KUMEMAHAMI

Rasa ingin tahu selalu membuat penasaran dan setiap rasa ingin tahu membuat keingin-tahuan itu semakin bertambah, mendesak untuk dicarikan apa yang ingin diketahui itu. Di tentang itu, banyak cara untuk menjawab keingin-tahuan itu.

Beberapa petunjuk itu adalah:

1. Ular

2. Pohon

3. Buah

4. Sulur

5. Kereta gantung

Kucari tahu kemudian.

Mars, kompasiana, filsafat, cerdik seperti ular tulus seperti merpati. dari tulisannya kudapat informasi.

Rupanya ada keterangan di tulisannya mengutip matius 10:16. To survive.

To survive.

Terus kubaca dari celoteh sang seniman, filosofi ular, what you see is what you get, kubaca seperlunya saja. Dia bercerita pengalaman menonton animal planet, ular ganti kulit, itu melihat dari posisi yang bagus untuk memaknai pergantian kulit ular yang diterapkan untuk pengetahuan manusia dalam berkehidupan.

Rupanya mengganti kulit itu bisa dimaknai mengganti kebiasaan lama. Kulit lama pada ular sedang pada manusia tentu majasi menjadi mengganti kebiasaan lama atau kepribadian yang lama menjadi yang baru. Dan itu meyakitkan, tak semudah dibayangkan.

Ya, sepertinya cukup tentang ular ini. Belajar berfilosofi sedikit.

 

Pohon?

Arry Rahmawan, hiduplah dengan filosofi pohon rindang, eumh, kubaca seperlunya saja. Katanya itu begini, pohon yang hidup akarnya harus kuat, tumbuh menjulang, rindang, lebat buahnya untuk menjadi bermanfaat.

Kubaca yang lain, pemikir beropini, filosofi pohon. Tak jauh beda dengan yang kubaca pertama. Sedikit perbedaan.

 

Buah?

Sirami ilmu dalam diri kita dengan membaca, sifat manusia dapat digolongkan dengan buah-buahan. Itu punya myteks, wordpress.

Ada juga Nawal D'Queen, filosofi buah-buahan.

 

Sulur?

Kubaca belajar-dirumah.blogspot.com, semakin Indonesia. Munawi inside. Sulur adalah bagian tumbuhan yang biasanya menyerupai spiral dan berguna untuk membelit benda-benda, untuk berpegangan saat tumbuhan hendak ke atas. Adalah metamorfosis salah satu bagian pokok tumbuhan (daun, batang dan akar). Untuk tumbuhan memanjat.

Untuk manusia bisa dipahami dalam esensi alat untuk naik ke tahap lebih tinggi.

 

Kereta gantung?

Kubuka wikipedia, kereta gantung itu bergerak menggunakan kabel, jalur jalannya itu lurus dan belok di titik tertentu. Dan biasanya di tempat wisata di tempat daratan tinggi seperti pegunungan dan perbukitan.

Berarti dibuat untuk melihat dari atas.

 

Kuhubungkan dengan dunia medis itu semua keterangan, menjadi suatu bentuk asumsi yang tak lebih dari sekadar opini pribadi. Kupikir-pikir ada baiknya belajar berpikir. Lalu, apa pendapatku tentang lambang ular dalam dunia kedokteran dan apa maksud dari mimpi ular itu?

Begini.....

Manusia itu bertahap dalam berilmu pengetahuan. Alat-alat medis sebagai penunjang bagi para tenaga medis akan selalu mengalami perubahan  dari yang lama menjadi yang baru sebagai sarana kesehatan yang tak dapat dibayangkan pada setiap masanya seperti apa. Tenaga medis dan alat medis adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.

Manusia itu berangkat dari kecemasan dan kengerian menuju satu pencapaian tercapainya harapan baru yang lebih baik dan mencerahkan. Dalam dunia medis tentunya menjelaskan  tentang sesuatu yang dikejar oleh sesuatu yang menyeramkan itu dalam pengertian tantangan wabah. Membaca sejarah menjadi suatu pemahaman tentang pengibaratan suatu penemuan vaksin. Tentu kita bicara tokoh Louis Pasteur.

Namun, itu caraku belajar memahami. Dan tentu orang lain takkan sama denganku.

 

Menyoal mimpiku itu tentu menyangkut persoalan manusia seumumnya. Manusia mencari tahu apa yang ingin diketahuinya dan terkadang melanggar perintah dan berbuat kesalahan. Tapi, dari kesalahannya itu manusia belajar dan mendapatkan pengetahuan. Manusia terkadang jatuh ke dasar akibat rasa ingin tahunya namun manusia juga mampu membayar kesalahannya dan naik kembali bangkit dari titik terendah dalam hidupnya itu.

Untuk esensi survive itu sendiri tentu bukan berarti harus berperangai seperti ular yang memangsa sesuai rantai makanannya. Untuk survive itu manusia bukan harus saling memangsa antara si kuat terhadap si lemah, dan yang lebih kuat memangsa si kuat yang memangsa si lemah. Itu survivor dalam pengertian yang salah. To survive disini tentu adalah tentang bagaimana manusia menghadapi penyakit-penyakitnya.

Louis Pasteur itu penemu, pada dasarnya apa yang ditemukannya itu adalah sesuatu dari Yang Maha. Dialah Allah SWT. Di masa depan pun tak pasti penyakit apa lagi yang akan datang mengancam kesehatan umat manusia dan siapa yang akan menemukan vaksinnya, penemuan vaksin itu hanya sebagai pengibaratan saja. Pengibaratan bagi manusia bahwa sebenarnya manusia tak mampu berbuat apa-apa selain setelah mendapatkan ilmu pengetahuan. Dan ilmu pengetahuan itu dari Allah. Menjadi dapat dipahami bahwa dokter-dokter itu bukan si penyembuh pasien. Allah yang menyembuhkan melalui bantuan dokter-dokter dan atau tabib atau herbalis dan lain sebagainya.

Aku membuat opini sendiri ini namanya. Entah objektif atau tidak. Mohon jangan dianggap sedang sok tahu, ya?

Banyak hal yang harus dibaca. Tentu Alquran sebagai petunjuk utama yang harus dibaca untuk memahami segala keseharian perilaku umat manusia dalam berkehidupan.

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post