KARTINI YANG TAK DIRINDUKAN (komedi satire)

Aku ingat kata-kata guruku yang selalu menganjurkan kepada setiap pelajar agar bersikap penyayang, suka menasehati dan tidak mendengki; karena sifat dengki adalah berbahaya dan tiada manfaatnya. Bila kau ingin musuhmu terhina, terbunuh susah dan terbakar derita maka tingkatkan ilmu dan capailah mulia; karena orang yang dengki tambah susahnya bila yang didengki tambah ilmunya.

Hindari berburuk sangka (berpikir negatif) kepada sesama sebab itu sumber permusuhan. Bila buruk perbuatan seseorang, itu sebab pikirannya telah buruk terlebih dahulu sejak awalnya; dia membenarkan apa lamunan persangkaan buruknya; dia membenci orang yang mencintainya atas dasar pengaruh para musuhnya, ia pun dalam keraguan yang gelap gulita.

 

Bukan salahku bila ada seorang perempuan bersuami menyatakan perasaan cintanya padaku. Bukan karena aku lebih tampan dari suaminya atau lebih kaya; bukan pula karena ia kecewa dengan perangai suaminya yang semakin hari menunjukkan perilaku kasar. Jika ada yang harus disalahkan maka orang itu adalah teman suaminya, sebab lelaki itu memang pantas disalahkan. Jadi, itu bukan salahku dan cinta tak pernah salah.

Perempuan itu bersuamikan seorang pengusaha, ibu mertuanya seorang pendakwah dan ayah mertuanya terkenal sebagai seorang yang taat beragama dan sering membangun masjid untuk umat. Aku mengenalkannya pada ibu mertuanya sebagai adikku untuk bekerja menjadi pembantu. Kami mengaku sebagai anak yatim-piatu yang merantau ke ibukota. Padahal, kami bertemu di pinggiran pantai penuh sampah dengan masa lalu yang sama-sama tak indah.

Beberapa tahun yang lalu, sebelum perempuan itu kuperkenalkan pada keluarga baik hati itu sebagai adikku, aku bukan siapa-siapa dan ia pun bukan siapa-siapa. Perempuan itu adalah perempuan malam yang oleh orang lain disebut wanita pelacur dan aku seorang pengamen jalanan. Sebelum melakukan kegiatan malamnya ia selalu bersamaku menyanyikan lagu-lagu kesukaannya. Kami menlantunkan sebuah lagu religi dan lagu yang lain yang berjudul 'kupu-kupu malam'. Biasanya tak lama sehabis lagu dilantunkan ia mendapat panggilan dari pelanggan dan pergi meninggalkanku dengan senyuman sembari melemparkan selembar uang 20 ribu-an. Semoga indah untuk esok yang lebih cerah.

**

**

"Kau mau menjadi lebih baik? Gantilah dengan pekerjaan halal. Jadi pembantu mau, tidak?" Kataku padanya suatu ketika sat ia menemuiku di tempat kami biasa bertemu menyanyikan lagu-lagu rindu palsu. Sebelah matanya lebam dan pinggiran bibirnya ada luka bekas pukulan. Aku kemudian bernyanyi sendirian dan ia mendengarkan. Aku tahu ia tak bersalah. Pelanggannya yang bersalah.

**

**

Aku memintanya untuk salat taubat dan kembali mengucap syahadat. Ia menerima saranku dengan baik untuk menjadi manusia baru menjalani hidup yang baru sebagai seorang pembantu demi masa depan yang lebih indah.

**

**

"Apakah Allah mengampuni dosa-dosaku?" Tanyanya padaku kala itu.

"Aku tidak tahu. Allah Yang Maha Mengetahui." Jawabku cepat.

"Sekarang giliranmu. Aku menjadi saksi pertaubatanmu." Pintanya.

"Tidak, nanti saja. Belum sekarang." Kataku.

