KB

Akhirnya tak dapat diketahui dengan pasti dan terkesan sedikit membingungkan padahal membuat pusing tujuh keliling. Dunia dalam balutan puisi memang meminta untuk dipahami atau manusia akan berkali-kali hidup jatuh terbanting. Terbanting berguling-guling.

Satu ditambah satu sama dengan dua adalah suatu ketetapan ilmu matematika. Namun, kehidupan ini tak seperti hitungan yang menunjukkan hasil yang demikian sebab semesta bukan bacaan yang habis dibaca dalam semalam. Ternyata satu ditambah satu bisa menjadi kosong, bisa menjadi satu, bisa dua, bisa tiga, bisa empat bahkan lebih. Meskipun hampir semua kalangan setuju bahwa yang terbaik adalah satu ditambah satu sama dengan dua.

Ada yang tak terlalu serius menanggapi hal ini tapi ada juga yang sangat serius. Beberapa orang memahami bahwa setiap individu manusia adalah ibarat semesta kecil yang terus berkembang dan mengalami masa akhir kala kematian mengetuk pintu kesadaran. Sadar bahwa semesta takkan selamanya alias abadi. Satu semesta kecil dalam individu lelaki bercampur dengan satu semesta kecil individu perempuan melahirkan semesta kecil yang baru.

Inner space kita begitu luas kata mereka yang memahaminya begitu. Dan satu ditambah satu bisa menjadi berapa saja. Aku memahami hal itu sedikit, sebab aku bukan orang yang sangat pandai berhitung. Segala sesuatu memiliki batasan maka semesta pun mungkin demikian. Ada ujung semesta namun entah dimana dan siapa yang mampu menghitung luas semesta?

Bila dilihat dari hal itu maka jelas bahwa semua tak sama dalam pandangan manusia manapun yang ada saat ini tentang individu per individu itu. Wow, semesta kecil. Bagaimana memahami ukuran atom dan jumlah atom manusia dan segala hal yang membingungkan itu dan kenapa ada orang yang mempelajarinya. Entah lah.

Tubuh lelaki dan perempuan tak sama, itu yang dimaksud semesta yang berbeda. Dan dua semesta itu bersatu melahirkan semesta yang baru. Berarti organ peranakan adalah cikal bakal dari semesta baru atau yang menjadi penunjang tumbuh kembangnya semesta baru. Dan itu ada dalam semesta kecil individu perempuan. Bagaimana di luar angkasa sana memahaminya?

Aku belajar sedikit dan memahami sedikit karena bukan anak sekolahan jadi wajar bila memahami sedikit. Ku imajinasikan semua dalam analogi sederhana untuk mudah kupahami dan kubayangkan bahwa sel sperma adalah alien dari luar angkasa yang memasuki semesta lain untuk menumbuhkan peradaban baru yang lebih maju. Begitulah dari generasi ke generasi bahwa setiap orang tua mengharapkan anak-anak mereka lebih maju dari orang tuanya dari abad ke abad. Wow, sel sperma adalah mahluk asing alias alien yang memasuki alam lain dalam tubuh perempuan. Dan begitulah kenapa lelaki dan perempuan diciptakan.

Bagaimana semesta angkasa raya yang menyimpan banyak tanda tanya manusia?
Apakah ada alien yang sesungguhnya?
Kita bukan berbicara alien menakutkan dalam film-film manapun, kita berasumsi dengan apa saja realita semesta kecil dalam tubuh kita. Tubuh manusia, lelaki dan perempuan. Dan semoga yang di antara keduanya memahami hal itu. Ialah siapa pun mereka yang setengah lelaki dan setengah perempuan untuk memahami bahwa semua harus bijak dipahami dengan segala upaya dalam kerangka ilmu pengetahuan yang sah. Tak boleh ada pembenaran terhadap transgender juga tak boleh ada penghakiman. Tapi penyadaran.

