PERADUAN 8

Penyelam bertanya-tanya sebentar kepada Noela, Alone dan Elano. Tak lama kemudian Noela bertanya tentang sesuatu.

"Hey, penulis ada yang tertinggal. Isu yang jauh di belakang. Boleh aku menjelaskan?" Kata Noela.

"Ya, jelaskan saja. Biar terhindar dari kesalah-pahaman." Kata penulis (si aku).

*

"Dalam cerita Anjing beranak kucing part 3, yang sebetulnya itu cerita komedi, dan tak berhubungan dengan kisah Isa putra Maryam sama sekali. Tapi bertahun kemudian ada yang salah memahami dan menghubungkannya dengan isu agama. Ada kalimat 'ngaco kamu, anakku itu masih bayi, mana ada bayi bisa bicara.' Sebetulnya itu tidak berkaitan sama sekali dengan kisah Isa putra Maryam." Kata Noela.

"Surat Ali 'Imran:46, Dan dia membicarakan ilmu tentang Tuhan (Allah) dan ajaran-Nya sejak dalam buaian dan ketika dewasa tetap demikian dan dia termasuk golongan orang-orang salih." Kata Noela lagi.

"Kata 'almahd' itu tidak menunjukkan pada makna kondisi fisik dan psikis bayi (thifl) melainkan lebih menekankan pada suatu tahapan usia dini. Seperti dalam hadis ada menerangkan tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahd. Maksudnya sejak kecil sampai tutup usia. Bahasa inggrisnya itu 'long life education'. Dan ada sebagian yang meyakini tentang mukjizat Nabi Isa salah satunya bisa berbicara semenjak bayi (thifl).." Kata Noela melanjutkan penjelasan.

"Maksudnya membicarakan ilmu tentang Allah dan Ajaran-Nya untuk manusia dalam berkehidupan. Di dalam Maryam:29 juga diberikan keterangan. Maka ia beri isyarat menunjuk pada putranya (ketika ditanya soal kelahirannya). Mereka yang bertanya-tanya dan menebar kabar samar berkata: Bagaimana kami akan membicarakan ilmu tentang Tuhan dan ajaran-Nya sedang ia anak kecil masih dalam ayunan (anak kemarin sore, anak ingusan, anak bau kencur, anak masih hijau, anak belum makan asam-garam; dalam dunia pendidikan atau dunia pengajaran)? Ada yang berpemahaman, bagaima kami bisa bicara dengan bayi?" Kata Noela.

"Tidak dijelaskan di dalam ayat bahwa orang-orang itu menanyakan pada seorang bayi tentang siapa bapaknya; tidak ada sama sekali." Kata Noela.

"Nabi Isa menjawab pertanyaan menyoal posisi manusia sebagai mahluk dan Allah sebagai khalik. Yang diciptakan dan Yang Menciptakan/Pencipta. Nabi Isa putra Maryam menjawab seperti diterangkan di Maryam:30; Sesungguhnya aku ini 'Abdullah (abdi Allah/hamba Allah/pelayan Allah), Dia telah memberiku kitab dan telah menjadikanku seorang Nabi." Kata Noela.

"Apa yang diucapkan Nabi Isa dalam pengajarannya bersumber dari kitab Allah. Dan itu bukan menjawab pertanyaan tentang siapa bapakmu? Tidak ada pertanyaan itu dalam ayat. Nabi Isa tak pernah berkata aku anak Allah atau aku putra Tuhan. Dan memang pertanyaan orang-orang itu bukan tentang, siapa bapakmu wahai bayi kecil?" Kata Noela.

"Di Maryam:33 juga menjelaskan bahwa Nabi Isa itu diberi keselamatan sedari lahir hingga kematiannya dan hingga dibangkitkan kembali. Itu juga menjadi dasar bagi orang kristen menjuluki Nabi Isa 'juru selamat'. Menyoal kebangkitan itu juga dimaknai beragam. Ada yang memaknai bangkit di hari akhirat dan mendapatkan kenikmatan surga bersama para Nabi dan Rasul yang lain. Ada juga yang memaknai bangkit kembali di hari nanti dalam pengertian hidup kembali di suatu masa di masa depan. Banyak orang memahami dengan beragam." Kata Noela.

*

"Jadi, penulis itu dalam cerita anjing beranak kucing tidak bermaksud membahas kisah Isa putra Maryam. Itu mungkin kesalah-pahaman beberapa pembaca yang termakan isu adu-domba. Dan penulis mengutarakan apa yang dipahami olehnya tentang Isa putra Maryam dengan cara seperti ini. Semoga tak ada lagi isu agama yang dihubung-hubungkan ke cerpen atau puisi yang ditulis oleh penulis ini, si nusantara ini, jangan lah, ya. Itu tak baik." Kata Noela.

"Sudah. Itu saja." Kata Noela.

*

"Kalu sudah begitu, sepertinya sudah juga. Ikut sudah saja. Itu penjelasan yang bukan egois. Tetap menerima pendapat orang lain yang berbeda. Alquran itu seperti berlian, dilihat dari sudut pandang manapun tetap berlian eh tetap indah. Namanya juga berlian. Jadi teroris itu salah memahami Alquran. Teroris di berita televisi itu mungkin terlalu ekstrim. Sebab itu jadi disebut ekstrimis." Kata penulis (si aku).

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post