YANG TAK DIRINDUKAN

Singkat cerita suaminya perempuan itu berkelahi dengan temannya. Eh, mantan suaminya perempuan itu maksudnya. Lalu melaporkan diri ke pihak yang berwajib dan menjalani masa tahanan. Kemudian, singkat cerita, suaminya yang kedua dari perempuan itu  menjenguk mantan suaminya istrinya.

*

Mereka saling menatap dengan serius sebelum berbicara. Eh, maksudnya mengobrol.

"Kau mengambilnya dari tanah liat kering, dari lumpur hitam berbau, kemudian kau bentuk ia menjadi perempuan terpelajar dan berbudi pekerti luhur. Lalu, seperti apa jadinya ia setelah kau bentuk sedemikian rupa bak gerabah porselein yang sudah jadi kau bentuk lalu kau hancurkan. Kau jatuhka ia hingga hancur berkeping. Aku yang memunguti pecahannya dan kurekatkan kembali pecaha demi pecahan." Kata si pengamen jalanan.

"Aku bukan Tuhan. Aku tidak tahu segalanya. Ya, aku buta. Buta akan segala kelebihannya sebab aku mendengkinya dan kni kutahu aku salah. Dan, kau harus tahu, aku bukan tukang keramik juga bukan pengrajin gerabah." Kata si pengusaha.

"Kau malaikat yang menjadi iblis karena kau merasa lebih baik darinya." Kata si pengamen jalanan.

"Aku bukan Malaikat bukan pula Iblis. Aku Adam sepertinya dan sepertimu yang berjalan dalam kehidupan ini dari yang tidak tahu menjadi tahu. Dari yang berbuat kesalahan dan belajar dari kesalahannya." Kata si pengusaha.

"Kau tahu bahwa tanah liat kering takka menumbuhkan padi lalu mengapa kau melempar benih padi ke tanah liat kering?!" Kata si pengamen jalanan.

"Kau salah, lingkunganmu bisa jadi lebih baik dan ia akan tumbuh menjadi padi berisi yang hidup merunduk. Begitupun anakku." Kata si pengusaha.

"Aku hidup di tanah liat kering dan lumpur hitam berbau dan anakmu yang ia lahirkan harus hidup di tempat begitu?" Kata si pengamen jalanan.

"Kau lupa? Ibunya menjadi hebat seperti ia kini karena ia besar di lingkungannya dan jalan hidupnya menuntunnya menjadikan ia kini. Perempuan yang mulia dan terpelajar." Kata si pengusaha.

"Oh..." Kata si pengamen jalanan.

"Jangan katakan padanya bila ayahnya adalah seorang pelaku kriminal. Kau adalah ayahnya, anakku harus tahu itu saja." Kata si pengusaha.

"Ayahnya adalah aku dan juga kau. Kau bukan seorang penjahat. Hanya seseorang yang sedang kalut dan mengambil pilihan yang salah dalam hidup." Kata si pengamen jalanan.

"Ia akan baik-baik saja bersamamu. Kau lebih baik dariku." Kata si pengusaha.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at YANG TAK DIRINDUKAN (11 weeks 6 days ago)

oh, ya. karena banyak yang tahu pasword nya indonesia jadi kemungkinan banyak yang ganggu-ganggu.
jangan diganti paswordnya ya?