"Sekarang saja. Atau, nanti kukatakan pada nyonyaku kau membohonginya. Kau menyanyikan lagu religi kesukaanya agar diberi uang banyak. Kau bilang untuk tabungan pergi berhaji dan kau gunakan untuk membeli minuman keras. Itu memalukan." Kata perempuan itu.

Aku melakukan apa yang dimintanya. Aku salat taubat dan kembali mengucap syahadat. Aku tak bersalah. Si nyonya pendakwah yang salah.

**

**

Karena parasnya yang cantik anak majikannya menjadikannya istri dan karena ia pandai ia belajar banyak ilmu agam,a dari ibu mertuanya dan cepat mengerti dan menjadi disayangi. Sangat disayangi. Dan, penampilannya yang anggun dengan kerudung yang tak dilepasnya di tempat umum membuatnya tak dikenali seperti saat ia belum berkerudung. Padahal, dahulu banyak orang menganggapnya sampah.

Aku tak pernah ikut campur urusan rumah tangganya dan tak ingin mengusiknya. Hanya sesekali bertemu selayaknya seorang kakak yang berkunjung bersilaturahim dengan adiknya. Dan, aku selalu terperangah.

**

**

Perempuan itu akhirnya mengandung anak pertamanya. Saat kebahagiaan itu serasa sudah nampak jelas dalam bayang lamunannya, petaka itu datang. Teman lama suaminya mengunjungi suaminya dan mengenalinya. Teman suaminya itu pernah menggunakan jasa perempuan penghibur itu. Dan, lambat-laun perangai suaminya berubah.

Suaminya tak marah. Hanya saja, menjadi enggan untuk menyentuhnya. Berbulan-bulan mereka berdua berpura-pura mesra dihadapan orangtua suaminya. Suaminya enggan menceritakan apa yang diketahuinya dari teman lamanya kepada orangtuanya. Itu akan terlalu sakit untuk mereka dan mereka akan marah.

Perempuan itu menyadari keadaan yang sebenarnya dan mulai berani bicara untuk memahami persoalan. Perempuan itu ingin menjelaskan bahwa ia tak bersalah.

"Ibuku sakit keras. Keluarga kami berhutang. Tak ada lagi pinjaman berarti tak ada pengobatan. Aku menjual diri untuk ibu bisa sembuh dan ibu tidak sembuh dan beliau meninggal. Aku menjual diri untuk menutupi hutang. Dan, Allah mengetahui apa yang kukatakan adalah benar hingga kemudian aku berhenti untuk menjadi pembantu di rumahmu. Kau, memintaku untuk bersedia menikah denganmu lebih dari seribu kali dan seribu kali pula aku menolakmu. Ke seribu-satu aku baru bersedia. Temanmu, aku mengenalnya dan takkan pernah melupakannya. Ia meninggalkan banyak bekas luka di diriku. Dan.. Aku tak bersalah. Ibuku yang salah. Ibuku sakit keras dan ibuku yang salah. Ibumu tak bersalah." Katanya jelas tanpa mengeluarkan setetes airmata pun.

**

**

Perempuan itu akhirnya bercerai dengan suaminya dan menjadi perempuan yang terpelajar karena rajin belajar ia berperangai mulia. Aku kini menjadi suaminya yang sah. Aku tahu ia tidak bersalah. Dan cerita tamat sudah.

 

**

**

Dibuat tadi siang sambil berimajinasi, dan pengintai tak bisa memitnah. Semoga tak ada yang seperti si pengintai membaca dan menjadi seperti si pengintai yang tak benar membaca. Biasanya si pengintai itu mengambil kesimpulan menghina seperti begini:

-menghina Raden Ajeng Kartini.

-menghina sinetron masjid yang tak dirindukan.

-ngaku-ngaku beristri.

-ngaku-ngaku ke jakarta.

-cerpen buatan setan.

