari depan dan belakang. Kami tak bersenjat. Hanya dahan kayu yang sebetulnya untuk membantu berjalan dan berlari dengan membawa gembolan pakaian beberapa saja. Pakaian kami seperti pakaian orang-orang di tempat bersalju atau saat itu belum lama usai musim dingin.

Orang-orang yang menghadang kami membabi-buta menghabisi sampai ada yang dilempar kebawah jembatan menghantam bebatuan. Pada saat sebelum terbangun dalam mimpi itu wajah perempuan yang menggendong bayi seperti bertatapan langsung menghadap kamera. Ya, jadi seperti film 3D. Aku bisa melihat ke banyak arah. Naik ke atas jembatan dan turun ke sungai kemudian ada juga slow motion dengan pov yang seperti aku bisa melihat semuanya. Terakhir sebelum bangun itu wajah perempuan itu disorot dengan slow motion dari jauh mendekat dan semakin mendekat. Wajahnya begitu pasrah dan berkali -kali melihat ke ujung jembatan dan diam saja lalu melihat kearah ujung jembatan lagi melihat suaminya juga sudah jatuh. Lalu, aku menjadi melihat orang melambaikan tangan dibawah dengan slow motion dan perempuan itu melemparkan bayinya lalu mukanya menghadap kamera sepertinya tapi bagi yang menonton kan seperti bertatapan. Dengan slow motion bertatap muka sebelum sabetan pedang dan percikan darah terlihat. Wajahnya itu berbintik-bintik seperti orang bule. Aku kemudian terbangun dan sedikit bingung. Aku bermimpi atau menonton film? Atau menonton film dalam mimpi? Atau menjadi main film betulan dalam mimpi tapi darahnya betulan?

Aku sempat menangis melihat wajah pasrah perempuan itu menunggu kematiannya. Apalagi di mimpi itu jembatan biru berubah menjadi merah karena dibanjiri darah.

Itu mimpi betulan. Mimpi yang sangat aneh. Dan anehnya itu mukanya perempuan itu mirip anaknya mas bubur di halteu utara, di pasar halteu. Di bandung.

Tapi aku tak berpikir kalau itu past life. Aku tetap tak meyakini soal past life. Ini mimpi aneh dan sering dan saking seringnya itu jadi hiburan tersendiri sebab seperti menonton film tetapi ikut di film itu. Bisa melihat semua dalam pov yang seperti bisa kemana-mana. Itu mimpi saya begitu.

Masih banyak tetapi lain kali saja bercerita.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Kuro_kaze@akiba
Kuro_kaze@akiba at Mimpi Seru (15 hours 45 min ago)
70

Dear author.
Menyenangkan membaca cara penceritaan mimpi ini, rasanya seperti melakukan jump story yang tidak ada habisnya.
Sedikit kesulitan mengikuti, karena sistem jump stories nya, tapi hal itu yang membuatnya terasa menyenangkan.
Ada beberapa kata yang typo, mungkin karena terburu-buru. Bisa di check kembali.
Greetings from D.
xoxo