Aku Yang Tak Sempurna

Karena aku bukan burung,

jangan salahkan aku bila ku tak bisa terbang

 

Karena aku bukan ikan,

jangan salahkan aku bila ku tak bisa menyelam dan berenang

 

Bila ku tak seberarti apa yang kau miliki,

jangan bertanya kenapa

jangan bertanya ada apa

sebab aku bukan siapa-siapa untuk dikenang namun tak perlu dibuang

 

Aku anak manusia dari ibu dan bapakku,

hasil dari suatu hubungan kasih sayang

 

Hey, kau

ya, kau

siapa pun kau

juga dia dan mereka tentu juga kalian yang terangkum dalam 'kau' yang kusayang

 

Aku ada karena kau pun ada, sayang

 

Bila kau kuanggap berarti untukku,

begitu pulalah seharusnya aku berarti untukmu, sayang

 

Aku manusia dalam seribu bayang

siluet diantara terang

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Aku Yang Tak Sempurna (5 weeks 3 days ago)

penjelasan:

puisi ini tercetus dari film toy's story, saya suka film kartun, jadi 'aku' di puisi ini menunjukkan si mainan yang solah berbicara kepada yang punya mainan..

bait satu dan dua, itu menjelaskan bahwa mainan itu terkadang diluar ekspektasi bagi yang punya, seperti anak-anak yang punya mainan dan ternyata mainannya tak seperti apa yang diharapkan, alias ada kurangnya, dilempar-lempar terus pecah, kadang di lempar ke selokan, dan semacamnya yang dilakukan anak-anak ketika sudah bosan atau ketika merasa mainannya kalah oke dari mainan milik kawannya.

jadi ini filosofi mainan gitu...
filsafat mainan gitu...
ah, maksudnya ya begitu...

bait selanjutnya mengutarakan keinginan si mainan bahwa bila sudah bosan atau tak lagi dimainkan karena punya mainan baru atau alasan lain, jangan di buang atau dirusak,
harus tetap dijaga, agar lebih manfaat kelak untuk dibagikan kepada orang lain, anak-anak suka bosan dengan mainannya dan bisa saling menukar mainan, anak perempuan ya dengan bonekanya atau yang lain dan anak lelaki dengan mainan robot atau semacamnya,ya begitu itu menanamkan sifat lebih sip.
Nyatanya, hampir setiap anak-anak selalu merusak mainannya sih...

bait selanjutnya itu si mainan boneka dan robot itu yang merasa ingin dijaga itu menginginkan agar anak-anak menganggapnya sama seperti anak manusia sebenarnya, ya, memainkan mainan itu dengan baik dan benar dan tidak semena-mena pada mainannya..
et, deh... semena-semena? hehe.. maksudnya biar tidak sampai rusak itu si mainan, ini puisi sangat positif..

lirik lagu memang ada yang sama gitu, tapi gapapa kali, soalnya kalimat itu ya begitu, ya bisa ada di lagu, di puisi, di film, di koran, di majalah, dll...

bait terakhir itu, begini...
bahwa mainan itu juga kan sebuah hasil karya yang merasa dirinya itu juga merasa harus mendapatkan haknya sebagai mainan untuk dijaga, dirawat, dan lain-lain...
nyatanya, hampir semua anak-anak enggan melakukan itu...
jadi, pelatihan anak ujungnya, melatih merapihkan kembali mainannya dan menjaganya agar jangan sampai rusak...
bila pada mainannya saja mampu menjaga dan merawat, apalagi pada teman main atau teman sekolahnya....
mungkin, pembiasaan dan pelatihan itu yakni bersikap baik pada mainan akan berdampak positif bagi jiwa pelajar pada umumnya di kemudian hari dan mengurangi kasus tawuran pelajar di masa depan...
bisa membantu mengurangi masalah negara dalam persoalan dunia pendidikan.....
nyatanya, hampir semua anak-anak suka merusak mainannya... dan sepertinya di seluruh dunia itu begitu, mungkin?

siluet itu ya bagi anak-anak tentu maksudnya bayang-bayang informasi tentang si mainan itu yang suka diajak bermain itu oleh anak-anak...
anak-anak tentu tidak tahu proses pembuatan mainan itu, dan semua bahan yang membentuk mainan itu berasal dari alam, kemudian pewarnannya, kemudian juga tentang ibu dan bapaknya dalam perspektif si pembuat dan alat membuatnya, ibarat si penggambar dengan pena gambarnya yang melahirkan sebuah gambar kreasi miliknya.

tak banyak orangtua yang memberikan pemahaman sedikit demi sedikit tentang mainannya pada anaknya, hampir begitu di seluruh dunia, orangtua hanya membelikan mainan dan anaknya senang diberi mainan dan silahkan sesuka-sukanya di ajak bermain dan rapihkan kembali...

memang kebiasaannya begitu pada kebanyakan orang padahal sebetulnya anak-anak harus tahu sedikit-sedikit tentang mainannya itu, bagaiman dibentuknya menjadi demikian, itu menumbuhkan jiwa ingin membuat sesuatu, bukan hanya sekadar ingin membeli sesuatu,
jadi menanamkan jiwa ingin membuat sesuatu...
anak-anak indonesia kemudian menjadi produsen mainan yang bagus, baik dan oke punya,

bila anak-anak mencintai dan menyayangi mainannya dan sikap cinta dan sayang itu tumbuh dalam dunia pertemanannya maka kemungkinan sikap agresif anak perempuan yang terjadi pada kasus bully Audrey tidak akan terjadi lagi di kemudian hari....

mengutip filsafat cinta, oleh pembeda 25, wattpad,
sebelum penciptaan segala isi dunia, adalah Yang Maha Tunggal berdiri sendiri. Kenapa kita harus percaya?
dalam pengaturan keindahan dunia telah diatur sedemikian rupa letak dan alurnya.

Itu karena cinta.

darimana asal manusia? darimana asalnya cinta? apa itu cinta?
Tuhan juga berpuitis dengan simbol dan fenomena yang majasi.
menjelaskan segala sesuatu berasal dari sesuatu dan dicipta itu dibentuk, diperhalus, diperindah, tumbuh berkembang dalam perawatan dalam arti sebenarnya "cinta".

saya ga kenal itu si pembeda 25 wattpad, googling buka artikelnya lalu baca lalu ngutip, gitu aja.. tambahin sedikit..

puisinya itu penjelasannya gitu...