#padahal yang namanya bikin cerpen komedi satire itu susah banget apalagi harus bikin dialog yang tidak menyakiti hati siapa pun. Itu tokohnya sengaja tak diberi nama. Menyoal judul menggunakan nama Kartini, itu untuk menunjukan empowerment perempuan. Sekali lagi, empowerment.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
20

Back Song:

1. TAKDIR

dihempas gelombang dilemparkan angin
sekisah kubersedih kubahagia
di indah dunia yang berakhir sunyi
langkah kaki di dalam rencanaNya

semua berjalan dalam kehendakNya
nafas hidung cinta dan segalanya
dan tertakdir menjalani segala kehendakMu ya Robbi
ku berserah ku berpasrah hanya padaMu ya Robbi
dan tertakdir menjalani segala kehendakMu ya Robbi
ku berserah ku berpasrah hanya padaMu ya Robbi

bila mungkin ada luka coba tersenyumlah
bila mungkin tawa coba bersabarlah
karena air mata tak abadi
akan hilang dan berganti ( hilang kan berganti )

bila mungkin hidup hampa dirasa
mungkinkan hati rindukan Dia
karena hanya dengannya hati tenang
damai jiwa dan raga

dan tertakdir menjalani segala kehendakMu ya Robbi
ku berserah ku berpasrah hanya padaMu ya Robbi
dan tertakdir menjalani segala kehendakMu ya Robbi
ku berserah ku berpasrah hanya padaMu ya Robbi
hanya padaMu ya Robbi

by: Opick feat Melly

2. AJARI AKU MENCINTAI-MU

Ajari aku mencintaiMu dalam lelah
Ajari aku mencintaiMu dalam duka
Karena jiwa kadang rapuh bosan tak setia
Ajari aku mencintaiMu

Dalam hitam gelap langkah diri yang meraba
Dalam hitam gelap hidup rindukan cahaya
Hadirlah Kau dalam sunyi sentuh dengan cinta
Terangi kalbu sendu yang rindu kepadaMu

Waktu kan berlalu
Waktu tak kembali
Berharap berarti
Sebelum ku mati

Ajarilah aku untuk mencintai
Setulusnya hati sepenuh jiwa ini

Waktu kan berlalu
Waktu tak kembali
Berharap berarti
Sebelum ku mati

Ajarilah aku untuk mencintai
Setulusnya hati sepenuh jiwa ini
Mesti takkan pernah mungkin
Untuk hati kan sempurna
MencintaiMu sepenuh jiwa

Waktu kan berlalu
Waktu tak kembali
Berharap berarti
Sebelum ku mati

Ajarilah aku untuk mencintai
Setulusnya hati sepenuh jiwa ini
Waktu kan berlalu
Waktu tak kembali
Berharap berarti
Sebelum ku mati

Ajarilah aku untuk mencintai
Setulusnya hati sepenuh jiwa ini

by: Opick

3. KUPU KUPU MALAM

Ada yang benci dirinya
Ada yang butuh dirinya
Ada yang berlutut mencintanya
Ada pula yang kejam menyiksa dirinya

Ini hidup wanita si kupu-kupu malam
Bekerja bertaruh seluruh jiwa raga
Bibir senyum kata halus merayu memanja
Kepada setiap mereka yang datang

Dosakah yang dia kerjakan
Sucikah mereka yang datang
Kadang dia tersenyum dalam tangis
Kadang dia menangis di dalam senyuman

Oh apa yang terjadi, terjadilah
Yang dia tahu Tuhan penyayang umatnya
Oh apa yang terjadi, terjadilah
Yang dia tahu hanyalah menyambung nyawa

