Bahiimatul An'am

Seperti sudah disinyalir sebelumnya bahwa kemungkinan profokator yang berpikiran kotor akan membuat semua terkesan buruk maka saya ingin menekankan bahwa apa pun yang bersifat fitnah akan mendatangkan keburukan bagi yang memitnah. Saya tidak mengada-ada bahwa di daerah saya kemungkinan ada profokator sebab banyak yang membaca dan yang menerangkan si profokator. Yang saya heran tentang mereka adalah membuat saya terkesan memusuhi ulama padahal tidak, membuat saya trekesan gay padahal tidak, membuat saya terkesan preman padahal tidak, mereka menghasut segelintir orang untuk berpikir negatif pada saya dan itu mereka lakukan selama bertahun-tahun. Mereka juga membuat kesan bahwa saya ini seperti banci atau kebanci-bancian. Hehe.

Mereka menghasut orang-orang yang segelintir itu bahwa saya ini belajar langsung dari Allah dan akan seperti kasus Ahmad Musadeq dan tidak memerlukan pendapat ulama dalam belajar. Itu hasutan mereka. Sebagian tentu ada yang percaya dan ada yang tidak. Mereka juga ingin mengesankan bahwa saya ini orang stres. Haha, itu mungkin karena mereka terlalu banyak maksiat sehingga berhati kesat.

Al-An'am saya artikan yang terpelihara itu, kan, maksudnya fase mahluk sel dalam pembentukan embrio ke janin seperti yang saya baca di artikelnya. Untuk Zumar:6. Kehidupan mikro-organisme itu diketahui setelah ditemukannya mikroskop dan abad 7 belum ada tapi sudah menerangkan kehidupan mikro-organisme yang kasat mata alias tak bisa dilihat mata telanjang. Jangan mentang-mentang ada bahasan sperma lalu dikata cabul, padahal di Alquran ada ayatnya yang menerangkan dalam rangka menerangkan supaya menjadi tahu. Membaca berarti ingin tahu dan akan menjadi tahu.

Kalau menyoal binatang ternak yang dalam maksud binatang ternak semisal sapi, kambing, ayam, dan lainnya itu ada keterangan lain di Al-Maidah:1, bahiimatul An'am, hewan ternak atau hewan yang dipelihara untuk dikonsumsi.

Al-Maidah itu berarti jamuan/hidangan, berbicara tentang makanan baik yang sehat dan halal yang dikonsumsi dari hewan ternak. Kalau dibaca terus lagi juga jadi tahu larangan mengonsumsi daging babi bagi muslim. Tapi tak ada larangan untuk memelihara bagi yang mau.

Misalnya memelihara babi untuk pakan hewan yang dipelihara di kebun binatang. Khususnya hewan buas pemakan daging. Tak jarang di berita televisi diberitakan bahwa hewan buas diberi makan ayam kenapa tidak dengan babi?

Untuk pakan ular misalnya dan kulit ular bisa diambil untuk kebutuhan manusia seperti dalam industri tas dan semacamnya.

Ini hanya pendapat saya agar muslim tidak melakukan tindakan menyiksa hewan babi atau menjadikan buruan saja untuk kesenangan misalnya. Ya, bukan pendapat segolongan atau kelompok tertentu. Ibu dan ayah saya saja belum tentu tahu saya suka membuat cerpen di kemudian.com ini. Apa saya perlu bilang ke orang tua saya kalau saya suka menulis cerita atau puisi dan menyuruh orang tua saya membaca dan meminta pendapat mereka tentang tulisan saya?

Saya harap polsek Somagede membaca tulisan saya dan jadi tahu kalau tulisan saya tidak mengandung unsur-unsur berbahaya yang akan memecah belah-bangsa. Hehe, belajar saja dibikin repot, ya?

Saya orang biasa dan tidak bermaksud apa-apa.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post