Belajar.

AKu membuka terjemah Al-'alaq:1-5 tapi terjemah inggris dan di warnet tentunya. Kubuka tiga versi terjemahan.

1. Recite, in the name of your Lord who created

2. Created man from clinging substance

3. Recite, and your Lord is the most Generous

4. Who taught by the pen

5. Taught man that which he knew not

*

1. Read! In the name of thy Lord who createth

2. Created man from a clot

3. Read! And thy Lord is the Most Bounteous

4. Who teacheth by the pen

5. Teacheth man that which he knew not

*

1. Read! in the name of your Lord who has created (all that exist)

2. Has created man from aclot (a peace of thick coagulated blood)

3. Read! and your Lord is the Most Generous

4. Who has taught (the writing) by the pen (the first person to write was prophet Idrees/Enoch)

5. Has taught man that which he knew not

*

Aku tak bisa bahasa Inggris dan bila kubaca tulisanku yang berjudul "Bacalah Al'alaq:1-5"; bagaimana jadinya bila dialih bahasa ke bahasa inggris?

Sebetulnya tak boleh mengalih-bahasakan dari terjemah sebab ada teks asli.

Berbeda dengan Injil yang tak diketahui teks aslinya dan mengalih-bahasakan ke berbagai bahasa dari terjemahan ke terjemahan lain. Katanya dulu Injil itu berbahasa Latin lalu berubah jadi bahasa Inggris lalu di Indonesia jadi bahasa indonesia. Tak diketahui teks aslinya.

Aku sendiri bukan sedang apa-apa, sedang belajar pastinya. Dan banyak rumor negatif bertebaran dan tak sedikit juga yang positif bertebaran. Rumor tetaplah rumor.

*

Lalu, kubuka saja lagu Ibu Pertiwi:

 

Kulihat ibu pertiwi

Sedang bersusah hati

Air matamu berlinang

Mas intanmu terkenang

 

Hutan gunung sawah lautan

Simpanan kekayaan

Kini ibu sedang susah

Merintih dan berdoa

 

Kulihat ibu pertiwi

Kami datang berbakti

Lihatlah putra-putrimu

Menggembirakan ibu

 

Ibu kami tetap cinta

Putramu yang setia

Menjaga harta pusaka

Untuk nusa dan bangsa

*

Ibu Pertiwi menikah dengan bapak Bangsa melahirkan putra-putri bangsa; anak-anak bangsa Indonesia. Semuanya berbeda sifat dan watak.

Anak-anak bangsa Indonesia hidup di Indonesia dan di luar Indonesia. Ada yang baik dan ada yang jahat. Ada yang jadi penegak hukum dan ada yang jadi penjahat yang dihukum dan dimasukan ke lembaga pemasyarakatan. Ada yang jadi politikus, pesulap, pembawa berita, artis, aktris, dan lain-lain sebab banyak sekali.

Pesan dari ibu pertiwi:

Wahai, putra-putri bangsa Indonesia.

Bacalah kehidupanmu sendiri dengan sudut pandang ajaran Tuhanmu yang menciptakan. Kalian lahir dari perut ibumu tapi bukan ibu dan bapakmu yang menciptakanmu. Ibu dan bapakmu hanya perantaramu untuk lahir ke dunia ini. Tuhan tidak menciptakanmu untuk menjadi manusia yang jahat tau tak beradab alias biadab sebab itu jadilah beradab menjadi manusia yang baik, suka menolong dan tidak sombong.

Jadilah yang terbaik. Tuhanmu menginginkanmu menjadi manusia-manusia yang pandai serta berbudi luhur dan bertanggung-jawab. Jadilah manusia mulia dengan perangai adiluhung.

Bila kemarin kalian menjadi pembohong maka jujurlah dalam hidup untuk hari ini dan seterusnya. Bila kemarin menjadi orang jujur maka hari ini jadilah lebih jujur lagi dan seterusnya.

Bila kemarin menjadi pengonsumsi narkoba maka hari ini jangan dan untuk seterusnya. Bila kemarin tak mengingatkan saudaramu akan bahayanya narkoba bagi generasi bangsa maka hari ini dan untuk seterusnya ingatkanlah saudara-saudaramu untuk jauhi narkoba.

Bila kemarin kalian menjadi orang yang berperangai suka mencela maka hari ini jangan dan untuk seterusnya menjadi suka untuk saling menyanjung.

Rajinlah belajar dan gemarlah membaca dan jadilah matahari dunia yang memberi sinar bagi kegelapan peradaban.

Dan banyak lagi yang harus diperbaiki setiap hari agar menjadi sesempurna manusia seutuhnya yang dimuliakan Allah SWT.

*

Aku berpikir bahwa Alquran itu berisi lesson (pelajaran) tentang berkehidupan dari Tuhan. Alquran itu berisi kata-kata Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw supaya manusia terarah pada perbuatan-perbuatan yang baik-baik dan tidak saling membuat kerusakan dan menumpahkan darah (berkonflik/berperang).

*

Aku berpikir bahwa Islam itu datang membawa kedamaian.

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post