Tidak semua harus direspon dengan salah dengan mengedepankan emosional berlebihan dan terjadi saling olok terhadap perdebatan masalah demikian. Dengan kepala dingin dan tanpa permusuhan dan kita semua KB. KITA BERSAUDARA.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at KB (3 weeks 2 days ago)

buat senang-senang menghibur diri jadi bacanya gonta-ganti logat tokoh kartun yang lucu gitu. Suka gitu saya. DALAM HATI.
saya baca dalam hati aja, akakakakakakakak

Writer nusantara
nusantara at KB (3 weeks 3 days ago)

lupa ngasih rujukan keterangannya uy.
Jadi gini, sebenarnya ini tulisan candaan buat melucu tapi bukan maksud buat main-main gitu.
Ini ga ada hubungannya sama isu sara.
Harus hati-hati dengan isu agama karena berbahaya sekali.
Jangan dihubungkan dengan kepercayaan agama khususnya menyoal kelahiran Nabi Isa atau Yesus.
Sebenarnya ini rujukan ayat Alquran Surat Alqiyamah:37.
(...min maniyyin yumna)
Jadi jangan di arahkan ke urusan asusila atau pornografi.
Saya kurang pandai membuat humor ilmiah dan jangan dibikin parah dengan asumsi-asumsi yang salah akibat kebencian terhadap segolongan atau beberapa golongan dalam kehidupan beragama maupun bernegara.
Ini bukan sesuatu yang tabu.
Alquran sebagai wahyu u8ntuk dikaji dan manusia merumuskan pengetahuan dari isi Alquran tersebut.

Istilah "air mani" itu dari kata dalam Alquran, "maniyyun", dalam bahasa indonesia jadi "mani".

Haruslah membacanya dalam kerangka ilmiah meskipun ini cuma cerita yang dibuat untuk bahan gurauan menghibur diri sendiri.

Ini maksudnya setiap manusia itu sebelum mengalami proses tumbuh-kembang di dalam rahim adalah sesuatu yang berasal diluar dari rahim itu.

Dari air yang memancar.

Jangan hanyut pada pikiran negatif dan menjadi lamunan jorok tentang kemaluan. Ini tak membicarakan kemaluan manusia. Hati-hati dalam membaca. Khususnya kepada pendengki saya.

Mohon jangan dibawa ke isu sara. Jangan beranggapan saya bersikap memusuhi terhadap kepercayaan kelahiran Nabi Isa atau Yesus yang ibundanya tak pernah tersentuh lelaki dan tiba-tiba mengandung janin Nabi Isa hingga sembilan bulan dan kemudian melahirkannya ke muka bumi ini.

Lebih baik hubungkan saja ke masalah embriologi.

Saya takut ada oknum yang memelintir tulisan ini untuk isu sara.

Hati yang terpimpin oleh hidayah pasti orangnya lembut dan tahu bahwa saya tak bermaksud negatif dalam menuliskan ini.

Ya, hubungkan ke embriologi saja jangan dihubungkan ke isu sara.

Jangan lah terlalu serious.

My family itu 1+1=3, aku dan kedua adikku yang perempuan.

Writer nusantara
nusantara at KB (3 weeks 2 days ago)

Tentu semua sudah tahu juga bahwa hewan juga memiliki sel sperma pada yang jantannya tetapi tentu tidak bisa disamakan dengan istilah sel sperma pada manusia berjenis kelamin lelaki. Tentu berbeda. Sel sperma pada hewan kera atau kuda atau apa pun yang lain kan tidak bisa disamakan dengan manusia. Sangat berbeda.

Sel sperma kera saja dengan begitu banyak jenis kera diseluruh bumi tidak dapat dikawin silangkan. Apa bisa sel sperma orang utan jantan dimasukkan ke rahim simpanse betina? Kan tidak juga.
Manusia sangat berbeda dengan kera. Manusia itu satu jenis saja sedangkan kera banyak jenisnya. Manusia satu jenis saja walaupun berbeda suku, kulit, dan bangsa.

Manusia tak sama dengan kera.
Manusia bukan kera.

Lantas bagaimana dengan teori evolusi Darwin?

Saya sebagai orang yang bodoh tak terlalu menanggapi hal itu dan meyakini bahwa kera tak mungkin berevolusi menjadi manusia.

Jadi tuduhan dari mereka terhadap saya bahwa saya percaya teori Darwin sudah terbantah dan tak terbukti. Apalgi sampai menuduh saya menghina Nabi Adam asalnya kera.

Saya meyakini manusia purba itu ada dan berbeda dengan homo sapien yang bagi saya homo sapien itu jaman Nabi Adam. Sapien kan artinya tahu.

Manusia purba berbeda dengan Manusia Adam. Adam adalah mahluk yang lain yang tak ada hubungannya dengan manusia purba.

Saya itu orang bodoh jadi jangan terlalu serius membaca hal ini. Jangan juga diperkara kan ke pengadilan juga lah.

JADI TAKUT SAYA INI PADAHAL CUMA BELAJAR MENULIS.