Sajak Elegi

Bila esok tak pernah datang
Tak akan ada lagi uang saku
Untuk memenuhi hobiku yang seru
Sanggupkah aku?

Bila esok tak pernah datang
Tak akan ada lagi martabak manis coklat keju
Hamparan kenikmatan penuh dosa itu
Siapkah aku?

Bila esok tak pernah datang
Tak akan ada lagi kamu
Dan sepertinya
Itu yang aku mau

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer adhim
adhim at Sajak Elegi (3 days 8 hours ago)
70

dan bila esok tetap tidak akan pernah datang, setidaknya hari ini, sudah memulai kepada Hyang Suci, begitu juga : dirimu

mantap...

Writer pratminiwidyana
pratminiwidyana at Sajak Elegi (4 days 23 hours ago)
80

Bagus....diksinya....mantap

Writer alfina_artamevia
alfina_artamevia at Sajak Elegi (3 weeks 1 hour ago)
90

Menarik, simpel, dan bikin laper xD

Writer nusantara
nusantara at Sajak Elegi (5 weeks 2 days ago)
80

pusing saya ini bacanya, hehe
saya tertuju pada kalimat martabak manis coklat keju, hamparan kenikmatan penuh dosa,

itu memang sepertinya penulis ini sengaja membuat kalimat yang menjebak gitulah.

kalau ngeres ya pasti membayangkan sesuatu yang berbau seks atau semacam itulah.

entahlah.

mungkin juga maksudnya adalah gula.
tapi makan gula itu tidak dosa.

adapaun soal hobi dan bersangkut-paut pada sering maka berarti bisa dosa alias mendapat keburukan.

yang punya penyakit gula misalnya.
yang punya penyakit gula itu menjadi dosa makan makanan yang banyak gula.
tapi kenapa harus martabak manis coklat keju?
mungkin untuk mengecoh pembaca.

makan daging kambing juga dosa bagi pengidap kolesterol tinggi, bukan?

entahlah.

hahahaha, omongan saya ini jangan terlalu dianggap.

penulisnya puisi ini lebih tahu dari saya lah pastinya.