PERADUAN 6

Di kapal laut mereka bertiga berkenalan.

*

"Sepertinya kita pernah bertemu. Kau tak asing." Kata si perempuan.

"Kau sebetulnya sudah tahu namaku namun kau tak menyadarinya." Kata si harimau.

"Sok romantis. Senyum yang menjijikn. Biasa saja. Bicara tanpa senyum." Kata lelaki satunya lagi itu.

"Ternyata kau bukan orang asing, sepertinya. Haha, ternyata tapi sepertinya. Ya, ya, ya, kau sendirian?" Kata si perempuan.

"Ya. Alone. Aku Alone." Kata si harimau.

"Kau Elano?!" Kata si perempuan kepada si lelaki satunya lagi.

"Noela?!" Kata Alone dan Elano bersamaan.

"Pantas saja! Ternyata eh ternyata.." Kata mereka bertiga bersamaan.

*

"Sepertinya penulis ketika membuat cerita kita waktu kecil itu terlalu absurd. Kau, dan kau. Senapan serbu mainan dan pistol air. Aku dengan sepeda. Kalian selalu bertengkar, dan lain-lain. Itu absurd." Kata Noela.

"Biarkan saja, itu cukup kreatif dan memang sulit mengembangkan cerita, sebab hanya semacam penggambaran adu perasaan dalam diri, menjadi tak terlalu serius. Hey, Aone. Kau ingat saat kupukul dengan batu sekepalan tangan?" Kata Elano.

"Tidak. Tidak ada yang sakit sebab itu hanya cerita dalam kerangka proyeksi pikiran, semacam pengadegan dalam bayang imajinasi kepala manusia, banyak orang melakukannya." Kata Alone.

"Menulis itu tidak mudah. Terkadang disalah artikan orang menjadi sesuatu yang terkesan menakutkan. Seperti memengaruhi cara berpikir orang lain dan menjadi bukan dirinya sendiri lagi. Menjadi orang lain yang bisa pada dua sisi, menjadi jahat atau baik, tapi yang salah bukan orang yang belajar menulis." Kata Noela.

"Ya, orang yang belajar menulis tak bisa disalahkan alias tak bisa dianggap bersalah atas tuduhan macam apa pun." Kata Elano.

"Belajar melihat dari sisi yang lain. Pembaca budiman banyak tapi yang jahat juga ada dan tak sedikit. Orang belajar menulis itu adalah sesuatu yang positif. Penulis yang berinisial nusantara ini tak pernah menulis di media belajar yang lain. Hanya di kemudian.com ini saja. Boleh percaya tidak percaya tapi memang begitu. Hanya di kemudian.com saja. Selama lebih dari sepuluh tahun berarti. Hanya belajar menulis disini saja. Di kemudian.com saja. Dan itu bukan kejahatan." Kata Alone.

"Penulis ini banyak membaca artikel di banyak blog yang entah milik siapa, hanya membaca saja dan tak pernah berniat memiliki blog sendiri sebab tak bisa membuat blog. Menulis hanya di kemudian.com saja selama bertahun-tahun. Dan sudah sekian tahun lamanya tak aktif di dunia medsos mana pun. Penulis yang aneh memang. Pergi ke warnet barang sejam atau dua jam dan membuka kemudian.com dan youtube-an sebentar kalau lagi mau. Searching beberapa artikel juga kalau lagi mau. Apanya yang jahat? Penulis juga tak bosan membaca Alquran, hanya sedang malas saja baru berhenti dan berhari-hjari tak membaca." Kata Noela.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post