Oh apa yang terjadi, terjadilah
Yang dia tahu Tuhan penyayang umatnya
Oh apa yang terjadi, terjadilah
Yang dia tahu hanyalah menyambung nyawa

by: banyak yang nyanyiin

4. KUPU LIARKU

Walau kutau, tentang kisahmu
Waktu yang lewat, atau engkau kini

Jangan hindari aku, dan jangan kau malu
Kalau cintaku ini, dari hati yang suci

Aku tak peduli, apa kata mereka
Ceritakan segala, caci maki

Buah bibirkan kamu sebagai bunga ranjang
Atau memang kamu cukup liar

Kupu-kupu liarku, terbanglah kepadaku
Hinggaplah dihatiku, hisap sari cintaku
Biar indah tubuhmu, dijamah-dijamah orang-orang
Tapi cinta tulusmu harus jadi milikku

by: Slank

5. CINTAILAH CINTA

Tuhan anugerahi sebuah cinta
Kepada manusia untuk
Dapat saling menyayangi

Bila kebencian meracunimu
Takkan ada jalan keluar
Damai hanya jadi impian

Kita takkan bisa berlari
Dari kenyataan bahwa kita manusia
Tempatnya salah dan lupa

Jika masih ada cinta di hatimu
Maka maafkanlah segala kesalahan
Cintailah cinta

Bila kamu bisa 'tuk memaafkan
Atas kesalahan manusia
Yang mungkin tak bisa dimaafkan
Tentu Tuhan pun akan memaafkan
Atas dosa yang pernah tercipta
Yang mungkin tak bisa diampuni

by: Dewa 19

6. ASTAGHFIRULLAH

Astaghfirullah robbal baroyaa
Astaghfirullah minal khothooya

Ya Illahi Ya Tuhanku
Ampunilah dosa dosa ku
Aku rindukan kehadiranMu
Sepanjang jalan hayat hidupku
Tiada berharap hanya dariMu

Ya Illahi mohon padaMu
Penuh harapan petunjukMu
Aku tersesat di jalan ini
Tak tahu lagi arah kembali
Tuntunlah aku kemana pergi

Astaghfirullah robbal baroyaa
Astaghfirullah minal khothooya
Astaghfirullah robbal baroyaa
Astaghfirullah minal khothooya

Ya Illahi Ya Tuhanku
HambaMu ini menujuMu
Jiwa ragaku jadi belenggu
Hanya rahmatMu selamatkanku
Relakan aku dekat padaMu…

Astaghfirullah robbal baroyaa
Astaghfirullah minal khothooya
Astaghfirullah robbal baroyaa
Astaghfirullah minal khothooya

Ya Illahi pandanglah kami
Mohon curahkan belas kasihMu
Agar ku dapat keridhaanMu

by: Marshanda

7. BILA TIBA

Saat tiba nafas di ujung hela
Mata tinggi tak sanggup bicara
Mulut terkunci tanpa suara

Bila tiba saat berganti dunia
Alam yang sangat jauh berbeda
Siapkah kita menjawab semua
Pertanyaan

Bila nafas akhir berhenti sudah
Jatung hatipun tak berdaya
Hanya menangis tanpa suara

Mati tak bisa untuk kau hindari
Tak mungkin bisa engkau lari
Ajalmu pasti menghampiri

Mati tinggal menunggu saat nanti
Kemana kita bisa lari
Kita pastikan mengalami
Mati

Mati tak bisa untuk kau hindari
Tak mungkin bisa engkau lari
Ajalmu pasti menghampiri

Mati tinggal menunggu saat nanti
Kemana kita bisa lari
Kita pastikan mengalami
Mati
by: Ungu

8. TEGAR

Tergoda aku 'tuk berfikir
Dia yang tercinta
Mengapa t'lah lama tak nampak
Dirimu di sini
Jangankan ingin ku tersenyum
Tak ada gairah
Kuingin s'lalu bersamamu
Kini ku resah
Diriku lemah tanpamu
Oh...

Gapai semua jemariku
Rangkul aku dalam bahagiamu
Ku ingin bersama berdua selamanya
Jika kubuka mata ini
Ku ingin s'lalu ada dirimu
Dalam kelemahan hati ini
Bersamamu
Aku tegar...
Aku tegar....

by: Rosa

9. (tambahin aja sendiri yang cocok sama cerita di cerpen ini)

50

asik nih tulisannya

masih kurang asik,
bacanya sambil pake dengerin back song baru lebih dapet feel nya..