Dihindari dan Diinjak

Sudah saatnya!
Aku akan datang menemui mu
Setelah sekian lama terpisah kemarau

Rinduku padamu
Semakin tak terbendung
Saat awan kelabu yang membawaku
Dan aku turun melayang menemuimu

Tapi, siapakah dia?
Yang menggenggam erat tanganmu
dan membuatmu tersipu

Harusnya ku sadar
Waktu, terlalu lama memisahkan kita

Aku, adalah hujan
Yang kau hindari dengan berteduh
Yang membuat genangan di jalan yang kau injak

Aku, adalah transisi
Dari kegelapan awan
Menjadi cerah pelangi
Untukmu,
Tapi bukan untukku

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Putri_Pratama
Putri_Pratama at Dihindari dan Diinjak (24 weeks 4 days ago)
80

Penyampaian majas yang menggelitik.

Writer nusantara
nusantara at Dihindari dan Diinjak (25 weeks 2 days ago)
80

oh ini puisi tentang hujan dan manusia rupanya.
ya bagus juga dan bila tak ada penemuan payung maka takkan ada peribahasa "sedia payung sebelum hujan"
akakakakak
sakarang jaman jas hujan rupanya, hehe

ya beginilah saya komentar
komentar ga ada ilmunya ini,
saya ga bisa komentar kalimat puisi