Bagian I. Fazaha, SP Alternatif: Risky (Mengerjai ABG~!)

Jumat malam berikutnya tidak ada lagi yang menghalangi Risky pulang ke Bandung. Ia tiba di rumah saat semua anggota keluarganya telah tidur, seperti biasanya, atau begitulah yang dipikirnya malam itu. Setelah menggembok pagar dan mengunci pintu depan, ia naik menuju kamarnya. Ia melihat celah pintu dan ventilasi kamarnya menyorotkan sinar. Ketika membuka pintu, ia mendapati adiknya sedang bermain Grand Theft Auto menoleh kepadanya dengan tatapan tajam.

Risky meletakkan ransel di lantai, kemudian duduk di sisi tempat tidur mencopot kaus kaki.

“Belum tidur, Dek? Entar subuh susah bangun lo,” tegur Risky akhirnya.

Adiknya tidak menjawab dan tetap memunggunginya. Anak itu terlihat seolah-olah sudah duduk menunggu kedatangannya di situ sejak seminggu lalu tanpa sekali pun beranjak.

“Eh, iya, gimana, udah ngobrol lagi sama si itu?” tanya Risky sambil mengganti kemejanya dengan kaus.

“Huh! Belum!”

“Lama amat berantemnya. Bukunya masih di dia?”

“He-eh!”

“Pacar kamu berhati baja, ya, pantang menyerah gitu orangnya.” Risky terkekeh. Adiknya tidak menyahut. “Besok atuh ajakin ketemuan.”

“Bener?” Adiknya menoleh.

“Iya, kan Kakak udah di sini. Besok pagi telepon. Sore ketemuan.”

Adiknya mengangguk dengan sigap.

Read previous post:  
16
points
(2410 words) posted by d.a.y.e.u.h. 10 weeks 5 hours ago
53.3333
Tags: Cerita | Novel | kehidupan | minimalis | pemanasan | slice of life
Read next post:  
100

EH, DAYEUH..
MBA DAYEUH ATAU TEH DAYEUH?
PASWORD SAYA KAN INDONESIA, JADI BIAR GA DIGANTI SAMA ORANG LAIN, CEKIN YA BIAR GA DIGANTI SAMA HACKER,
KAN BISA JADI ORANG LAIN ONLINE TANPA SEPENGETAHUAN SAYA.
nusantara paswoed indonesia itu sudah diketahui banyak orang.
kamu juga bisa buka nusantara, paSswordnya indonesia.

masnya waras? udah ngobrol sama psikolog?

80

Jadi sekarang, sudut pandangnya berasal dari 'kak Iky' ya?
Just step back for awhile Alfian. Hahaha :D
Di bagian kak Iky dan teh Ocha on their 'swift moment' bikin saya deg-degan. Ini termasuk tulisan yang berani karena saya selalu berpikir dua kali untuk membuat tulisan seperti ini.
Please, that's a full compliment for you :)
Yang bikin saya penasaran, judulnya mengarahkan pada satu nama (Fazaha) tetapi sejak tulisan yang pertama dan kedua ini belum ada cerita dengan sudut pandang Fazaha. Saya benar-benar kepo soal Fazaha ini dan bagaimana jalan pikirannya.
Akan saya tunggu terus kelanjutannya.
Keep going! Keep writing!
Love xoxo

hai, terima kasih sudah datang lagi, membaca dan meninggalkan jejak :D
karena sebenarnya bagian ini mau ditulis dari sudut pandang Fazaha. cuma karena saya masih kurang bacaan sementara udah kebelet nulis, jadi takut narasinya jelek, makanya saya tulis dari sudut pandang alternatif--yaitu sudut pandang tokoh lain yang berinteraksi dengan sudut pandang tokoh utama.
terima kasih atas minatmu untuk menunggu kelanjutannya. aku terharu, hiks :')) mudah2an enggak sampai enam tahun lagi, ya, ahaha.

wah, orang pinter komennya beda sama saya...
hehe,
belajar komen mirip gitu deh saya..

Hahaha, saya nggak merasa pintar kak.
Sama-sama masih belajar kok, dan saya merasa masih harus banyak belajar.
Thanks BTW buat compliment-nya, semoga jadi doa dan kembali kepada yang mendoakan :)
Love xoxo

100

panjang sekali ceritanya, nanti lanjut baca lain waktu