SELFTALK

Aku sering berbicara dengan diriku sendiri untuk sekadar belajar mencari gagasan yang baik yang sekiranya menjadi sesuatu yang menjadi awal dari pemahaman. Salah satunya begini....

Aku bertanya pada diriku sendiri: "Kafir itu apa sih?"

Diriku sendiri menjawab: "Orang dalam keadaan keliru memahami sesuatu."

Diriku sendiri menjawab: "Orang dalam kondisi dibawah kendali emosi negatif seperti sedih berkepanjangan, marah berkepanjangan, orang yang mengalami sakit hati dan membenci dan mendengki dan mendendam, orang yang dalam kondisi kalut, orang yang belum tahu apa yang baik untuknya."

Aku tertawa sendiri dan bertanya pada diriku sendiri: "Albaqarah:6, menjelaskan keterangan tentang sikap sama pada orang dalam kondisi begitu mau diberi peringatan atau tidak. Maksudnya bagaimana?"

Diriku sendiri menjawab: "Misalnya kalau ada orang dalam keadaan labil secara emosi maka mau dikasih nasehat bagaimana pun ya tidak ada pengaruhnya sama sekali karena kata-kata yang disampaikan secara otomatis akan ditolak oleh orang dalam keadaan demikian."

Aku bertanya lagi: "Lalu bagaimana?"

Diriku sendiri menjaawab: "Ya, tunggu. Tunggu sampai pada peralihan emosi kepada emosi yang baik atau sehabis cooling down lah. Setelah itu barulah bisa diajak bicara. Parenting mengajarkan dan berdasar hal itu. Orang tua kebanyakan pusing tujuh keliling dan menganggap bahwa anak-anak mereka tidak mau mendengar kata-kata mereka. Masuk kuping kiri keluar kuping kanan."

Aku bertanya lagi: "Emang bisa dipahami begitu? Keluar dari ilmu agama atau tidak?"

Diriku sendiri menjawab: "Memangnya kau pikir ilmu psikologi itu ciptaan manusia? Manusia tidak bisa mencipta ilmu. Allah yang mengajarinya melalui wahyu yang disampaikan kepada para Nabi-Nabi dan Rasul-RasulNya. Dasar-dasar imu pengetahuan dikembangkan oleh manusia karena manusia berpikir dan belajar."

Aku bertanya pada diriku lagi: "Apa tidak jadi persoalan bagi orang yang tidak suka pendapat tersebut?"

Diriku sendiri menjawab: "Seperti celotehan yang bilang Alquran ditafsirkan dengan ilmu psikologi? Itu sudah salah kaprah seolah-olah ilmu psikologi dan lainnya semisal biologi dan geografi adalah ilmu ciptaan manusia. Salah pemahaman itu, sebab semua ilmu itu dari Allah. Kan, ada ayatnya. Allah itu mengeluarkan kalian (manusia) dari perut ibu kalian tanpa memiliki ilmu apapun lalu Allah menjadikan bagi kalian indera pendengaran, indera penglihatan dan AF-IDAH agar manusia bersyukur."

Aku berkata pada diriku sendiri: "Iya, betul. Lalu kedua orang tuanya mengajarinya ilmu lalu guru-gurunya dari tingkat TK sampai Perguruan Tinggi. Dan Allah yang memiliki ilmu-ilmu itu. Manusia itu tidak mencipta ilmu, Allah yang mencipta, manusia mencari atau menuntut ilmu dan belajar dan terus belajar. Ilmu psikologi itu dari Allah hasil dari belajar dan berpikir panjang si manusia itu untuk penyempurnaan demi penyempurnaan dari masa ke masa dan bersumber dari wahyu yang diajarkan kepada utusanNya. Nabi muhammad saw itu dikenal cerdas emosi berarti menguasai dan mahir berpsikologi."

Begitulah ngobrol sendiri diri saya ini. Sepertinya itu bukan perkara kejahatan.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post