Belajar Alquran Sendirian (BAS)

Belajar Alquran sendirian itu menyenangkan. Itu sangat mudah sebab tak perlu pusing mencari rujukan sebab semua ada disitu. Semua pengertian pada setiap nama istilah sudah ada di dalamnya. Misalnya saya, setelah mengetahui bahwa membaca itu harus bersudut pandang ajaran Allah (Tuhan Yang menciptakan) maka setiap membaca langsung merumuskan sendiri pengertiannya dari setiap nama istilah yang terdapat didalamnya.

Misalnya membaca Alqalam:35; saya jadi mengetahui nama istilah "muslim" dan "mujrim"; kedua nama istilah itu adalah nama istilah untuk menerangkan sesuatu sehingga jelas itu bukan sekadar nama tapi berisi ajaran atau pengetahuan.

Lantas apa itu "muslim"?

Saya mendapatkan salah satu jawaban dari dalam Alquran mengambil keterangan dari Yunus:63; maka saya bisa merumuskan pengertiannya bahwa muslim itu adalah:

Alladziina aamanuu wa kaanuu yattaquun (Yunus:63)

"Yaitu orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa (berbakti kepada Allah)"

Kemudian saya merumuskan pengertian muslim itu adalah orang yang beriman dan selalu bertakwa.

Sebetulnya menjadi pemahaman penting bahwa muslim itu adalah nama istilah yang berisi keterangan yang keterangannya harus mengambil dari sumbernya yaitu dari Alquran itu sendiri. Dan banyak pengertiannya bukan hanya satu.

Lalu, apa itu "mujrim"?

jawabannya ada di dalam Alquran dan harus banyak membuka surat dan ayat dan itu menjadikan dengan tidak sengaja menjadi semakin banyak dan semakin senang membaca Alquran. Sebab ada keterangan yang harus dicari untuk ditemukan.

Permasalahan utama adalah menyoal perbedaan definisi dari nama istilah yang bisa menurut pandangan banyak orang.

Misalnya teman berbeda agama seperti orang kristen mengetahui orang fasik sebagai berikut:

1. Sombong.

2. Mudah mencela.

3.Tinggi hati.

4. Dengki/iri hati.

5. Kejam.

6. Tamak.

7. Pemberontak.

Nah, saya membaca istilah "fasik" itu bukan kata asli bahasa Indonesia sebab bahasa Indonesia dirumuskan ketika masa-masa kemerdekaan; kata itu dari Alquran "fasiq" di bahasa indonesia kini menjadi "fasik". Di Alquran itu ada istilah nama "fasiq" diantaranya di Albaqarah:27. Jadi Alquran itu memudahkan pembacanya untuk mengerti sebab penjelasannya langsung ada atau mencari di ayat dalam surat lain; semua terkoneksi; "Fasiq" itu adalah nama istilah dalam Ayat yang tertuang di Alquran yang pengertiannya bisa dirumuskan sendiri oleh Alquran. Diantaranya pada Albaqarah:27.

"Yaitu orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan mengebiri/memotong/memutuskan apa yang diperintahkan Allah (segala anjuran berbuat kebajikan untuk mempererat tali persaudaraan) kepada mereka untuk menghubungkannya dan mereka malah membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang merugi." (Albaqarah:27)

Nah, itu salah satu dari pengertian fasiq/fasik menurut sudut pandang ajaran Allah tuhan Yang menciptakan. Bukan menurut saya pribadi. Tidak ada sudut pandang pribadi menurut saya di keterangan ini.

Begitulah contohnya belajar merumuskan pemahaman sendiri untuk menjadi manusia yang hidup berpedoman.

Tentu saja praktek dalam kehidupan tak semudah yang dibayangkan, saya sendiri kebingungan menghadapi fitnah dan adu-domba tapi selalu saja optimis bahwa saya akan tetap dalam posisi yang benar selama tidak berbuat zhalim atau aniaya. Dan itu susah sekali untuk mempraktekan dalam kehidupan. Saya tidak bohong.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post